Unicharm Tanam 1.000 Bibit Mangrove di Karawang
Unicharm Indonesia menanam 1.000 bibit mangrove di Karawang untuk membantu memulihkan ekosistem pesisir dan mengurangi dampak abrasi.
Penanaman 1.000 bibit mangrove oleh Unicharm Indonesia bersama DLHK Kabupaten Karawang di Pantai Jaya Bahari.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Unicharm Indonesia menanam 1.000 bibit mangrove di kawasan Pantai Jaya Bahari, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada 29 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mendukung pemulihan ekosistem pesisir Karawang.
Aksi bertajuk “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang” tersebut dilaksanakan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Karawang. Melalui penanaman mangrove, Unicharm Indonesia berharap dapat membantu mengurangi dampak abrasi, memulihkan ekosistem pesisir, serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Direktur Unicharm Indonesia Eiji Ito mengungkapkan, “Sebagai perusahaan yang mengoperasikan dua unit pabrik di wilayah Karawang, kami memiliki tanggung jawab moral yang kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan setempat. Setelah sebelumnya kami berkontribusi menanam 1.500 pohon bambu di area tanggul Sungai Citarum pada tahun 2021, kali ini kami melanjutkannya dengan melakukan restorasi kawasan pesisir melalui penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari.”
Menurut Eiji, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menekan laju abrasi pantai dan memulihkan keseimbangan ekosistem laut. Program ini juga menjadi bagian dari penerapan slogan Unicharm, Ethical Living for SDGs, yang diarahkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Penanaman mangrove dilaksanakan berdekatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli. Peringatan internasional yang ditetapkan UNESCO tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai peran ekosistem mangrove bagi manusia dan keanekaragaman hayati.
Mangrove memiliki sejumlah fungsi penting, antara lain menyerap karbon secara alami, melindungi garis pantai dari gelombang tinggi, serta menahan erosi dan abrasi. Keberadaan kawasan mangrove juga berperan dalam menjaga keseimbangan habitat berbagai jenis biota pesisir.
Berdasarkan surat edaran Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia terkait peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Indonesia memiliki sekitar 23% dari total luas mangrove global. Namun, ekosistem tersebut menghadapi berbagai tantangan, seperti alih fungsi lahan, penebangan liar, pencemaran, dan abrasi pantai.
Apabila tidak disertai upaya pemulihan, kerusakan mangrove dapat mengurangi perlindungan alami bagi masyarakat pesisir dan memperburuk degradasi kawasan pantai. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Unicharm Indonesia menjalankan program penanaman mangrove di Karawang.
Pemilihan Pantai Jaya Bahari sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada kondisi pesisir setempat. Mengacu pada data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Karawang tahun 2020, lebih dari 23 kilometer garis pantai di wilayah Karawang berada dalam kondisi abrasi yang buruk.
Unicharm Indonesia menyatakan program tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Pertumbuhan dan perkembangan bibit mangrove akan dipantau secara berkala untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dan bertahan secara optimal.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Keanekaragaman Hayati DLHK Kabupaten Karawang Agus Mustaqim menyampaikan bahwa pemulihan kawasan pesisir membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas komitmen nyata dari Unicharm Indonesia yang turut berkontribusi dalam membantu pemulihan ekosistem pesisir Karawang. Mangrove memiliki peran vital sebagai benteng alami pelindung daratan. Isu abrasi dan pelestarian lingkungan adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian. Oleh karena itu, kolaborasi strategis lintas sektor antara pemerintah dan dunia usaha seperti ini merupakan kunci utama dalam merealisasikan pengelolaan lingkungan hidup yang berkelanjutan di wilayah Kabupaten Karawang,” tutupnya.
Melalui penanaman 1.000 bibit mangrove di Pantai Jaya Bahari, Unicharm Indonesia dan DLHK Kabupaten Karawang melanjutkan upaya pemulihan ekosistem pesisir. Program penanaman mangrove ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang telah menjalankan bisnis di Indonesia selama hampir 30 tahun.

