Strategi ESG IMIP Hadapi Pasar Global dan Regulasi Uni Eropa
IMIP memperkuat strategi ESG melalui transisi energi, pengelolaan lingkungan, program sosial, dan penerapan standar pasar global.
Kawasan industri IMIP di Morowali menjalankan strategi ESG untuk menghadapi regulasi dan kebutuhan pasar global.
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menempatkan penerapan Environmental, Social, and Governance atau ESG IMIP sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan dalam menghadapi perkembangan pasar global dan regulasi internasional.
IMIP merupakan pengelola kawasan industri terintegrasi berbasis nikel yang berdiri di atas lahan sekitar 4.000 hektare di Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan tersebut menaungi klaster industri stainless steel, carbon steel, serta baterai kendaraan listrik yang saling terhubung dalam satu ekosistem produksi.
Melalui model industri terintegrasi, limbah dari satu proses produksi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk lini produksi lainnya. Pengelolaan energi dan pemantauan lingkungan juga dilakukan secara terpusat untuk mendukung efisiensi operasional kawasan.
"Sejak tahun 2024, IMIP telah mengaplikasikan kerangka kerja ESG sebagai komitmen nyata perusahaan dalam penerapan standar tata kelola yang transparan, bertanggung jawab, dan aman," ujar Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto.
Menurut Yulius, penerapan ESG tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kewajiban kepatuhan, tetapi juga menjadi arah strategis bagi seluruh departemen dan tenant dalam membangun serta menjaga kepercayaan publik.
Pelaksanaannya didukung oleh struktur tata kelola yang mencakup ESG Committee, ESG Office, dan ESG Team di setiap tenant. Setiap bagian memiliki pembagian peran dan tanggung jawab dalam menjalankan program perusahaan.
Implementasi ESG IMIP dilakukan melalui ESG Management System berbasis siklus Plan-Do-Check-Act atau PDCA. Sistem tersebut diselaraskan dengan peta jalan ESG perusahaan hingga 2030.
Dalam sektor energi, IMIP menjalankan transisi menuju penggunaan sumber energi yang lebih bersih secara bertahap. Hingga akhir 2025, kawasan tersebut telah mengoperasikan 502 kendaraan listrik, termasuk dump truck dan berbagai jenis alat berat.
Pada Mei 2026, perusahaan menambah 207 bus listrik yang digunakan sebagai moda transportasi utama bagi karyawan. IMIP juga mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 200 MWp yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Selain tenaga surya, perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan panas buangan untuk pembangkit listrik atau waste heat power generation, tenaga air, serta biomassa.
Head of Environment Department PT IMIP, Yundi Sobur, mengatakan perusahaan turut menetapkan kualifikasi dalam pengadaan baja daur ulang atau scrap steel untuk mengurangi emisi karbon dari sisi pasokan bahan baku.
"Upaya ini meliputi pemanfaatan battery energy storage system, belt conveyor, slurry pipeline, serta pengembangan sumber energi ramah lingkungan," jelasnya, menggambarkan pendekatan holistik yang memadukan inovasi teknologi, efisiensi energi, transportasi rendah karbon, dan ekonomi sirkular.
Prinsip ekonomi sirkular juga diterapkan dalam pengelolaan limbah dan air. Instalasi Pengolahan Air Limbah tersedia di tingkat kawasan maupun tenant. Sistem tersebut didukung Sistem Pemantauan Air Limbah Secara Terus-Menerus atau SPARING yang terhubung dengan platform Kementerian Lingkungan Hidup.
Pada periode Januari hingga Mei 2026, pemanfaatan limbah organik dan anorganik tercatat mencapai 30,8 ton atau 5,6% dari total timbulan limbah sebanyak 549 ton. Komposisinya terdiri atas 74,68% limbah organik, 10,26% limbah anorganik, dan 15,06% residu.
Pada aspek sosial, IMIP menjalankan sejumlah program kemasyarakatan, seperti layanan kesehatan gratis, donor darah rutin hingga empat kali dalam setahun, serta edukasi pencegahan kebakaran dan keamanan instalasi listrik rumah tangga. Program tersebut telah menjangkau puluhan desa dan ribuan warga.
"Kami memberikan fasilitas APAR gratis di kantor-kantor desa, serta menyediakan layanan mobil Damkar dan ambulans untuk respons cepat jika terjadi bencana," kata Head of Department OHS PT IMIP, Johny Semuel.
Penerapan ESG IMIP juga berkaitan dengan pemberlakuan Carbon Border Adjustment Mechanism oleh Uni Eropa sejak Januari 2026. Kebijakan tersebut memperketat persyaratan lingkungan serta uji tuntas Hak Asasi Manusia bagi industri yang memasok pasar ekspor.
Untuk menghadapi ketentuan tersebut, IMIP menyusun laporan ESG dengan mengacu pada sejumlah standar internasional, antara lain GRI, ISSB, Responsible Minerals Initiative, OECD Due Diligence Guidance, ISO 14064, ISO 14067, dan ISO 50001. Perusahaan juga mengacu pada prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa dan International Labour Organization serta mengembangkan Responsible Supply Chain Due Diligence System dalam rantai nilai.
Roadmap ESG perusahaan diarahkan pada penguatan program tanggung jawab sosial, riset dan pemetaan sosial, penyelarasan dengan pembangunan daerah, serta pengembangan kapasitas masyarakat dan ekosistem lokal.
"Pada 2030, kami menargetkan terciptanya masyarakat yang tangguh dan berdaya saing di tengah ekosistem sosial dan lingkungan yang lestari," ungkap Yulius optimis.
Sebagai bagian dari rantai pasok industri baterai kendaraan listrik, IMIP juga memperkuat pengelolaan data ESG melalui sistem ketertelusuran atau traceability yang diselaraskan dengan standar global. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi persyaratan pasar internasional dan menjalankan peta jalan ESG hingga 2030.

