Konicare Happy Kids Academy 2026 Dorong Peran Orang Tua dalam Pengasuhan Anak di Era Digital
Pengasuhan anak di era digital membutuhkan pendampingan orang tua sejak kehamilan hingga tumbuh kembang untuk mendukung kesehatan fisik dan emosional anak.
Konicare Happy Kids Academy 2026 menghadirkan edukasi dan aktivitas interaktif untuk mendukung pengasuhan anak di era digital.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Pengasuhan anak di era digital menuntut orang tua untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan yang memengaruhi proses tumbuh kembang anak. Selain memenuhi kebutuhan fisik, orang tua juga perlu membangun kedekatan emosional serta memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Psikolog Ajeng Raviando, Psi, Psikolog, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka berbagai peluang bagi anak untuk belajar dan mengeksplorasi hal baru. Namun, kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam menjaga kualitas interaksi dan hubungan dengan anak.
“Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dan terus berubah. Perkembangan teknologi memberikan berbagai peluang bagi anak untuk belajar dan eksplorasi hal-hal baru, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua untuk menjaga kualitas interaksi, membangun kedekatan emosional, serta memastikan anak mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan keinginan dan memenuhi kebutuhannya,” kata Ajeng dalam acara Konicare Happy Kids Academy 2026 di Jakarta.
Menurut Ajeng, pengasuhan anak saat ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, diterima, dan memiliki kesempatan mengenali potensi dirinya sejak dini.
“Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru. Bonding bukan hanya tentang durasi waktu yang dihabiskan bersama, melainkan tentang bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk. Pendampingan tersebut tentu berawal dari orang tua yang mampu menjalankan perannya dengan baik. Karena itu, happy kids berawal dari happy parents.”
Ajeng juga menyoroti pentingnya kesehatan emosional dalam proses tumbuh kembang anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan RI, sekitar 10% atau sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang menjalani pemeriksaan terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Data tersebut menunjukkan bahwa kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk aspek emosional dengan keluarga sebagai lingkungan terdekat yang berperan dalam proses pendampingannya.
Perhatian terhadap tumbuh kembang anak, menurut para narasumber, telah dimulai sejak masa kehamilan. Kondisi kesehatan ibu, baik secara fisik maupun emosional, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesiapan dalam mendampingi perkembangan anak.
Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), dr. Erfenes, Sp.OG, mengatakan, “Investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal, karena kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal, mengurangi stres, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, mencegah risiko komplikasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.”
Setelah anak lahir, stimulasi sesuai usia serta kesempatan untuk bermain dan bereksplorasi menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan kemampuan, karakter, dan kepercayaan diri anak.
Spesialis Anak (Pediatri), dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A., menjelaskan, “Mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya tentang memastikan kondisi fisiknya sehat, melainkan juga tentang memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini.”
Sebagai bagian dari upaya mendukung pengasuhan anak di era digital, Konicare menghadirkan Happy Kids Academy 2026 bertema "Tumbuh Hebat Bersama Konicare" yang diselenggarakan pada 27–28 Juni 2026 di Mini Atrium Gandaria City, Jakarta.
Program ini menghadirkan edukasi bagi orang tua melalui sesi bersama dokter kandungan, dokter anak, dan psikolog mengenai kesehatan ibu dan anak, stimulasi sesuai tahap perkembangan, serta pentingnya membangun hubungan emosional yang positif dalam keluarga. Selain itu, tersedia berbagai aktivitas interaktif yang memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi sekaligus memperkuat interaksi antara orang tua dan anak.
Sebelum penyelenggaraan acara utama, Konicare juga menjalankan school engagement program di sejumlah sekolah dasar melalui berbagai kegiatan kreatif, seperti kompetisi menyanyi dan tari modern yang memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi bakat serta membangun rasa percaya diri.
Pada penyelenggaraan Happy Kids Academy 2026, keluarga juga dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti Kids Play Zone, Counselling Session, Color Analysis, Face Painting, serta Meet and Greet bersama Densu Family sebagai Brand Ambassador Konicare.
Selain menghadirkan kegiatan secara langsung, Konicare turut meluncurkan E-Book Seri ke-2 "101 Dongeng Pilihan dari 7 Benua" sebagai lanjutan dari seri pertama yang diperkenalkan pada Mei 2026. Melalui inisiatif tersebut, perusahaan mengajak orang tua membangun kebiasaan membaca dan mendongeng sebagai sarana memperkuat komunikasi serta kualitas kebersamaan dalam keluarga.
Senior Brand Manager Konicare, Silvyati K Putri, mengatakan, “Kami percaya dukungan bagi tumbuh kembang anak dapat dibangun dari berbagai hal sederhana, mulai dari perawatan sehari-hari, edukasi, hingga interaksi positif antara orang tua dan anak. Bagi kami, anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, berani memilih, berani berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang happy.”


