Kamis, 20 Agustus 2026

Follow us:

infobrand

TBIG Siapkan Ekspansi ke Bisnis NAP

TBIG menyiapkan ekspansi bisnis NAP dengan memanfaatkan jaringan serat optik, menara, pusat data, dan pasar pelanggan Grup Tower Bersama.

TBIG Siapkan Ekspansi ke Bisnis NAP TBIG melalui PT Tower Bersama berencana mengembangkan bisnis Network Access Point untuk pelanggan ISP dan korporasi.

INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melalui perusahaan terkendalinya, PT Tower Bersama (TB), berencana menambah kegiatan usaha di bidang Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet atau Network Access Point (NAP). Langkah ini akan memperluas segmen bisnis Grup TBIG dari penyedia infrastruktur menara telekomunikasi dan jaringan serat optik ke layanan konektivitas internet untuk pelanggan bisnis.

Kegiatan usaha baru tersebut masuk dalam Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) nomor 61107. Dalam bisnis telekomunikasi, NAP berfungsi menghubungkan jaringan distribusi internet lokal dengan jaringan backbone internet internasional.

Layanan yang dikembangkan PT Tower Bersama akan menyasar pelanggan business-to-business (B2B), terutama Internet Service Provider (ISP), perusahaan, dan institusi yang membutuhkan akses internet berbasis protokol internet atau IP.

Selama ini, PT Tower Bersama mengoperasikan menara telekomunikasi dan micro cell pole yang disewakan kepada operator telekomunikasi melalui kontrak jangka panjang. Penambahan bisnis NAP direncanakan untuk melengkapi kebutuhan pelanggan terhadap layanan konektivitas yang lebih luas.

"Manajemen sering kali mendapatkan kebutuhan pelanggan yang tidak hanya berupa penyewaan menara, tetapi juga kebutuhan konektivitas yang lebih luas, seiring meningkatnya kebutuhan layanan infrastruktur jaringan fixed broadband bagi perusahaan maupun individu," tulis manajemen TBIG dalam prospektus yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (16/7/2026).

Manajemen TBIG menjelaskan bahwa perseroan memiliki kapasitas dan kemampuan untuk mengelola layanan NAP. Hal tersebut didukung pengalaman PT Tower Bersama dan entitas anak lainnya dalam menjalankan bisnis serta mengembangkan infrastruktur telekomunikasi.

“Dengan demikian, pelaksanaan kegiatan usaha NAP dapat dilakukan melalui optimalisasi sumber daya dan kapasitas yang telah berjalan selama ini,” ungkap manajemen TBIG dalam penjelasan resmi kepada BEI.

Model bisnis NAP akan dikembangkan sebagai layanan wholesale IP transit. Dalam menjalankan bisnis tersebut, Grup TBIG akan memanfaatkan sejumlah aset yang telah dimiliki, termasuk jaringan serat optik sepanjang sekitar 60.000 kilometer, menara telekomunikasi, pusat data, dan anak perusahaan yang bergerak di bidang ISP.

Perseroan juga memiliki captive market internal dengan target pelanggan ISP Tier 2 dan Tier 3 serta segmen korporasi. Dengan dukungan aset dan pasar tersebut, pengembangan bisnis NAP disebut tidak memerlukan pembentukan perusahaan baru maupun tambahan investasi dalam jumlah besar.

PT Tower Bersama akan membentuk unit khusus untuk menjalankan operasional NAP di bawah Direktorat Pengembangan dan Implementasi. Pembentukan unit tersebut diperkirakan tidak mengubah struktur organisasi perusahaan secara signifikan.

Kebutuhan tenaga kerja untuk bidang jaringan, keamanan siber, dan manajemen sistem juga akan dipenuhi melalui sumber daya manusia yang telah tersedia di Grup TBIG.

Sebagai bagian dari persiapan ekspansi, TBIG menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Martokoesoemo, Pakpahan dan Rekan untuk menyusun studi kelayakan. Berdasarkan penilaian tersebut, penambahan kegiatan usaha NAP dinyatakan layak untuk dijalankan.

"Dengan mempertimbangkan akses Perseroan terhadap pangsa pasar yang cukup kuat, pengalaman Grup dalam industri, serta potensi sinergi dari kapasitas yang telah dimiliki, penambahan kegiatan usaha Aktivitas Jasa Gerbang Akses Internet dinilai layak," tulis KJPP dalam prospektus.

TBIG selanjutnya akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang dijadwalkan pada 24 Agustus 2026. PT Tower Bersama juga masih menyelesaikan proses perizinan dan perubahan anggaran dasar terkait penambahan kegiatan usaha tersebut.

“Rencana perubahan kegiatan usaha akan berdampak positif bagi kelangsungan usaha TB dan tentunya akan berdampak pula terhadap kondisi keuangan TB. Dengan adanya rencana perubahan kegiatan usaha diharapkan pendapatan usaha serta aset TB dan TBIG akan meningkat di tahun-tahun mendatang sekaligus memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham.”

Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), saham TBIG ditutup turun 1,05% menjadi Rp1.415 per saham dari posisi sebelumnya Rp1.430. Berdasarkan data BEI, kapitalisasi pasar TBIG tercatat sekitar Rp32,17 triliun. Rencana pengembangan bisnis NAP menjadi bagian dari upaya perseroan memperluas kegiatan usaha dengan memanfaatkan jaringan dan infrastruktur yang telah dimiliki.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV