Selasa, 15 September 2026

Follow us:

infobrand

Serella Food, Kisah Jelita Bangun Bisnis Makanan Sehat dari Nol

Serella Food, Kisah Jelita Bangun Bisnis Makanan Sehat dari Nol Serella Food

INFOBRAND.ID – Keputusan meninggalkan pekerjaan tetap untuk membangun bisnis bukanlah langkah sederhana. Namun, bagi Jelita Puspa Agustin, keputusan tersebut justru menjadi titik awal untuk mengembangkan Serella Food, brand makanan yang kini dipasarkan melalui berbagai kanal, termasuk retail modern dan pasar ekspor.

Sebelum menjadi entrepreneur, Jelita menjalani karier sebagai profesional di industri manufaktur baja. Kehidupan sebagai karyawan memberikan kepastian penghasilan dan berbagai fasilitas yang membuatnya berada di zona nyaman.

Di tengah rutinitas tersebut, Jelita bersama suaminya, Haryanta, menjalankan bisnis makanan sebagai usaha sampingan. Ketika permintaan terhadap produknya mulai menunjukkan perkembangan, muncul keyakinan bahwa bisnis tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan secara lebih serius.

Pada 2019, Jelita akhirnya memutuskan meninggalkan pekerjaannya dan fokus mengembangkan usaha Multipangan Sehat, dengan Serella Food sebagai brand produknya.

Berawal dari Produk Makanan Sehat

Sejak awal, Jelita ingin membangun bisnis yang memiliki positioning pada produk makanan yang lebih sehat. Salah satu produk yang dikembangkan adalah cereal bar berbasis oatmeal.

Seiring perjalanan bisnis, konsep tersebut kemudian diperluas. Multipangan Sehat mengembangkan berbagai produk, termasuk produk berbasis tepung mocaf atau singkong yang difermentasi.

Diversifikasi menjadi bagian penting dalam perjalanan Serella Food. Bagi Jelita, bisnis makanan tidak cukup hanya mengandalkan satu produk. Selera konsumen dapat berubah, tren dapat bergeser, dan kondisi pasar juga terus bergerak.

Karena itu, inovasi produk menjadi salah satu strategi yang terus dijalankan.

Pandemi Mengubah Strategi Bisnis

Perjalanan bisnis Serella Food tidak selalu berjalan mulus. Pandemi Covid-19 menjadi salah satu tantangan yang memaksa Jelita melakukan penyesuaian.

Ketika permintaan terhadap makanan kering mengalami tekanan, Jelita dan tim mencari alternatif produk yang dapat menjawab kebutuhan pasar. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengembangkan kategori frozen food, termasuk dimsum.

Strategi tersebut menjadi pengalaman penting bagi Jelita dalam memahami karakter bisnis UMKM.

Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki kemampuan beradaptasi karena kondisi pasar tidak selalu dapat diprediksi. Ketika satu kategori produk menghadapi tekanan, pelaku usaha harus mampu mencari peluang baru tanpa kehilangan arah bisnisnya.

Dari Komunitas UMKM hingga Retail Modern

Perkembangan Serella Food semakin terbuka ketika Jelita aktif mengikuti komunitas serta berbagai program pembinaan UMKM.

Keterlibatan dalam komunitas dan program pemerintah membuka akses terhadap pengetahuan, jejaring, serta berbagai peluang pengembangan usaha. Dari proses tersebut, produk Serella Food mulai mendapatkan perhatian dari sejumlah asosiasi hingga akhirnya membuka jalan menuju retail modern dan pasar ekspor.

Produk Serella Food kini telah dipasarkan melalui berbagai kanal, mulai dari marketplace, reseller dan dropshipper hingga kerja sama B2B dan retail modern.

Beberapa jaringan retail yang disebut telah menjadi kanal pemasaran produknya antara lain Transmart, Hero, AEON, Indomaret, Indogrosir dan sejumlah jaringan retail lainnya. Pemasaran juga dilakukan melalui toko oleh-oleh, kafe serta kanal penjualan lainnya.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk. Legalitas, sertifikasi, jaringan bisnis, kapasitas produksi, hingga kemampuan memenuhi standar mitra distribusi juga menjadi faktor penting untuk memperbesar skala usaha.

Membuka Jalan ke Pasar Ekspor

Langkah ekspansi Serella Food juga mulai mengarah ke pasar internasional.

Sejak 2022, produk Multipangan Sehat disebut telah memperoleh kesempatan pengiriman ke sejumlah pasar luar negeri, di antaranya Arab Saudi dan Singapura. Aktivitas tersebut masih dilakukan berdasarkan pesanan dan melalui pihak ketiga atau agregator.

Bagi Jelita, pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran untuk memahami dunia ekspor. Pasalnya, memasuki pasar internasional membutuhkan lebih dari sekadar produk yang diminati konsumen.

Pelaku UMKM perlu mempersiapkan berbagai aspek, mulai dari legalitas, sertifikasi, prosedur ekspor hingga kesiapan produksi.

Jelita juga mendapatkan berbagai pendampingan dan fasilitasi terkait pengembangan ekspor, termasuk melalui program Kementerian Perdagangan dan KADIN Indonesia. Ia juga pernah mengikuti export coaching program serta memperoleh pendampingan dalam sejumlah aspek usaha seperti HKI, halal, PIRT dan prosedur ekspor.

Inovasi Jadi Senjata Menghadapi Persaingan

Memasuki 2025 dan 2026, Jelita melihat persaingan bisnis UMKM semakin ketat. Bertambahnya jumlah pelaku usaha membuat konsumen memiliki semakin banyak pilihan.

Kondisi tersebut membuat inovasi menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan.

Serella Food kemudian mengembangkan sejumlah produk dengan karakter yang berbeda. Salah satunya adalah crispy brownies yang dibuat tipis dan berbentuk bulat dengan berbagai pilihan rasa seperti cappuccino, matcha, cokelat dan kayu manis.

Ada pula produk crepes banana yang menggunakan tepung pisang dan pisang asli dengan berbagai pilihan isian.

Strategi tersebut memperlihatkan bagaimana inovasi dapat digunakan bukan hanya untuk menciptakan produk baru, tetapi juga membangun diferensiasi di tengah pasar makanan yang semakin kompetitif.

Menjangkau Berbagai Segmen Konsumen

Salah satu kekuatan yang dikembangkan Multipangan Sehat adalah variasi produk dan harga.

Produk yang ditawarkan berada dalam rentang harga yang relatif beragam sehingga dapat menyasar konsumen dengan kebutuhan dan kemampuan belanja berbeda. Strategi ini juga diterapkan pada produk hampers, khususnya ketika memasuki momentum Ramadan dan Idulfitri.

Hampers menjadi salah satu momentum penting bagi bisnis. Ketika permintaan meningkat menjelang Idulfitri, kapasitas produksi Serella Food juga dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Diversifikasi tersebut sekaligus memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk memilih produk sesuai kebutuhan dan anggaran.

Tantangan Berikutnya: Modal dan Kapasitas Produksi

Pertumbuhan bisnis ternyata menghadirkan tantangan baru.

Ketika pemasaran berhasil diperluas dan permintaan meningkat, kebutuhan terhadap modal serta kapasitas produksi ikut bertambah. Saat ini, kegiatan produksi Multipangan Sehat masih dilakukan dari rumah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, dengan dukungan karyawan tetap dan tenaga freelance ketika memasuki periode permintaan tinggi.

Situasi ini menjadi gambaran nyata bahwa pertumbuhan UMKM memiliki konsekuensi. Strategi pemasaran yang berhasil meningkatkan permintaan harus diimbangi dengan kesiapan produksi.

Tanpa kapasitas yang memadai, pertumbuhan penjualan justru dapat menjadi tantangan baru bagi operasional bisnis.

Dari Zona Nyaman Menuju Pertumbuhan Bisnis

Kisah Jelita bersama Serella Food memperlihatkan bahwa membangun bisnis membutuhkan keberanian untuk mengambil keputusan sekaligus kesiapan menghadapi ketidakpastian.

Meninggalkan pekerjaan dengan penghasilan tetap bukan berarti perjalanan menjadi lebih mudah. Sebaliknya, dunia usaha menghadirkan tantangan yang terus berubah, mulai dari kondisi pasar, persaingan, inovasi produk, modal hingga kapasitas produksi.

Namun, pengalaman Serella Food menunjukkan bahwa tantangan tersebut dapat menjadi bagian dari proses pertumbuhan.

Mulai dari usaha keluarga, menghadapi pandemi, melakukan diversifikasi produk, membangun jaringan pemasaran, masuk ke retail modern hingga mencoba pasar ekspor, perjalanan Multipangan Sehat memperlihatkan bahwa sebuah UMKM dapat berkembang ketika mampu membaca perubahan dan terus beradaptasi.

Bagi Jelita, keputusan keluar dari zona nyaman pada akhirnya bukan sekadar tentang meninggalkan pekerjaan. Lebih dari itu, keputusan tersebut menjadi langkah untuk membangun bisnis yang terus bertumbuh melalui inovasi, keberanian dan konsistensi.

Serella Food menjadi salah satu contoh bahwa peluang bisnis dapat tumbuh dari langkah sederhana, selama pelaku usaha berani memulai, mau beradaptasi dan konsisten mengembangkan produknya.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV