Kamis, 20 Agustus 2026

Follow us:

infobrand

PT KBI Dukung Ekspor Kopi Indonesia ke Tiongkok dan Maroko

PT KBI mendukung ekspor kopi Indonesia ke Tiongkok dan Maroko melalui pemanfaatan Sistem Resi Gudang yang transparan dan terintegrasi.

PT KBI Dukung Ekspor Kopi Indonesia ke Tiongkok dan Maroko Pelepasan ekspor kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage menuju Tiongkok dan Maroko.

INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) mendukung ekspor kopi Indonesia ke pasar global melalui pemanfaatan Sistem Resi Gudang (SRG). Dukungan tersebut ditunjukkan dengan keikutsertaan PT KBI dalam kegiatan pelepasan ekspor komoditas kopi dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung, Jawa Barat, menuju Tiongkok dan Maroko.

Dalam kegiatan tersebut, PT KBI turut mendampingi Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pertama yang dipercaya menjalankan fungsi Pusat Registrasi SRG, PT KBI berperan dalam mendukung tata kelola komoditas yang disimpan dan diperdagangkan melalui sistem tersebut.

Pelepasan ekspor kopi Indonesia ini mencakup pengiriman sebanyak 38,4 ton atau setara dengan dua kontainer. Total nilai ekspor tercatat mencapai US$227.443,20.

Pengiriman tersebut terdiri atas satu kontainer Kopi Robusta Grade 2 dengan volume 19,2 ton senilai US$71.040 yang ditujukan ke Maroko. Sementara itu, satu kontainer lainnya berisi Kopi Arabika Semi Wash sebanyak 19,2 ton dengan nilai US$156.403,20 yang dikirim ke Tiongkok.

Setelah pengiriman perdana tersebut, pengelola Gudang SRG juga telah menjadwalkan ekspor tahap berikutnya. Pengiriman lanjutan mencakup delapan kontainer Kopi Arabika Semi Wash dengan total volume 153,6 ton dan nilai mencapai US$1.251.225,60 menuju Tiongkok.

Seluruh komoditas kopi dalam rangkaian ekspor tersebut berasal dari Gudang SRG KAI-ASLI Gedebage, Bandung.

Pemanfaatan Sistem Resi Gudang memungkinkan komoditas disimpan dengan mekanisme pencatatan dan pengawasan yang terstruktur. Sistem ini juga digunakan untuk mendukung akses pembiayaan bagi petani, koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta pelaku usaha komoditas.

Dalam kegiatan ekspor kopi Indonesia tersebut, komoditas yang dikelola melalui SRG dapat dipasarkan ke negara tujuan setelah memenuhi persyaratan perdagangan yang berlaku. Skema ini menempatkan SRG tidak hanya sebagai instrumen pembiayaan, tetapi juga sebagai bagian dari rantai pasok dan perdagangan komoditas.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia, Budi Susanto, mengatakan ekspor tersebut menunjukkan peran SRG dalam mendukung peningkatan daya saing komoditas nasional. Menurutnya, SRG dapat membantu menghubungkan komoditas yang dihasilkan petani dan pelaku usaha dengan pasar internasional.

"Sebagai pelopor Pusat Registrasi SRG di Indonesia, PT Kliring Berjangka Indonesia akan terus memperkuat tata kelola, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar pemanfaatan SRG semakin luas serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.

Budi menambahkan, PT KBI terus memperkuat ekosistem SRG melalui penyelenggaraan registrasi yang aman, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra dagang terhadap komoditas yang dikelola melalui SRG.

Ekspor kopi Indonesia ke Tiongkok dan Maroko juga diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi komoditas nasional. Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka peluang ekspor dan akses pembiayaan bagi petani, koperasi, UMKM, serta pelaku usaha di sektor komoditas.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV