Kamis, 20 Agustus 2026

Follow us:

infobrand

Mazda Bangun Pabrik di Bogor, Investasi Tembus Rp400 Miliar

Mazda membangun pabrik di Bogor dengan investasi lebih dari Rp400 miliar untuk merakit kendaraan lokal dan meningkatkan TKDN.

Mazda Bangun Pabrik di Bogor, Investasi Tembus Rp400 Miliar Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Bogor, menjadi fasilitas perakitan lokal pertama Mazda di Indonesia.

INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) resmi memulai perakitan kendaraan Mazda di dalam negeri melalui pengoperasian Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pabrik Mazda tersebut dibangun dengan nilai investasi lebih dari Rp400 miliar dan diresmikan pada Selasa (28/7).

Kehadiran fasilitas produksi ini menandai tahap baru perjalanan Mazda di pasar Indonesia. Setelah hampir satu dekade menjalankan peran sebagai agen pemegang merek, EMI kini mulai melakukan perakitan kendaraan secara lokal dengan menerapkan standar manufaktur global Mazda.

Presiden Direktur PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, Ricky Thio, menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas tersebut menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap industri otomotif nasional.

"Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami," kata Ricky.

Mazda Indonesia Plant berdiri di atas lahan seluas hampir 65.000 meter persegi. Fasilitas tersebut dilengkapi lini produksi, area validasi kualitas, lintasan uji khusus atau dedicated test track, serta sejumlah fasilitas pendukung yang dirancang sesuai standar manufaktur global perusahaan.

Pada tahap awal, pabrik Mazda di Bogor memproduksi Mazda CX-30 sebagai model pertama yang dirakit secara lokal. Dengan pengoperasian dua shift, fasilitas ini memiliki kapasitas produksi lebih dari 10.000 unit kendaraan per tahun. Meski demikian, kapasitas produksi bukan satu-satunya fokus pengembangan perusahaan.

Berbeda dengan fasilitas yang menggunakan jalur perakitan bersama, Mazda Indonesia Plant dibangun sebagai dedicated vehicle assembly facility. Peralatan, metode kerja, dan proses produksinya dirancang secara khusus untuk kendaraan Mazda guna menjaga konsistensi kualitas sesuai standar global perusahaan.

Proses produksi dilakukan secara terintegrasi, mulai dari penerimaan komponen completely knocked down atau CKD, pengelolaan material menggunakan Warehouse Management System, proses kitting, hingga distribusi komponen ke setiap stasiun perakitan.

Kegiatan produksi juga didukung Manufacturing Execution System. Melalui sistem tersebut, setiap komponen, tahapan perakitan, dan kendaraan yang diproduksi dapat terdokumentasi secara digital. Penerapan sistem ini memungkinkan riwayat produksi setiap kendaraan ditelusuri secara menyeluruh.

Setelah proses perakitan selesai, kendaraan menjalani sejumlah tahapan pengujian kualitas. Pemeriksaan tersebut mencakup body setting, wheel alignment, dynamic test di lintasan uji khusus, water leak test, underbody inspection, final inspection, dan product audit.

Hasil pemeriksaan kemudian divalidasi melalui Mazda Quality Index for Customer sebelum kendaraan didistribusikan kepada konsumen.

Ricky menjelaskan, Mazda Indonesia Plant tidak hanya dibangun untuk memproduksi satu model kendaraan. Fasilitas tersebut juga disiapkan sebagai fondasi pengembangan kegiatan manufaktur Mazda di Indonesia dalam jangka panjang.

Perusahaan berencana menambah model kendaraan yang dirakit secara lokal, meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap, dan memperbesar penggunaan komponen produksi dalam negeri. Peluang ekspor juga akan dipertimbangkan dengan menyesuaikan perkembangan pasar.

"Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia, mulai dari pengembangan model-model baru, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, hingga penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional," katanya.

Selain meningkatkan tingkat komponen dalam negeri atau TKDN, perusahaan juga menargetkan perluasan penyerapan tenaga kerja dan penguatan kerja sama dengan industri pendukung nasional. Langkah tersebut akan dilakukan dengan tetap mempertahankan standar kualitas global Mazda.

Sejak tahap awal pengembangan, pembangunan pabrik Mazda dilakukan bersama Mazda Motor Corporation. Kolaborasi tersebut mencakup proses transfer pengetahuan manufaktur dan penerapan standar produksi global.

Melalui investasi lebih dari Rp400 miliar tersebut, perusahaan berharap dapat memperkuat kegiatan operasional Mazda di Indonesia sekaligus memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri manufaktur otomotif nasional.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV