Mixue Catat Penjualan 2 Juta Blueberry Series, Jaringan Franchise Tembus 2.000 Gerai
Mixue mencatat penjualan 2 juta Blueberry Series sekaligus memperluas jaringan franchise Mixue hingga lebih dari 2.000 gerai.
Peluncuran Blueberry Series Mixue di gerai TangCity Mall, Tangerang.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Mixue Indonesia mencatat penjualan lebih dari dua juta produk Blueberry Series dalam waktu sekitar 20 hari sejak diluncurkan. Capaian tersebut berlangsung di tengah ekspansi jaringan franchise Mixue yang kini telah menjangkau lebih dari 2.000 gerai di berbagai wilayah Indonesia.
Blueberry Series diperkenalkan dalam acara yang berlangsung di gerai Mixue TangCity Mall, Tangerang, Sabtu (25/7/2026). Melalui peluncuran tersebut, perusahaan menghadirkan tiga produk baru, yaitu Blueberry Sundae, Creamy Blueberry, dan Blueberry Jasmine Tea.
Selain memperkenalkan varian minuman dan es krim, Mixue juga menyediakan merchandise edisi Blueberry Mania serta sejumlah aktivitas interaktif bagi pengunjung. Kreator konten Rachel Vennya turut hadir dalam acara tersebut dengan menjalankan peran sebagai ‘Manajer Toko Sehari’.
Sejak dipasarkan, penjualan Blueberry Series telah melampaui dua juta produk. Jumlah tersebut mencakup penjualan dari kategori minuman dan es krim di jaringan gerai Mixue Indonesia.
Penanggung Jawab Pengembangan Kemitraan (Franchise) Mixue Indonesia, Selly, mengatakan pengembangan produk perusahaan dilakukan dengan menerapkan strategi lokalisasi. Strategi ini ditujukan agar produk dan kegiatan pemasaran yang dijalankan dapat menyesuaikan karakter serta kebutuhan konsumen di Indonesia.
"Indonesia memiliki budaya dan karakter konsumen yang sangat unik. Karena itu, kami terus berupaya memahami kebutuhan masyarakat lokal," ujar Selly, Sabtu (1/8/2026).
Menurut Selly, perusahaan juga memperhatikan aspek kehalalan produk karena sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam. Dalam menjalankan bisnisnya, Mixue turut memastikan proses produksi dan operasional memenuhi regulasi yang berlaku.
Peluncuran Blueberry Series juga menjadi bagian dari kegiatan Mixue dalam memperkuat pengembangan bisnis franchise. Hingga saat ini, jaringan franchise Mixue telah menembus lebih dari 2.000 gerai di Indonesia.
Untuk mendukung calon mitra, perusahaan menyediakan sistem bisnis yang mencakup operasional gerai, rantai pasok, pelatihan, dan standar operasional. Dengan sistem tersebut, mitra tidak harus membangun seluruh kebutuhan usaha dari tahap awal.
Selly menjelaskan bahwa nilai investasi franchise Mixue dapat berbeda pada setiap gerai. Besarannya dipengaruhi oleh lokasi, tipe gerai, serta kondisi pasar di wilayah operasional.
Masa pengembalian modal juga tidak sama untuk seluruh mitra. Sejumlah gerai dapat mencatat pengembalian modal dalam waktu sekitar satu tahun apabila memiliki lokasi yang strategis dan dikelola dengan operasional yang optimal.
Perusahaan memberikan pendampingan operasional secara berkala kepada mitra. Pendampingan tersebut dilakukan untuk menjaga penerapan standar dan kualitas layanan di seluruh jaringan gerai.
Ekspansi franchise Mixue juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Perusahaan mencatat sekitar 20.000 tenaga kerja langsung serta sekitar 100.000 tenaga kerja tidak langsung. Tenaga kerja tidak langsung tersebut tersebar dalam jaringan franchise, logistik, rantai pasok, dan berbagai industri pendukung.
Mitra Mixue TangCity Mall, Aditya Putra Pramono, menyampaikan bahwa strategi lokalisasi yang dijalankan perusahaan membantu gerai dalam menjangkau konsumen. Menurutnya, inovasi produk dan aktivitas pemasaran yang disesuaikan dengan karakter pasar lokal dapat membuka peluang bagi mitra untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan mengembangkan usaha.
Melalui penambahan produk Blueberry Series dan perluasan jaringan franchise Mixue, perusahaan melanjutkan pengembangan bisnisnya dengan mengandalkan inovasi produk, sistem kemitraan, serta penyesuaian terhadap kebutuhan pasar Indonesia.

