Kamis, 20 Agustus 2026

Follow us:

infobrand

Program Desa Impian Antar PTBA Raih AREA 2026

Program Desa Impian mengantarkan PTBA meraih AREA 2026 melalui pemberdayaan ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat Muara Enim.

Program Desa Impian Antar PTBA Raih AREA 2026 Program Desa Impian PTBA mendorong pengembangan mata pencaharian masyarakat yang legal, produktif, dan berkelanjutan.

INFOBRAND.ID, Jakarta – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraih Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026 melalui Program Desa Impian. Anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID tersebut mendapatkan penghargaan pada kategori Social Empowerment.

AREA merupakan penghargaan yang diselenggarakan Enterprise Asia untuk mengapresiasi perusahaan di kawasan Asia yang menjalankan praktik bisnis berkelanjutan serta memberikan dampak kepada masyarakat. Penghargaan kepada PTBA diumumkan dalam seremoni AREA 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap komitmen perusahaan dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat. Program yang dikembangkan tidak hanya diarahkan untuk memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga mendorong perubahan sosial dan pelestarian lingkungan.

"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Perseroan untuk terus menghadirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami percaya bahwa keberlanjutan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang mampu menciptakan kemandirian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Program Desa Impian merupakan wujud komitmen tersebut, di mana masyarakat menjadi pelaku utama dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” terang Eko.

Program Desa Impian merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada transformasi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Program ini mendorong pengembangan mata pencaharian yang legal, produktif, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Pelaksanaannya menggunakan pendekatan ekonomi sirkular dengan mengintegrasikan sektor perkebunan, peternakan, dan perikanan. Program tersebut juga melibatkan kemitraan multipihak untuk mendukung terbentuknya kemandirian masyarakat.

Program Desa Impian dikembangkan untuk menjawab sejumlah tantangan sosial dan ekonomi di Kabupaten Muara Enim. Penerima manfaatnya antara lain mantan penambang tanpa izin atau PETI yang memiliki pendapatan rendah dan tidak menentu, ibu rumah tangga dari keluarga prasejahtera yang belum memperoleh akses terhadap kegiatan ekonomi produktif, serta anak-anak dengan keterbatasan akses pendidikan dan pengembangan keterampilan.

Ketergantungan sebagian masyarakat terhadap pertambangan tanpa izin juga menimbulkan sejumlah persoalan, seperti kerusakan lingkungan dan konflik sosial. Di sisi lain, terdapat lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi dikembangkan sebagai kawasan pertanian produktif.

Hingga akhir 2025, Program Desa Impian mencatat peningkatan pendapatan masyarakat menjadi Rp2 juta hingga Rp10 juta per bulan. Omzet kelompok usaha yang terlibat dalam program tersebut mencapai sekitar Rp10,5 miliar per tahun.

Program ini juga mendukung peralihan mata pencaharian mantan penambang tanpa izin menuju kegiatan usaha lain yang legal dan berkelanjutan.

Pada aspek lingkungan, Program Desa Impian mengelola 7,1 ton limbah non-B3 setiap tahun. Program tersebut juga mengolah 10 ton limbah peternakan menjadi pupuk organik.

Sebanyak 131.969 bibit pohon telah ditanam dengan kontribusi penyerapan karbon lebih dari 4.284 ton CO₂ per tahun. Program ini juga meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 268.183 liter per tahun serta mengurangi konsumsi energi dan emisi karbon melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS.

Eko menyampaikan bahwa PTBA akan memperkuat keberlanjutan Program Desa Impian melalui pengembangan Sentra Ilmu sebagai pusat pembelajaran pertanian. Perusahaan juga akan memperkuat kelembagaan koperasi, mengembangkan tokoh penggerak lokal, serta mendigitalisasi sistem kemitraan melalui Agro Bank.

Selain itu, PTBA merencanakan replikasi Program Desa Impian di berbagai wilayah agar pendekatan pemberdayaan yang diterapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami berharap Program Desa Impian dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat yang mampu direplikasi di berbagai daerah. Melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, PTBA berkomitmen menciptakan nilai bersama yang mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)," tutup Eko.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV