Rabu, 16 September 2026

Follow us:

infobrand

Standard Chartered Proyeksikan ARB Tembus US$10 pada 2030, Ini Pendorongnya

Standard Chartered memproyeksikan harga token Arbitrum (ARB) mencapai US$10 pada 2030. Simak faktor pendorong dan prospeknya.

Standard Chartered Proyeksikan ARB Tembus US$10 pada 2030, Ini Pendorongnya Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID – Token Arbitrum (ARB) mendapat perhatian setelah Standard Chartered memproyeksikan harganya berpotensi mencapai US$10 pada akhir 2030. Proyeksi tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 70 kali lipat dibandingkan level harga saat bank tersebut memulai kajian terhadap aset kripto tersebut.

Proyeksi ini disampaikan oleh analis Standard Chartered, Geoff Kendrick, yang melihat Arbitrum memiliki peluang untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas aset digital, khususnya melalui tokenisasi aset dunia nyata atau real world assets (RWA).

Didukung Pertumbuhan Tokenisasi Aset

Salah satu faktor utama yang menjadi perhatian Standard Chartered adalah perkembangan tokenisasi aset. Tren tersebut memungkinkan aset konvensional maupun aset dunia nyata direpresentasikan dalam bentuk digital di jaringan blockchain.

Arbitrum dinilai memiliki posisi yang menarik karena merupakan jaringan layer-2 yang dibangun di atas Ethereum. Infrastruktur tersebut memungkinkan transaksi diproses dengan biaya dan kecepatan yang berbeda dibandingkan transaksi yang dilakukan langsung pada jaringan utama Ethereum.

Standard Chartered melihat meningkatnya kebutuhan lembaga keuangan tradisional untuk membawa aktivitas dan aset ke jaringan blockchain sebagai salah satu peluang pertumbuhan bagi Arbitrum.

Robinhood Chain Jadi Salah Satu Katalis

Perkembangan Robinhood Chain juga menjadi salah satu faktor yang disoroti dalam proyeksi tersebut.

Robinhood Chain, yang dikembangkan untuk mendukung aktivitas aset berbasis blockchain dan tokenisasi, mulai diluncurkan pada Juli 2026. Jaringan ini menggunakan teknologi Arbitrum sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas sekaligus pendapatan yang dihasilkan dari ekosistem Arbitrum.

Standard Chartered memperkirakan pendapatan Arbitrum dapat mencapai sekitar US$5 juta pada September 2026. Angka tersebut disebut lebih dari lima kali lipat dibandingkan tingkat pendapatan sebelum Robinhood Chain diluncurkan.

Kenaikan tersebut menjadi indikator yang diperhatikan karena semakin banyak perusahaan menggunakan teknologi Arbitrum, semakin besar pula potensi aktivitas ekonomi yang berlangsung di dalam ekosistemnya.

Model Pendapatan Ikut Menjadi Perhatian

Selain pertumbuhan penggunaan jaringan, model ekonomi Arbitrum juga menjadi bagian dari pertimbangan Standard Chartered.

Dalam skema Arbitrum Expansion Program (AEP), jaringan tersebut memperoleh bagian dari pendapatan bersih protokol yang dibangun menggunakan teknologi Arbitrum. InvestorTrust melaporkan bahwa porsinya mencapai 10% dari pendapatan bersih perusahaan yang membangun aplikasi di atas teknologi tersebut.

Model tersebut memberikan kemungkinan bagi peningkatan aktivitas jaringan untuk ikut berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan ekosistem.

Namun, kenaikan aktivitas jaringan tidak secara otomatis berarti kenaikan harga token ARB. Hubungan antara pertumbuhan fundamental jaringan dan nilai token tetap bergantung pada mekanisme ekonomi token, permintaan pasar, serta perkembangan ekosistem secara keseluruhan.

Persaingan Blockchain Tetap Menjadi Tantangan

Meski memiliki sejumlah katalis pertumbuhan, Arbitrum juga menghadapi persaingan di industri blockchain.

Persaingan tidak hanya datang dari jaringan layer-2 Ethereum lainnya, tetapi juga dari berbagai jaringan layer-1 dan infrastruktur blockchain yang menawarkan solusi untuk kebutuhan lembaga keuangan maupun perusahaan.

Karena itu, proyeksi harga US$10 yang disampaikan Standard Chartered merupakan sebuah target analis untuk akhir 2030, bukan kepastian harga. Pencapaiannya akan sangat bergantung pada pertumbuhan tokenisasi aset, adopsi institusional, aktivitas jaringan, serta kemampuan Arbitrum mempertahankan posisi di tengah persaingan blockchain.

Dengan meningkatnya keterlibatan institusi keuangan dalam pengembangan infrastruktur aset digital, Arbitrum kini tidak hanya dipandang sebagai jaringan pendukung ekosistem Ethereum, tetapi juga berpotensi menjadi salah satu infrastruktur yang digunakan dalam perkembangan tokenisasi aset dan aktivitas keuangan berbasis blockchain.

Proyeksi Standard Chartered tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana perkembangan penggunaan teknologi blockchain dan tokenisasi aset mulai menjadi bagian penting dalam analisis terhadap prospek aset digital hingga beberapa tahun mendatang.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV