DRMA dan Minth Siapkan Pabrik Komponen EV, Operasional Ditargetkan Kuartal II 2027
DRMA dan Minth Group membentuk Dharma Minth Indonesia untuk memproduksi komponen kendaraan listrik. Pabrik di Cibitung ditargetkan beroperasi kuartal II 2027.
Direktur Dharma Minth Indonesia Eduardus Pramudita, Wakil Presiden Direktur Dharma Minth Indonesia Samuel Koesno Habil, Direktur DRMA Dian Eka Hartiningsih, Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, Chief Strategic Officer
INFOBRAND.ID – Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang baru bagi industri komponen otomotif. Menangkap momentum tersebut, PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) menggandeng perusahaan komponen otomotif global Minth Group untuk membangun pijakan baru di rantai pasok kendaraan listrik nasional.
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pembentukan PT Dharma Minth Indonesia (DMI), perusahaan patungan yang akan memproduksi berbagai komponen kendaraan elektrifikasi. Fasilitas produksinya berlokasi di kawasan industri MM2100, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2027.
Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, mengatakan perseroan tidak perlu membangun fasilitas produksi dari awal. Bangunan pabrik telah tersedia sehingga persiapan saat ini difokuskan pada renovasi dan instalasi lini produksi.
Proses pemasangan mesin dan persiapan teknis ditargetkan berlangsung hingga kuartal II 2027. Setelah produksi berjalan, pengiriman komponen kepada pelanggan diproyeksikan dimulai pada kuartal III 2027.
Investasi Awal Rp45 Miliar
Pembentukan Dharma Minth Indonesia menjadi bagian dari strategi DRMA untuk memperluas portofolio bisnis ke segmen komponen kendaraan listrik.
Nilai investasi awal perusahaan patungan tersebut mencapai sekitar US$2,5 juta atau Rp45 miliar. Investasi kemudian direncanakan meningkat secara bertahap hingga sekitar US$10 juta atau Rp180 miliar.
Dari sisi kepemilikan, Minth Group memegang 51% saham, sedangkan Dharma Group menguasai 49% saham DMI.
Bagi DRMA, kemitraan ini bukan sekadar penambahan kapasitas produksi. Kerja sama dengan pemain global tersebut juga diarahkan untuk memperluas akses terhadap teknologi, produk, serta jaringan pelanggan baru.
Irianto menyebut kolaborasi ini diharapkan memberikan dua manfaat bagi Dharma Group, yaitu transfer teknologi dan terbentuknya sumber pertumbuhan pendapatan baru.
Bidik Komponen Penting Kendaraan Listrik
Dharma Minth Indonesia akan mengembangkan sejumlah produk yang berkaitan dengan kendaraan elektrifikasi.
Portofolionya mencakup battery housing, struktur bodi dan sasis berbasis aluminum extrusion, sistem sealing, serta berbagai komponen berbahan plastik. Produk tersebut dapat digunakan untuk kendaraan listrik berbasis baterai maupun kendaraan elektrifikasi lainnya, termasuk hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Salah satu fokus penting dalam kerja sama tersebut adalah battery case.
Chief Strategy Officer Minth Group, William Chin, menjelaskan bahwa battery case merupakan salah satu bagian penting dalam battery pack kendaraan listrik. Komponen ini berfungsi sebagai wadah sekaligus bagian struktural yang melindungi sistem baterai.
Secara global, Minth telah memiliki pengalaman dalam produksi battery case dan disebut telah memproduksi lebih dari enam juta unit untuk lebih dari 100 model kendaraan.
Manfaatkan Pertumbuhan Ekosistem EV
Langkah DRMA dan Minth dilakukan ketika pasar kendaraan listrik Indonesia terus berkembang.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dikutip Bisnis.com menunjukkan penjualan wholesales mobil listrik berbasis baterai mencapai 101.171 unit sepanjang Januari–Agustus 2026, meningkat 97,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pasar tersebut menciptakan kebutuhan baru terhadap komponen pendukung. Tidak hanya kendaraan jadi, perkembangan ekosistem EV juga membutuhkan pemasok battery housing, struktur kendaraan, komponen plastik, serta berbagai komponen lain yang dapat diproduksi secara lokal.
Bagi industri komponen nasional, kondisi tersebut membuka ruang untuk meningkatkan keterlibatan dalam rantai pasok kendaraan listrik.
Tak Hanya Pasar Domestik
Dharma Minth Indonesia juga tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
DRMA dan Minth membuka peluang agar fasilitas produksi di Indonesia dapat menjadi basis untuk memasok pasar ekspor. Dengan demikian, fasilitas tersebut berpotensi menjalankan fungsi yang lebih luas sebagai bagian dari jaringan manufaktur regional.
Minth juga melihat peluang untuk memasok komponen tidak hanya kepada original equipment manufacturer (OEM), tetapi juga produsen baterai.
Sejumlah produsen baterai global seperti CATL dan Gotion disebut sebagai salah satu kelompok pelanggan potensial yang dapat menjadi sasaran pengembangan bisnis komponen tersebut.
Strategi tersebut memperluas ruang pasar yang dapat digarap oleh perusahaan patungan. Dengan mengombinasikan pengalaman manufaktur DRMA di Indonesia dan jaringan global Minth, DMI berpotensi menjangkau lebih banyak segmen dalam ekosistem kendaraan listrik.
Perkuat Lokalisasi Komponen EV
Selain mengejar peluang bisnis, produksi komponen kendaraan listrik di dalam negeri juga berkaitan dengan agenda penguatan rantai pasok lokal.
Lokalisasi komponen menjadi salah satu isu penting seiring meningkatnya penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Produksi battery case dan komponen lainnya di dalam negeri dapat menjadi bagian dari proses membangun basis manufaktur yang lebih lengkap.
Bagi DRMA, langkah ini sekaligus memperluas kompetensi perusahaan dari bisnis komponen otomotif yang telah dijalankan sebelumnya menuju produk yang semakin terkait dengan perkembangan kendaraan elektrifikasi.
Dengan pabrik yang ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II 2027, tahapan berikutnya menjadi penting untuk melihat realisasi instalasi mesin, kapasitas produksi, serta implementasi pesanan yang telah diperoleh.
DRMA sendiri telah menyampaikan bahwa perusahaan patungan tersebut telah mendapatkan pesanan dari sejumlah produsen otomotif, termasuk Hyundai. Detail komponen untuk model kendaraan tertentu masih bersifat rahasia karena berkaitan dengan pengembangan produk baru.
Bila target operasional berjalan sesuai rencana, Dharma Minth Indonesia akan menjadi salah satu langkah strategis DRMA dalam memasuki pasar komponen kendaraan listrik sekaligus memperluas peran industri manufaktur Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.


