Fortuna Shoes Bidik Pasar Global, Produksi 50 Ribu Pasang Sepatu per Tahun dan Tembus Jepang
Fortuna Shoes asal Bandung memiliki kapasitas produksi 50 ribu pasang sepatu per tahun dan menembus pasar Jepang, Inggris, Korea Selatan hingga Jerman.
Foto Dokumentasi Kemendag
INFOBRAND.ID – Industri alas kaki Indonesia kembali menunjukkan potensi di pasar global. Salah satunya ditunjukkan CV Fortuna Shoes, produsen sepatu asal Bandung yang telah mengembangkan pasar ekspor hingga Jepang, Inggris, Korea Selatan, dan Jerman.
Potensi tersebut mendapat perhatian dari Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri saat mengunjungi CV Fortuna Shoes di Bandung, Jawa Barat, Senin (14/9/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wamendag mengapresiasi kualitas produk Fortuna Shoes sekaligus mendorong perusahaan untuk terus memanfaatkan peluang ekspor melalui fasilitasi business matching yang disediakan Kementerian Perdagangan.
Fortuna Shoes Dorong Produk Sepatu Lokal ke Pasar Global
Bagi Fortuna Shoes, ekspansi pasar bukan sekadar mengejar pertumbuhan penjualan, tetapi juga membangun daya saing produk alas kaki Indonesia di pasar internasional.
Kementerian Perdagangan mendorong Fortuna Shoes memanfaatkan jaringan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan calon buyer dari berbagai negara melalui business matching dan business pitching.
Menurut Wamendag Roro, fasilitas tersebut dapat menjadi sarana bagi Fortuna Shoes untuk memperluas jaringan pasar ekspor dan menjangkau lebih banyak buyer potensial.
Peluang tersebut juga akan diperkuat melalui keikutsertaan Fortuna Shoes dalam stan Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Kehadiran di ajang perdagangan internasional tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan perusahaan untuk melakukan business matching secara langsung dengan calon mitra dari berbagai negara.
Produksi Capai 50 Ribu Pasang Sepatu per Tahun
Fortuna Shoes bukan pemain baru dalam industri alas kaki Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Dede Chandra pada 1969 di Bandung.
Selama lebih dari lima dekade, Fortuna Shoes mempertahankan tiga prinsip utama dalam menjalankan bisnisnya, yakni tradition, craftsmanship, dan quality. Prinsip tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi standar pasar ekspor.
Saat ini, Fortuna Shoes memiliki kapasitas produksi hingga 50 ribu pasang sepatu per tahun. Produk yang dihasilkan mencakup alas kaki dan bagiannya dengan kode HS 6403 dan 6406.
Dengan kapasitas tersebut, Fortuna Shoes telah mengembangkan pasar ekspor ke sejumlah negara, dengan Jepang menjadi tujuan ekspor utama, disusul United Kingdom, Korea Selatan, dan Jerman.
Jepang Jadi Pasar Utama Fortuna Shoes
Jepang menjadi salah satu pasar penting bagi Fortuna Shoes. Bahkan, perusahaan ini memiliki pengalaman panjang dalam memasok produk sepatu ke pasar Negeri Sakura.
Salah satu merek yang diproduksi Fortuna Shoes adalah Jalan Sriwijaya, yang dipasarkan secara khusus di Jepang melalui GMT Inc. Perusahaan tersebut berperan sebagai pemilik merek, importir, sekaligus pengelola gerai.
Saat ini, produk Jalan Sriwijaya telah dipasarkan melalui tujuh gerai di sejumlah kota di Jepang dan memiliki citra serta pangsa pasar yang kuat, khususnya di segmen konsumen menengah atas.
Menariknya, hubungan antara Fortuna Shoes dan pasar Jepang juga pernah mendapat perhatian langsung dari Wamendag Roro. Pada Juni 2025, Roro mengunjungi salah satu gerai Jalan Sriwijaya di kawasan Nihonbashi, Tokyo. Dalam kunjungan tersebut, ia berdiskusi dengan pemilik GMT Inc. sekaligus membeli produk sepatu Jalan Sriwijaya.
Manfaatkan Perjanjian Dagang untuk Tingkatkan Daya Saing
Ekspansi Fortuna Shoes ke pasar internasional juga didukung oleh pemanfaatan berbagai skema perdagangan dan fasilitas tarif preferensi.
Produk Fortuna Shoes yang diekspor ke negara mitra memperoleh fasilitas melalui sejumlah skema, antara lain Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) untuk pasar Jepang, ASEAN-Korea Free Trade Area (AKFTA) untuk Korea Selatan, serta Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa untuk pasar Eropa.
Pemanfaatan fasilitas perdagangan tersebut menjadi salah satu instrumen yang dapat membantu meningkatkan daya saing produk Indonesia ketika berhadapan dengan produk dari negara lain.
Bagi industri alas kaki, kemampuan memanfaatkan fasilitas perdagangan sekaligus menjaga kualitas produk menjadi kombinasi penting untuk mempertahankan posisi di pasar ekspor.
Fortuna Shoes Sudah Mengantongi SKA
Selain kapasitas produksi dan jaringan ekspor, aspek administrasi perdagangan juga menjadi bagian penting dari perjalanan Fortuna Shoes di pasar global.
Fortuna Shoes telah terdaftar dalam sistem e-SKA sejak 9 Januari 2012 dan telah menerbitkan Surat Keterangan Asal (SKA) sejak 2000. SKA menjadi dokumen yang menunjukkan asal barang Indonesia untuk kebutuhan perdagangan internasional.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan yang turut hadir dalam kunjungan tersebut menilai keberadaan SKA memberikan nilai tambah bagi produk Bandung yang berorientasi ekspor.
Menurutnya, SKA membuat pembeli di berbagai negara dapat mengetahui bahwa produk sepatu tersebut berasal dari Bandung. Hal ini sekaligus memperkuat identitas produk daerah dalam perdagangan internasional.
Peran Perempuan dalam Industri Fortuna Shoes
Selain kontribusinya terhadap ekspor, Fortuna Shoes juga memberikan dampak terhadap lingkungan sekitar perusahaan.
Wamendag Roro mengungkapkan bahwa sekitar 60 persen tenaga kerja di Fortuna Shoes merupakan perempuan. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu dampak pengganda positif bagi lingkungan sekitar perusahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan industri alas kaki tidak hanya berkaitan dengan produksi dan perdagangan, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan penciptaan kesempatan kerja dan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar sentra industri.
Pernah Raih Penghargaan Ekspor
Konsistensi Fortuna Shoes dalam mempertahankan kualitas juga telah mendapatkan pengakuan melalui sejumlah penghargaan.
Perusahaan ini pernah meraih penghargaan Produk Sepatu Terbaik Kategori Sepatu Harian untuk Laki-Laki pada Pameran Alas Kaki, Kulit & Produk Kulit Indonesia dari Kementerian Perindustrian pada 2009.
Fortuna Shoes juga meraih Primaniyarta Export Award untuk kategori Eksportir Pembangun Merek Global.
Pengalaman tersebut memperlihatkan bagaimana perusahaan alas kaki lokal dapat membangun kemampuan produksi sekaligus mengembangkan merek dan pasar di luar negeri.
Business Matching Jadi Strategi Perluasan Pasar
Dorongan Kemendag kepada Fortuna Shoes memperlihatkan bahwa perluasan ekspor tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi perusahaan.
Akses terhadap buyer, jaringan perdagangan internasional, pemahaman pasar tujuan, hingga pemanfaatan perjanjian perdagangan menjadi faktor yang turut menentukan kemampuan produk lokal menembus pasar global.
Melalui Atase Perdagangan dan ITPC, Kemendag berupaya membuka akses business matching dan business pitching bagi pelaku usaha Indonesia. Fortuna Shoes dapat memanfaatkan jaringan tersebut untuk memperluas koneksi dengan calon buyer sekaligus mencari peluang pasar baru.
Dengan kapasitas produksi mencapai 50 ribu pasang per tahun, pengalaman ekspor ke sejumlah negara, serta keberadaan merek Jalan Sriwijaya di tujuh gerai Jepang, Fortuna Shoes memiliki pengalaman yang dapat menjadi modal dalam pengembangan pasar berikutnya.
Bagi industri alas kaki nasional, kiprah Fortuna Shoes menjadi gambaran bahwa produk lokal tidak hanya memiliki peluang untuk memenuhi pasar domestik, tetapi juga dapat membangun posisi di pasar internasional melalui kualitas, konsistensi produksi, pengembangan merek, dan strategi ekspor yang berkelanjutan.


