Selasa, 22 September 2026

Follow us:

infobrand

Hari Batik Nasional 2026, Kemenperin Dorong IKM Batik Naik Kelas dan Perluas Pasar

Hari Batik Nasional 2026, Kemenperin Dorong IKM Batik Naik Kelas dan Perluas Pasar Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID-Peringatan Hari Batik Nasional 2026 tidak hanya menjadi momentum untuk merayakan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Lebih dari itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI) menjadikannya sebagai ruang untuk memperkuat daya saing industri kecil dan menengah (IKM) batik di tengah perubahan pasar dan perkembangan teknologi.

Kemenperin mencatat terdapat 3.196 unit usaha batik di Indonesia yang terdiri atas 1.794 industri mikro, 815 industri kecil, 342 industri menengah, dan 208 industri besar. Besarnya basis industri tersebut menunjukkan bahwa batik memiliki peran penting tidak hanya dari sisi budaya, tetapi juga dalam menciptakan nilai ekonomi dan peluang usaha bagi masyarakat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai pengembangan industri batik perlu berjalan beriringan antara pelestarian budaya dan penguatan bisnis. Karena itu, peningkatan kualitas, inovasi produk, kapasitas produksi, serta perluasan akses pasar menjadi bagian penting dalam mendorong IKM batik agar semakin kompetitif di pasar nasional maupun global.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject artikel ibos 2027

Dari sisi pasar internasional, produk batik Indonesia mencatat nilai ekspor US$20,14 juta pada 2025, meningkat 32,50% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai US$15,20 juta. Namun, pada triwulan II 2026 nilai ekspor batik tercatat US$4,39 juta, turun 13,76% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang untuk memperkuat penetrasi pasar global.

Transformasi IKM Batik Mengikuti Perubahan Konsumen

Pengembangan IKM batik kini tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan motif dan nilai tradisional. Perubahan gaya hidup konsumen mendorong pelaku industri untuk menghadirkan produk yang tetap mempertahankan identitas budaya, tetapi lebih sesuai dengan kebutuhan pasar modern.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kemenperin Reni Yanita menyampaikan bahwa batik kini semakin berkembang sebagai bagian dari gaya hidup, termasuk di kalangan profesional dan generasi muda. Karena itu, IKM perlu mengembangkan produk yang mampu mengikuti tren tanpa kehilangan karakter budaya masing-masing daerah.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Artikel 2

Kemenperin pun menjalankan berbagai program untuk memperkuat ekosistem IKM batik, mulai dari fasilitasi sertifikasi, pelindungan indikasi geografis, revitalisasi sentra IKM, pengembangan sumber daya manusia, restrukturisasi mesin dan peralatan, hingga fasilitasi promosi dan pameran.

Transformasi teknologi juga menjadi perhatian. Penerapan Industri 4.0, termasuk pemanfaatan Enterprise Resource Planning (ERP), diarahkan untuk membantu industri batik meningkatkan efisiensi dan kemampuan pengelolaan bisnis.

Dukungan juga diberikan melalui sertifikasi seperti Batikmark, Sertifikat Industri Hijau, dan Sertifikat Halal. Di sisi lain, Kemenperin turut mendorong pengembangan batik berkelanjutan dan ramah lingkungan sekaligus regenerasi perajin melalui pelatihan, pendampingan, seminar, dan talkshow.

Hari Batik Nasional Menjadi Ruang Promosi dan Regenerasi

Rangkaian Hari Batik Nasional 2026 akan dipusatkan di Surabaya. Pameran HBN 2026 berlangsung 30 September–4 Oktober 2026 di Atrium Plaza Tunjungan 3 dengan melibatkan lebih dari 40 peserta.

Selain pameran, agenda juga mencakup fashion show dan talkshow yang membahas perkembangan industri batik. Salah satunya mengangkat tema “Batik Unlocked: Digital, Sustainable, & Resilient” yang membahas transformasi digital, keberlanjutan, serta ketangguhan industri batik.

Bagi pelaku IKM, momentum ini dapat menjadi ruang untuk mempertemukan kekuatan budaya dengan kebutuhan bisnis. Batik tidak hanya perlu dipertahankan sebagai warisan, tetapi juga dikembangkan menjadi produk yang memiliki daya saing, relevan dengan konsumen, serta mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dengan demikian, Hari Batik Nasional 2026 membawa pesan bahwa keberlanjutan industri batik sangat bergantung pada kemampuan seluruh ekosistem untuk menjaga identitas budaya sekaligus beradaptasi terhadap inovasi, teknologi, perubahan konsumen, dan dinamika pasar global.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV