Kamis, 20 Agustus 2026

Follow us:

infobrand

Kopi Kenangan Dorong Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan, dari Rantai Pasok hingga Inklusi Sosial

Kopi Kenangan Dorong Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan, dari Rantai Pasok hingga Inklusi Sosial Kopi Kenangan gerai Austraia

INFOBRAND.ID, Jakarta – Pertumbuhan bisnis di industri makanan dan minuman (F&B) kini tidak lagi semata-mata diukur dari seberapa cepat sebuah brand membuka gerai atau mencetak penjualan. Aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) semakin menjadi bagian penting dalam membangun bisnis yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Hal tersebut turut menjadi perhatian Kopi Kenangan. Brand kopi lokal yang berkembang menjadi Kenangan Brands ini terus mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam perjalanan bisnisnya. Strategi tersebut diarahkan agar ekspansi perusahaan tetap menghasilkan manfaat bagi pelanggan, karyawan, mitra, masyarakat, sekaligus lingkungan.

Komitmen itu kembali diperkuat melalui Laporan ESG 2025 yang memuat berbagai capaian perusahaan sepanjang tahun lalu. Kopi Kenangan mencatat kinerja bisnis sekaligus menjalankan sejumlah program yang berkaitan dengan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga tata kelola perusahaan.

Head of Legal & Corporate Affairs Kopi Kenangan, Inneke Lestari, menegaskan bahwa pertumbuhan yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan memperbesar skala bisnis. Menurutnya, pertumbuhan juga perlu menciptakan nilai bagi berbagai pemangku kepentingan.

Perkuat Rantai Pasok Lokal

Salah satu fokus keberlanjutan Kopi Kenangan berada pada sisi rantai pasok. Sepanjang 2025, perusahaan menyebut 100% bahan baku utama dipasok dari supplier lokal.

Langkah tersebut bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan operasional bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem industri dalam negeri. Dengan melibatkan pemasok lokal, pertumbuhan bisnis diharapkan turut memberikan efek ekonomi kepada pelaku usaha yang berada di sepanjang rantai pasok.

Komitmen terhadap ekosistem kopi juga diperluas hingga ke tingkat petani. Kopi Kenangan berkolaborasi dengan Universitas Udayana dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Kintamani Bali untuk mendorong praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.

Program tersebut mencakup edukasi kepada 50 petani kopi, pengembangan inkubasi bisnis bagi 14 anak petani, serta dukungan infrastruktur.

Dari Limbah Menjadi Nilai Ekonomi

Di sisi lingkungan, Kopi Kenangan juga mulai memperkuat pendekatan ekonomi sirkular. Sepanjang 2025, perusahaan berhasil mengalihkan lebih dari 50 ton limbah operasional dari tempat pembuangan akhir melalui berbagai inisiatif pengelolaan dan pemanfaatan kembali limbah.

Langkah pengelolaan limbah tersebut menjadi semakin relevan bagi bisnis F&B yang memiliki aktivitas operasional tinggi dan menghasilkan berbagai jenis sampah dari gerai maupun aktivitas pendukungnya.

Sebelumnya, Kopi Kenangan juga telah memperkenalkan gerai dengan konsep ramah lingkungan di Alam Sutera. Gerai tersebut menggabungkan sejumlah aspek, mulai dari efisiensi energi, penggunaan material yang lebih ramah lingkungan, hingga pengelolaan limbah. Inisiatif ini menjadi bagian dari perjalanan perusahaan menuju target menjadi bisnis yang sustainable sekaligus profitable.

Selain pengelolaan limbah, perusahaan melakukan pemetaan jejak karbon operasional. Pada 2025, jejak karbon Scope 1 dan Scope 2 yang dipetakan mencapai sekitar 38,8 juta kilogram CO2e, sementara berbagai program efisiensi berhasil menekan emisi hingga 81.672 kilogram CO2e.

Pertumbuhan Bisnis Tetap Berjalan

Menariknya, agenda keberlanjutan tersebut berjalan bersamaan dengan pertumbuhan bisnis. Pada 2025, Kopi Kenangan membukukan EBITDA sebesar US$37 juta dan laba bersih US$18 juta.

Perusahaan juga menciptakan 7.521 lapangan pekerjaan dengan total pembayaran upah mencapai Rp467 miliar. Data tersebut memperlihatkan bagaimana ekspansi bisnis dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih luas ketika diiringi dengan penciptaan kesempatan kerja.

Memasuki 2026, strategi pertumbuhan Kopi Kenangan pun masih berlanjut. Perusahaan menargetkan penambahan sekitar 300–400 gerai baru sepanjang tahun sebagai bagian dari penguatan jaringan bisnisnya.

Dorong Ekosistem Kerja yang Inklusif

Keberlanjutan bagi Kopi Kenangan tidak berhenti pada isu lingkungan. Aspek sosial juga menjadi perhatian, salah satunya melalui program Barista Hebat yang diperkenalkan pada 2026.

Berkolaborasi dengan Parakerja, program ini membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas tuli untuk mendapatkan pelatihan dan kesempatan bekerja sebagai barista. Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih inklusif sekaligus membuka akses karier yang lebih luas.

Bagi industri F&B, pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat diterjemahkan ke dalam praktik bisnis yang konkret. Bukan hanya mengurangi dampak terhadap lingkungan, tetapi juga membangun ekosistem kerja yang memberikan kesempatan lebih merata.

Sustainability sebagai Strategi Bisnis

Langkah Kopi Kenangan menunjukkan perubahan perspektif dalam mengelola brand F&B. Sustainability tidak lagi ditempatkan sebagai aktivitas tambahan atau sekadar program tanggung jawab sosial, tetapi mulai menjadi bagian dari strategi bisnis.

Mulai dari penggunaan bahan baku lokal, pengelolaan limbah, efisiensi energi, pengurangan emisi, pemberdayaan petani, penciptaan lapangan kerja, hingga inklusi tenaga kerja, seluruhnya diarahkan untuk membangun bisnis yang mampu tumbuh secara sehat.

Dengan persaingan industri kopi yang semakin ketat, kemampuan brand untuk menjaga relevansi tidak hanya ditentukan oleh produk dan harga. Konsumen juga semakin memperhatikan bagaimana sebuah perusahaan menjalankan bisnis dan dampak yang ditimbulkannya.

Karena itu, bagi Kopi Kenangan, keberlanjutan menjadi salah satu fondasi untuk menjaga pertumbuhan bisnis tetap relevan sekaligus menciptakan nilai yang lebih luas bagi ekosistem di sekitarnya.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV