Omron Hadirkan Nebulizer NE-U300 untuk Mendukung Terapi Pernapasan Anak
Omron meluncurkan Nebulizer NE-U300 dengan desain portabel, senyap, dan rechargeable untuk mendukung terapi pernapasan anak secara nyaman.
Omron Healthcare Indonesia memperkenalkan Nebulizer NE-U300 sebagai perangkat terapi pernapasan portabel untuk keluarga.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Omron Healthcare Indonesia meluncurkan Nebulizer NE-U300 sebagai perangkat terapi pernapasan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan alat nebulizer yang praktis, portabel, dan nyaman digunakan. Peluncuran produk ini dilakukan di tengah masih tingginya kasus gangguan pernapasan pada anak di Indonesia.
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan, gangguan pernapasan atau asma pada anak usia di bawah empat tahun mencapai 70.771 kasus. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya akses terhadap perangkat terapi inhalasi yang dapat digunakan secara lebih mudah, baik di rumah maupun saat bepergian.
Nebulizer NE-U300 hadir dengan desain ringkas, pengoperasian yang senyap, serta menggunakan sistem pengisian daya melalui USB Type-C. Perangkat ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi keluarga dalam menjalankan terapi inhalasi secara lebih nyaman dan konsisten.
Direktur Omron Healthcare Indonesia, Tomoaki Watanabe, mengatakan bahwa tren penggunaan mesh nebulizer terus meningkat di kalangan konsumen. Namun, menurutnya, tidak semua produk yang tersedia di pasaran mampu memberikan performa dan konsistensi yang sesuai dengan harapan pengguna.
Ia menjelaskan bahwa NE-U300 dikembangkan dengan tetap mempertahankan standar kualitas nebulizer Omron yang telah digunakan oleh jutaan orang di berbagai negara.
“Harapannya, lebih banyak keluarga, khususnya para ibu muda yang dinamis, punya akses ke alat bantu napas yang praktis, reliable, dengan harga terjangkau," ujar Tomoaki di acara peluncuran, Kamis (2/7), di Jakarta.
Peluncuran NE-U300 juga melengkapi lini mesh nebulizer Omron di Indonesia. Sebelumnya, perusahaan telah menghadirkan seri NE-U100 untuk segmen premium dan NE-U200 untuk segmen menengah.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Wahyuni Indawati, menyampaikan bahwa edukasi mengenai pengelolaan penyakit pernapasan pada anak perlu terus ditingkatkan, termasuk mendorong keluarga agar mampu melakukan terapi inhalasi di rumah sesuai rekomendasi dokter.
Menurutnya, keberhasilan terapi inhalasi tidak hanya dipengaruhi oleh obat yang diberikan, tetapi juga oleh kenyamanan anak selama proses terapi berlangsung.
“Perangkat yang tidak bising, mudah digunakan, dan memungkinkan terapi dilakukan tanpa membuat anak semakin cemas dapat membantu meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan," tutur dr. Wahyuni.
Dari sisi spesifikasi, Nebulizer NE-U300 menggunakan baterai isi ulang melalui port USB Type-C sehingga tidak lagi memerlukan baterai sekali pakai. Perangkat ini memiliki bobot sekitar 117 gram dengan ukuran yang ringkas sehingga mudah dibawa dalam saku jaket maupun tas ketika bepergian.
Untuk mendukung efektivitas terapi, NE-U300 menghasilkan ukuran partikel aerosol rata-rata sekitar 4,12 μm yang dirancang agar obat dapat mencapai saluran napas bawah secara optimal. Perangkat ini juga beroperasi dengan tingkat kebisingan maksimal ≤40 dB sehingga terapi dapat dilakukan dengan lebih tenang, terutama bagi anak-anak yang sensitif terhadap suara mesin. Wadah obat berkapasitas 10 mL turut mendukung kebutuhan dosis terapi standar.
Selain itu, Omron menyatakan seluruh lini nebulizer yang dipasarkannya, termasuk masker pada NE-U300, telah menggunakan material yang 100% bebas phthalate atau ftalat, yaitu zat kimia sintetis yang umum digunakan sebagai bahan pelembut plastik maupun penahan aroma.


