Industri Waralaba Indonesia Kian Prospektif, IFRA 2026 Bidik Transaksi Rp35 Miliar
Dokumentasi Foto : Alvin Pratama/INFOBRAND.ID
INFOBRAND.ID – Industri waralaba Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Optimisme tersebut tercermin dari penyelenggaraan The 25th IFRA Business Expo 2026 yang kembali mempertemukan pemilik merek, calon mitra, investor, dan pelaku usaha dalam satu ekosistem bisnis.
Hal tersebut disampaikan dalam Press Conference Pre-Event The 25th IFRA Business Expo 2026 yang digelar pada Kamis, 20 Agustus 2026, bertempat di Midaz Senayan Golf, Jakarta. Midaz sendiri berlokasi di kawasan Senayan Golf Park, Jakarta Pusat.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, IFRA 2026 membidik transaksi bisnis hingga Rp3,5 miliar. Target tersebut menjadi salah satu indikator optimisme terhadap prospek bisnis waralaba, lisensi, serta konsep kemitraan di Indonesia.
Project Manager IFRA Business Expo 2026, Mega Khoriani, mengatakan target transaksi tersebut dihitung dari potensi kesepakatan bisnis yang berlangsung selama pameran offline.
“Untuk di IFRA sendiri kan kita selama tiga hari itu adalah pameran offline ya, jadi kita menargetkan selama offline kita itu kurang lebihnya di Rp3,5 miliar, untuk target deal bisnisnya,” ujar Mega Khoriani.
Hadirkan Ratusan Brand
IFRA 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di ICE BSD, Tangerang. Pameran ini akan menghadirkan sekitar 250 brand yang menawarkan berbagai peluang bisnis kepada masyarakat.
Kehadiran ratusan brand tersebut menjadi peluang bagi calon entrepreneur untuk mendapatkan referensi bisnis secara langsung. Selain melihat konsep usaha, calon mitra juga dapat menggali informasi mengenai model kemitraan, investasi, dukungan operasional, hingga potensi pengembangan jaringan.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan IFRA 2026 menargetkan lebih dari 30.000 pengunjung yang datang secara hybrid.
“Tahun ini akan menargetkan lebih dari 30 ribu pengunjung secara hybrid untuk datang ke ICE BSD dan online dan akan dimeriahkan oleh 250 merek yang siap untuk tampil di franchise 2026 ini,” kata Daswar.
Target pengunjung tersebut memperlihatkan bahwa pameran waralaba tidak hanya menyasar investor atau calon franchisee. Kehadiran pelaku UMKM, pemilik brand, calon entrepreneur, hingga masyarakat yang ingin mencari alternatif bisnis turut menjadi bagian penting dari ekosistem IFRA.
Dorong Bisnis Waralaba Lebih Profesional
Mengusung tema “The Empowering of Growth Ethical Franchising”, IFRA 2026 juga membawa pesan mengenai pentingnya membangun bisnis waralaba yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Bagi industri waralaba, pertumbuhan jumlah merek perlu diikuti dengan peningkatan kualitas bisnis. Legalitas, transparansi informasi, kesiapan sistem, serta kemampuan brand dalam memberikan dukungan kepada mitra menjadi sejumlah aspek yang penting diperhatikan sebelum seseorang mengambil keputusan investasi.
Karena itu, keberadaan pameran seperti IFRA memiliki fungsi lebih luas dibandingkan sekadar menjadi tempat promosi. Forum tersebut dapat menjadi ruang edukasi sekaligus mempertemukan kebutuhan brand owner dengan calon mitra secara langsung.
Membuka Akses Bagi Entrepreneur Baru
IFRA 2026 juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih jauh dunia kewirausahaan. Salah satunya melalui Infrapreneur Business Concept Competition yang telah memasuki penyelenggaraan ke-10.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan konsep bisnis kepada generasi muda sekaligus mendorong munculnya ide-ide usaha baru.
Dengan semakin berkembangnya model franchise, lisensi, dan kemitraan, masyarakat kini memiliki lebih banyak alternatif untuk memasuki dunia bisnis. Namun, peluang tersebut tetap perlu diimbangi dengan kemampuan calon entrepreneur dalam melakukan riset dan memahami model bisnis yang ditawarkan.
Optimistis Industri Terus Bertumbuh
Target transaksi Rp3,5 miliar yang dipatok IFRA 2026 menunjukkan masih besarnya optimisme terhadap bisnis waralaba di Indonesia. Di sisi lain, target lebih dari 30.000 pengunjung dan partisipasi sekitar 250 brand memperlihatkan tingginya minat terhadap model pengembangan bisnis berbasis kemitraan.
Melalui pertemuan antara brand owner, investor, calon franchisee, dan komunitas bisnis, IFRA 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan transaksi selama tiga hari pameran, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis dalam jangka panjang.
Dengan demikian, The 25th IFRA Business Expo 2026 berpotensi menjadi salah satu momentum penting bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, menemukan mitra baru, sekaligus memperkuat fondasi ekosistem waralaba Indonesia yang semakin profesional dan berkelanjutan.

