Kebab Turki Baba Rafi Rayakan 23 Tahun, Perkuat Transformasi Bisnis Menuju Growth to Greatness
Dokumentasi Foto: Baba Rafi
INFOBRAND.ID – Kebab Turki Baba Rafi menandai perjalanan 23 tahun dengan menggelar perayaan ulang tahun Baba Rafi Enterprise pada Jumat, 11 September 2026, di Gedung Baba Rafi Plaza, Sidoarjo. Memasuki usia lebih dari dua dekade, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh dengan memperkuat kualitas, pelayanan, kinerja outlet, serta tata kelola bisnis.
Perjalanan Kebab Turki Baba Rafi dimulai dari sebuah gerobak sederhana di Surabaya. Dalam perjalanannya, perusahaan sempat mengalami berbagai fase, mulai dari ekspansi dan pembukaan outlet dalam jumlah besar hingga menghadapi keputusan bisnis yang tidak selalu berjalan sesuai harapan.
Berbagai tantangan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Baba Rafi Enterprise hingga mampu bertahan dan berkembang selama 23 tahun.
“Dua puluh tiga tahun tentu bukan perjalanan yang singkat. Banyak hal telah kami lalui: keberhasilan, tantangan, perubahan, pembelajaran, bahkan masa-masa sulit yang ikut membentuk Baba Rafi hingga berada di titik ini,” ujar Hendy Setiono, Founder & Group CEO Baba Rafi Enterprise, saat diwawancarai tim redaksi INFOBRAND.ID.
Menurut Hendy, keberlangsungan bisnis selama lebih dari dua dekade tidak terlepas dari keberanian untuk terus belajar, beradaptasi, dan melakukan evaluasi. Baginya, membangun bisnis tidak semata-mata mengenai seberapa cepat sebuah perusahaan tumbuh, tetapi juga bagaimana perusahaan mampu bertahan, memperbaiki diri, dan menyesuaikan strategi dengan perubahan zaman.
Transformasi Bisnis Kebab Turki Baba Rafi
Semangat untuk terus beradaptasi turut tercermin dalam transformasi model bisnis Baba Rafi. Setelah berkembang melalui jaringan waralaba, perusahaan kini memperkuat strategi pengembangan outlet yang dikelola secara mandiri.
Dari sekitar 1.000 outlet yang beroperasi, sekitar 650 outlet saat ini telah dikelola secara mandiri. Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kualitas produk, pelayanan, operasional, serta performa masing-masing outlet.
Di tengah proses transformasi tersebut, Baba Rafi mencatat pertumbuhan sekitar 55 persen secara year-on-year.
Namun, pertumbuhan tersebut tidak dipandang sebagai alasan untuk berhenti melakukan pembenahan. Sebaliknya, peningkatan skala bisnis dinilai membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan perusahaan.
“Pertumbuhan membawa amanah dan tanggung jawab yang semakin besar. Kami tidak ingin hanya menjadi semakin besar. Kami ingin menjadi semakin baik, sehat, kuat, produktif, dan berkualitas,” tutur Hendy.
Mendapat Apresiasi dari Pemerintah dan Tokoh Kuliner
Perayaan ulang tahun ke-23 Baba Rafi Enterprise turut dihadiri sejumlah tokoh dan mitra dari berbagai sektor, termasuk Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc.; Brigjen TNI Dr. Singgih Pambudi Arianto, S.I.P., M.M., M.Han.; serta tokoh kuliner Jawa Timur sekaligus pemilik Sambal dan Oleh-Oleh Bu Rudy, Ibu Lanny Siswandi.
Dalam sambutannya, Emil Dardak menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan Baba Rafi yang mampu bertahan dan berkembang selama lebih dari dua dekade.
Ia menekankan pentingnya hubungan yang saling melengkapi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan pekerjaan.
Menurut Emil, perkembangan sektor usaha dan UMKM tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku bisnis, tetapi juga masyarakat secara lebih luas melalui terciptanya kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu menciptakan ruang dan ekosistem yang mendukung dunia usaha untuk berkembang. Regulasi dan kebijakan juga diharapkan tidak menjadi hambatan bagi pelaku usaha dalam mengembangkan bisnisnya.
Apresiasi juga datang dari Ibu Lanny Siswandi atau yang dikenal sebagai Bu Rudy. Ia menyampaikan penghargaan atas konsistensi Baba Rafi dalam mempertahankan sekaligus mengembangkan bisnis hingga mencapai usia 23 tahun.
Menurutnya, mempertahankan bisnis selama lebih dari dua dekade merupakan perjalanan yang panjang bagi seorang pengusaha. Ia juga berharap Hendy Setiono dapat terus membawa Baba Rafi berekspansi dan mengembangkan jaringan bisnisnya lebih luas, sekaligus membawa nama Jawa Timur dan Indonesia.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian dari apresiasi terhadap perjalanan Baba Rafi sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Kebab Turki Baba Rafi Serap 1.348 Tenaga Kerja
Selama 23 tahun perjalanan bisnisnya, Baba Rafi Enterprise juga berupaya memberikan dampak melalui penciptaan lapangan pekerjaan.
Saat ini, perusahaan telah menyerap sekitar 1.348 tenaga kerja yang menempati berbagai posisi di outlet, depo, produksi, dan manajemen yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Bagi Baba Rafi, pertumbuhan bisnis tidak hanya diukur dari bertambahnya skala usaha dan jumlah outlet. Pertumbuhan juga diharapkan dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja, belajar, berkembang, dan menempati posisi strategis di dalam perusahaan.
Jumlah tenaga kerja tersebut pun masih berpotensi bertambah seiring dengan pengembangan bisnis Baba Rafi ke depan.
“Jumlah ini masih belum besar dibandingkan kebutuhan lapangan pekerjaan yang ada. Karena itu, kami berharap dapat terus bertumbuh secara sehat agar semakin banyak kesempatan dan manfaat yang dapat kami hadirkan,” kata Hendy.
From Growth to Greatness, Babak Baru Baba Rafi
Memasuki usia ke-23, Baba Rafi mengusung tema “From Growth to Greatness — Quality, Service, and Store Performance.”
Tema tersebut menandai perubahan fokus perusahaan setelah melewati fase pertumbuhan dan perluasan jaringan. Kini, Baba Rafi ingin memastikan pertumbuhan bisnis berjalan seiring dengan peningkatan kualitas yang nyata.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian perusahaan meliputi konsistensi produk, pelayanan pelanggan, kekuatan operasional, integritas, serta kualitas pengalaman pelanggan di setiap outlet.
Setiap outlet diharapkan tidak hanya mampu beroperasi, tetapi juga sehat, produktif, terawat, dan menjadi tempat kerja yang membanggakan bagi seluruh tim.
Hendy menegaskan bahwa perjalanan Baba Rafi ke depan tidak selalu akan mudah. Karena itu, perusahaan membuka diri terhadap kritik, saran, arahan, dan kolaborasi sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan.
“Perusahaan yang besar bukanlah perusahaan yang merasa paling hebat, melainkan perusahaan yang tidak pernah berhenti berbenah,” ujar Hendy.
Apresiasi untuk Seluruh Mitra dan Keluarga Baba Rafi
Perjalanan 23 tahun Baba Rafi tidak dibangun seorang diri. Pelanggan, karyawan, mitra waralaba, mitra bisnis, pemasok bahan baku, perbankan, komunitas, media, hingga berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
Secara khusus, Baba Rafi memberikan apresiasi kepada para franchisee dan mitra yang sejak awal memberikan kepercayaan, pemasok dan vendor yang menjaga keberlangsungan rantai pasok, serta pelanggan yang terus membeli produk sekaligus memberikan masukan dan kritik.
Bagi perusahaan, setiap transaksi, masukan, maupun kritik pelanggan merupakan bagian dari proses evaluasi yang membantu Baba Rafi terus bertahan dan berkembang.
Apresiasi yang sama diberikan kepada seluruh karyawan, operator outlet, tim depo, tim produksi, tim manajemen, dan keluarga besar Baba Rafi Enterprise di berbagai wilayah Indonesia yang menjadi penggerak operasional perusahaan setiap hari.
“Ulang tahun ke-23 ini bukan hanya milik saya atau manajemen. Perjalanan ini adalah milik seluruh orang yang pernah bekerja, berjuang, menjadi mitra, membeli produk, memberikan kritik, dan mendoakan Baba Rafi,” ungkap Hendy.
Dari Gerobak Menjadi Global Brand
Dua puluh tiga tahun perjalanan menjadi pijakan bagi Baba Rafi untuk memasuki fase berikutnya. Perusahaan ingin tumbuh lebih sehat, kuat, dan memberikan manfaat yang lebih luas, sembari mempertahankan semangat yang telah menjadi bagian dari perjalanan bisnisnya, yaitu “Dari Gerobak Menjadi Global Brand.”
Bagi Baba Rafi, cita-cita tersebut bukanlah tanda bahwa perjalanan telah selesai. Sebaliknya, masih terdapat perjalanan panjang yang harus terus diperjuangkan.
Dengan memperkuat kualitas, pelayanan, kinerja outlet, ekspansi bisnis, dan kolaborasi dengan berbagai pihak, Baba Rafi berharap dapat terus bertumbuh dari Sidoarjo dan Jawa Timur, membawa nama Indonesia melangkah lebih jauh, sekaligus membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat.
“Perjalanan ke depan mungkin tidak selalu mudah. Namun, kami ingin menjaga satu komitmen: terus belajar, bekerja, memperbaiki diri, dan berusaha memberikan manfaat yang lebih luas,” tutup Hendy.


