Jum'at, 21 Agustus 2026

Follow us:

infobrand

Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 Hadirkan 50 Pedagang Bakso

Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 menghadirkan 50 pedagang bakso Nusantara di GBK Jakarta dan menargetkan 14.000 pengunjung.

Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 Hadirkan 50 Pedagang Bakso Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 menghadirkan 50 pedagang bakso dari berbagai daerah di Indonesia.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 kembali digelar pada 25–26 Juli 2026 di Plaza Sudirman, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat. Memasuki penyelenggaraan kedua, festival kuliner ini menghadirkan 50 pedagang bakso dari berbagai daerah di Indonesia, atau dua kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dan pelaku usaha kuliner untuk menikmati sekaligus mengenal keberagaman bakso Nusantara. Selain menyajikan berbagai pilihan rasa, kegiatan ini juga memperkenalkan cerita, resep, serta perjalanan bisnis para pedagang bakso yang hadir.

Bakso telah menjadi salah satu kuliner yang dekat dengan masyarakat Indonesia selama puluhan tahun. Dalam perkembangannya, para pelaku usaha terus mempertahankan resep tradisional sekaligus menghadirkan inovasi produk untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.

Marketing Director PT Sasa Inti Agus Nugraha menjelaskan, “Kuliner bakso Indonesia memiliki kekuatan, karena mampu terus bertumbuh tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat. Ada resep yang telah dijaga selama puluhan tahun, tetapi ada juga inovasi baru yang menghadirkan pengalaman berbeda bagi konsumen. Melalui Festival Sasa Bakso Vaganza, kami ingin mengapresiasi para pelaku usaha sekaligus memperlihatkan kekayaan rasa yang dimiliki kuliner bakso Indonesia. Bagi Sasa, perjalanan panjang bersama masyarakat Indonesia juga menjadi bagian dari cerita yang terus berkembang, dari generasi ke generasi, dan hari ini terangkum dalam semangat ‘Bakso Lezat Pasti Pakai Sasa MSG.”

Penyelenggaraan Festival Sasa Bakso Vaganza 2026 hadir dengan skala yang lebih besar. Jumlah pedagang bakso meningkat dari 25 peserta pada tahun sebelumnya menjadi 50 peserta pada tahun ini.

Penambahan jumlah peserta tersebut memberikan ruang lebih luas bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, karakter rasa, dan konsep bisnis mereka kepada masyarakat. Pengunjung juga dapat mengeksplorasi lebih banyak variasi bakso dari berbagai wilayah dalam satu lokasi.

Para peserta dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Pertama, Bakso Legendaris yang menampilkan resep dan cita rasa yang telah dipertahankan lintas generasi. Kedua, Bakso Nusantara yang memperkenalkan karakter rasa dari berbagai daerah. Ketiga, Bakso Viral yang menggambarkan perkembangan kuliner bakso melalui kreativitas produk dan pengalaman pelanggan.

Pedagang bakso dari sejumlah kota akan hadir langsung untuk menyajikan produk sekaligus menceritakan latar belakang usaha mereka. Festival tahun ini ditargetkan dapat menarik sekitar 14.000 pengunjung, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.

Perkembangan usaha bakso juga menjadi bagian dari pertumbuhan subsektor kuliner dalam industri ekonomi kreatif Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dikutip penyelenggara, subsektor kuliner menyumbang sekitar 41,06% terhadap produk domestik bruto ekonomi kreatif nasional.

Sebagai perusahaan bumbu makanan yang telah beroperasi lebih dari 50 tahun, PT Sasa Inti menyatakan terus mendukung pelaku usaha kuliner dalam menjaga cita rasa produk agar konsisten. Dukungan tersebut antara lain dilakukan melalui penggunaan berbagai produk bumbu serta penyelenggaraan kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen.

Sasa MSG menjadi salah satu bumbu yang digunakan oleh pelaku usaha untuk memperkuat rasa gurih dan menjaga konsistensi rasa dalam penyajian bakso. Produk tersebut telah digunakan dalam berbagai kegiatan memasak, baik di rumah tangga maupun usaha kuliner.

Melalui Festival Sasa Bakso Vaganza 2026, masyarakat dapat melihat perkembangan kuliner bakso yang memadukan resep tradisional dan inovasi. Festival ini juga menjadi sarana bagi pedagang untuk memperluas pengenalan produk, membangun interaksi dengan konsumen, serta menyampaikan cerita di balik usaha yang mereka jalankan.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV