Makin Praktis, Pemilik Motor Honda Bisa Cek Servis Gratis Lewat Aplikasi WANDA
Dokumentasi Foto: Wahana
NFOBRAND.ID – Digitalisasi layanan purnajual semakin menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman pelanggan. Tidak hanya mempermudah proses pembelian kendaraan, teknologi kini juga membantu konsumen mengelola kebutuhan perawatan sepeda motor setelah unit berada di tangan.
PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Jakarta dan Tangerang, menghadirkan kemudahan tersebut melalui fitur Kartu Perawatan Berkala (KPB) Digital yang tersedia di aplikasi WANDA.
Melalui fitur ini, pemilik sepeda motor Honda dapat mengecek fasilitas servis gratis yang dimiliki beserta masa berlakunya langsung melalui smartphone. Dengan demikian, konsumen tidak lagi sepenuhnya bergantung pada kartu perawatan berbentuk fisik yang berpotensi terselip atau hilang.
Kehadiran KPB Digital menjadi bagian dari transformasi layanan purnajual Honda yang semakin terintegrasi secara digital. Bagi konsumen, kemudahan tersebut juga membantu memastikan fasilitas perawatan berkala yang diperoleh setelah membeli kendaraan baru dapat digunakan sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
KPB Digital Permudah Akses Servis Berkala Honda
Kartu Perawatan Berkala merupakan fasilitas perawatan yang diberikan kepada pemilik sepeda motor Honda baru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Salah satu manfaatnya adalah kesempatan memperoleh layanan servis berkala gratis berdasarkan periode dan jadwal perawatan kendaraan.
Digitalisasi KPB membuat informasi tersebut dapat diakses melalui aplikasi WANDA. Konsumen bisa melihat fasilitas KPB yang masih tersedia sekaligus mengetahui masa berlakunya tanpa harus mencari kembali dokumen atau kartu perawatan fisik.
Bagi pemilik kendaraan, informasi masa berlaku menjadi penting karena fasilitas KPB memiliki periode penggunaan. Jika jadwal terlewat, konsumen berpotensi tidak dapat menggunakan manfaat perawatan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.
Dengan data yang tersedia di smartphone, pengguna dapat lebih mudah memantau kapan kendaraan perlu dibawa ke bengkel resmi AHASS.
Cara Cek KPB Digital Honda di WANDA
Mengakses informasi KPB Digital melalui aplikasi WANDA relatif sederhana.
Setelah memiliki aplikasi dan memastikan sepeda motor telah terdaftar, pengguna dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Buka aplikasi WANDA dan masuk ke menu Profile.
- Pilih menu Motor Saya.
- Pilih sepeda motor Honda yang sudah terdaftar pada akun.
- Masuk ke menu KPB.
- Informasi KPB Digital dan fasilitas perawatan kendaraan dapat dilihat melalui aplikasi.
Panduan resmi WANDA juga mengingatkan konsumen untuk melakukan booking servis terlebih dahulu ketika ingin menggunakan fasilitas KPB.
Dengan sistem tersebut, riwayat dan fasilitas perawatan kendaraan menjadi lebih mudah dikelola dalam satu platform.
Bisa Booking Servis Sebelum Datang ke AHASS
Fungsi WANDA tidak berhenti pada pengecekan KPB.
Ketika waktu perawatan kendaraan sudah mendekat, konsumen dapat menggunakan fitur Booking Service untuk mengatur kunjungan ke AHASS.
Wahana Honda menyarankan konsumen melakukan booking setidaknya H-1 sebelum jadwal kunjungan. Konsumen kemudian dapat memilih kendaraan yang akan diservis serta menentukan kunjungan sesuai jadwal yang tersedia.
Setelah datang ke AHASS sesuai jadwal, fasilitas servis yang tercatat dalam KPB Digital akan melalui proses verifikasi oleh petugas.
FAQ resmi WANDA juga menjelaskan bahwa klaim fasilitas KPB dapat dilakukan melalui aplikasi dengan terlebih dahulu melakukan booking servis. Saat check-in, konsumen menunjukkan smartphone kepada Service Advisor untuk proses verifikasi dan pencatatan informasi kendaraan.
Integrasi antara pengecekan KPB dan booking servis membuat proses perawatan kendaraan menjadi lebih terencana. Konsumen tidak hanya mengetahui hak servis yang masih dimiliki, tetapi juga dapat langsung menentukan waktu untuk memanfaatkannya.
WANDA Jadi Bagian dari Digitalisasi Customer Experience Honda
Kehadiran KPB Digital memperlihatkan semakin pentingnya layanan purnajual dalam membangun customer experience di industri otomotif.
Hubungan antara brand dan pelanggan tidak selesai ketika kendaraan berhasil terjual. Pengalaman ketika melakukan perawatan, mencari informasi, memperoleh bantuan hingga mengakses layanan bengkel juga dapat memengaruhi tingkat kepuasan serta loyalitas konsumen.
Head of Digital Initiatives PT Wahana Makmur Sejati, Rina Rusli, menyampaikan bahwa digitalisasi KPB ditujukan untuk membuat akses informasi servis dan proses penggunaan fasilitas perawatan di AHASS menjadi lebih praktis.
Menurut perusahaan, inovasi tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan yang semakin dekat dengan kebutuhan konsumen modern.
WANDA sendiri telah dikembangkan sebagai platform yang mengintegrasikan berbagai kebutuhan pelanggan Honda.
Selain KPB Digital dan booking servis, aplikasi tersebut menyediakan akses terhadap riwayat servis, informasi promo, program reward hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
Pendekatan ini membuat aplikasi tidak hanya berfungsi sebagai kanal komunikasi brand, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan konsumen setelah melakukan pembelian.
Layanan Purnajual Bergerak ke Ekosistem Digital
Perubahan perilaku konsumen yang semakin terbiasa menggunakan smartphone membuat layanan purnajual turut bergerak ke arah digital.
Kemudahan mengecek jadwal, mengetahui hak servis hingga melakukan booking tanpa harus datang terlebih dahulu ke bengkel dapat mengurangi sejumlah friction dalam customer journey.
Bagi perusahaan otomotif, digitalisasi juga membuka peluang untuk membangun hubungan yang lebih panjang dengan konsumen.
Brand dapat menghadirkan layanan yang relevan setelah transaksi, sementara pelanggan memperoleh akses yang lebih praktis terhadap informasi kendaraan yang dimilikinya.
Melalui KPB Digital di WANDA, WMS membawa salah satu aspek penting kepemilikan sepeda motor—yakni perawatan berkala—ke dalam ekosistem layanan digital.
Bagi pemilik motor Honda di wilayah layanan Wahana, langkah sederhana seperti membuka aplikasi kini dapat membantu mengecek fasilitas servis, masa berlaku KPB hingga merencanakan kunjungan ke AHASS.
Digitalisasi tersebut pada akhirnya bukan sekadar mengganti kartu fisik menjadi format elektronik. Lebih jauh, inovasi ini menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman pelanggan yang lebih mudah, terintegrasi, dan relevan dengan kebiasaan konsumen saat ini.

