Nanyang Dashifu Sponge Cake Hadirkan Sensasi Sponge Cake Fluffy dan Jiggling di Indonesia
Gerai Nanyang Dashifu Sponge Cake
INFOBRAND.ID– Persaingan bisnis bakery dan dessert di Indonesia semakin dinamis. Di tengah banyaknya pilihan produk pastry dan kue, Nanyang Dashifu Sponge Cake hadir dengan menawarkan pengalaman berbeda melalui sponge cake bertekstur lembut, fluffy, dan jiggling yang menjadi karakter khasnya.
Tak hanya mengandalkan produk, Nanyang Dashifu juga mengusung konsep open kitchen yang memungkinkan konsumen melihat secara langsung proses pembuatan dan pemanggangan produk. Konsep tersebut menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dibangun Nanyang Dashifu kepada konsumennya.
Direktur Nanyang Dashifu, Kevin Haripin, mengatakan kehadiran Nanyang Dashifu di Indonesia sejak awal diarahkan untuk menghadirkan produk yang tidak hanya memiliki cita rasa, tetapi juga karakter yang kuat dan mudah diingat.
“Sejak awal, kami ingin menghadirkan produk yang bukan hanya enak, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mudah diingat oleh konsumen,” ujar Kevin ketika di Wawancarai Tim Redaksi INFOBRAND.ID.
Menurutnya, salah satu identitas utama Nanyang Dashifu terletak pada tekstur sponge cake yang sangat lembut, fluffy, dan jiggling. Karakter tersebut kemudian diperkuat dengan konsep open kitchen, sehingga konsumen dapat melihat proses produk dibuat dan dipanggang secara fresh.
“Yang membedakan Nanyang bukan hanya produknya, tetapi kombinasi antara karakter produk, kualitas, freshness, dan experience yang diberikan kepada konsumen,” jelasnya.
Mengandalkan Konsistensi Proses dan Freshness
Untuk menghasilkan tekstur sponge cake yang menjadi ciri khasnya, Nanyang Dashifu tidak mengandalkan satu bahan tertentu. Nadia menjelaskan bahwa karakter produk merupakan hasil dari kombinasi bahan, formula, teknik produksi, hingga proses pemanggangan yang harus dilakukan secara konsisten.
Nanyang Dashifu menerapkan standar dan SOP produksi secara detail untuk menjaga tekstur dan kualitas produk di setiap prosesnya. Selain itu, aspek freshness juga menjadi perhatian penting karena produk dibuat dan dipanggang secara fresh.
“Karakter sponge cake Nanyang sebenarnya merupakan hasil dari kombinasi bahan, formula, teknik produksi, dan proses pemanggangan yang harus dilakukan dengan konsisten,” ungkapnya.
Dengan pendekatan tersebut, Nanyang Dashifu berupaya memastikan konsumen memperoleh pengalaman produk yang sesuai dengan karakter yang selama ini menjadi identitas brand.
Tekstur Produk Jadi Daya Tarik di Media Sosial
Karakter sponge cake yang fluffy dan jiggling juga turut menjadi daya tarik ketika Nanyang Dashifu mendapatkan perhatian di media sosial. Secara visual, tekstur produk yang khas membuat konsumen tertarik untuk melihat, mencoba, hingga membagikan pengalaman mereka.
Nadia menilai respons tersebut tidak semata-mata berasal dari tampilan produk. Pengalaman konsumen setelah mencoba produk juga memiliki peran dalam mendorong percakapan dan word of mouth di media sosial.
“Tekstur sponge cake yang fluffy dan jiggling membuat orang tertarik untuk melihat, mencoba, bahkan membagikan pengalamannya di media sosial,” kata Kevin.
Ia menambahkan, media sosial bagi Nanyang Dashifu menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan produk. Namun, keberlanjutan sebuah brand tetap ditentukan oleh kemampuan menjaga rasa dan kualitas secara konsisten.
“Kami melihat media sosial sebagai salah satu sarana untuk memperkenalkan produk, tetapi pada akhirnya konsistensi rasa dan kualitas tetap menjadi hal yang penting untuk mempertahankan konsumen,” tambahnya.
Menjaga Identitas di Tengah Persaingan Bakery
Persaingan di industri pastry dan dessert yang semakin ramai membuat konsistensi menjadi salah satu perhatian Nanyang Dashifu. Untuk itu, standardisasi proses dan SOP diterapkan di setiap outlet agar konsumen tetap mendapatkan standar produk dan pelayanan yang relatif konsisten meskipun berada di lokasi yang berbeda.
Di sisi lain, Nanyang Dashifu juga terus memperhatikan perkembangan tren dan preferensi konsumen. Pengembangan produk dilakukan secara berkala, namun tetap berupaya mempertahankan karakter utama brand sebagai sponge cake dan bakery.
“Mempertahankan daya tarik brand bukan berarti harus selalu mengikuti setiap tren, tetapi bagaimana tetap relevan sambil mempertahankan identitas yang sudah menjadi ciri khas Nanyang,” tutur Kevin.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi Nanyang Dashifu dalam menjaga relevansi brand sekaligus mempertahankan karakter produk di tengah perubahan selera konsumen.
Perluas Jangkauan dan Buka Peluang Kemitraan
Ke depan, Nanyang Dashifu menyiapkan pengembangan bisnis melalui tiga aspek utama, yakni produk, outlet, dan peluang bisnis.
Dari sisi produk, inovasi akan terus dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter utama Nanyang Dashifu sebagai brand sponge cake dan bakery. Sementara dari sisi ekspansi, Nanyang Dashifu menargetkan perluasan jangkauan ke lebih banyak kota di Indonesia dengan mempertimbangkan kesiapan lokasi dan potensi pasar di masing-masing wilayah.
Selain ekspansi outlet, Nanyang Dashifu juga membuka peluang kemitraan bagi masyarakat yang ingin menjadi bagian dari perkembangan brand tersebut.
Kevin menjelaskan, dukungan kepada mitra akan mencakup sejumlah aspek, mulai dari persiapan outlet, pelatihan, SOP operasional, hingga pendampingan ketika outlet mulai berjalan.
“Target kami bukan hanya menambah jumlah outlet, tetapi membangun brand yang bisa berkembang secara sehat dan memberikan pengalaman yang konsisten kepada konsumen di berbagai daerah,” pungkas Kevin.
Dengan menggabungkan karakter produk, konsep open kitchen, standardisasi proses, serta pengembangan jaringan outlet, Nanyang Dashifu Sponge Cake kini menempatkan ekspansi dan penguatan brand sebagai bagian dari langkah berikutnya dalam mengembangkan bisnis bakery di Indonesia.


