Bukan Sekadar Jual Kopi, Ini Kunci FORE Coffee Membangun Brand yang Kuat
Fore Coffee
INFOBRAND.ID – Persaingan bisnis kedai kopi di Indonesia semakin ramai. Kehadiran berbagai brand dengan konsep, produk, dan strategi pemasaran yang beragam membuat pelaku usaha tidak cukup hanya mengandalkan rasa kopi atau mengikuti tren pasar.
Bagi Matthew Ardian, Chief Marketing Officer FORE Coffee, kekuatan sebuah brand justru dimulai dari alasan mengapa bisnis tersebut hadir. Menurutnya, pelaku usaha perlu memiliki purpose yang jelas sebelum membangun dan mengembangkan sebuah brand.
Ia bahkan mendorong pemilik bisnis untuk mengajukan pertanyaan sederhana namun fundamental: apa dampaknya bagi konsumen apabila brand tersebut tidak lagi hadir? Jika keberadaan sebuah brand mudah digantikan, maka diferensiasi dan tujuan bisnis perlu kembali dipertajam.
Purpose Menjadi Fondasi Brand
Matthew menilai salah satu persoalan yang sering terjadi dalam bisnis coffee shop adalah membangun brand tanpa tujuan yang jelas. Produk boleh bagus, desain gerai boleh menarik, dan promosi bisa masif, tetapi semua itu akan sulit membentuk loyalitas apabila tidak memiliki alasan yang kuat untuk hadir di tengah konsumen.
Karena itu, purpose menjadi fondasi penting dalam membangun identitas brand. Dari tujuan tersebut, perusahaan dapat menentukan nilai apa yang ingin dibawa, siapa konsumen yang ingin dilayani, serta pengalaman seperti apa yang ingin diciptakan.
Pendekatan ini membuat brand tidak berhenti pada aktivitas menjual minuman, tetapi memiliki nilai yang lebih relevan bagi pelanggan.
Konsistensi Jadi Kunci Saat Ekspansi
Memiliki identitas yang kuat saja belum cukup. Ketika bisnis mulai berkembang dan membuka lebih banyak titik penjualan, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi.
Matthew menekankan pentingnya konsistensi dalam implementasi di lapangan, termasuk bagaimana narasi brand diterjemahkan kepada konsumen. Ekspansi bisnis harus tetap berjalan beriringan dengan kemampuan perusahaan mempertahankan karakter dan pesan yang telah dibangun.
Di sisi lain, regenerasi konsumen juga menjadi perhatian. Brand perlu terus relevan bagi generasi baru tanpa kehilangan identitas utamanya. Dengan demikian, pertumbuhan tidak hanya diukur dari bertambahnya outlet, tetapi juga dari kemampuan brand mempertahankan kedekatan dengan konsumennya.
Jangan Sekadar Mengejar Tren
Industri kopi dikenal sangat dinamis. Tren baru dapat muncul dalam waktu singkat, mulai dari inovasi menu, konsep gerai, hingga strategi pemasaran di media sosial.
Namun, Matthew mengingatkan agar pelaku usaha tidak serta-merta mengikuti setiap tren. Menurutnya, penting bagi brand memahami terlebih dahulu tujuan di balik sebuah tren sebelum memutuskan untuk mengadopsinya.
Bahkan, menurut Matthew, brand memiliki peluang yang lebih besar ketika mampu menciptakan tren sendiri. Strategi tersebut dapat menjadi sarana untuk menyampaikan edukasi sekaligus memberikan nilai kepada masyarakat, bukan sekadar mengejar perhatian sesaat.
Marketing Harus Punya Tujuan
Bagi Matthew, pemasaran juga tidak seharusnya hanya berorientasi pada angka atau menciptakan percakapan sementara. Setiap aktivitas marketing perlu memiliki tujuan yang jelas dan menjadi bagian dari strategi membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen.
Artinya, kampanye pemasaran idealnya tidak berdiri sendiri. Pesan yang disampaikan harus tetap terhubung dengan identitas, tujuan, dan nilai yang dibawa brand.
Strategi semacam ini menjadi semakin penting di tengah persaingan industri kopi yang membuat konsumen memiliki banyak pilihan. Ketika produk relatif mudah ditiru, hubungan dan pengalaman yang dibangun brand dapat menjadi pembeda.
SDM dan Integritas Tak Kalah Penting
Kekuatan brand juga tidak hanya dibentuk dari sisi eksternal. Sumber daya manusia di dalam perusahaan menjadi bagian penting dalam menjaga nilai dan budaya bisnis.
Dalam proses perekrutan di FORE Coffee, Matthew menyebut integritas sebagai salah satu nilai yang diperhatikan. Baginya, integritas tercermin dari kemampuan seseorang melakukan hal yang benar meskipun tidak ada pihak lain yang melihat atau mengawasi.
Nilai tersebut menjadi penting karena pertumbuhan bisnis membutuhkan organisasi yang mampu menjaga standar dan budaya perusahaan secara konsisten.
Endurance untuk Menjaga Bisnis Tetap Tumbuh
Selain integritas, daya tahan atau endurance juga dinilai penting dalam perjalanan membangun bisnis. Persaingan membuat pelaku usaha akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk kompetitor yang mungkin memiliki sumber daya atau kemampuan lebih besar.
Dalam situasi tersebut, kecerdasan saja tidak selalu cukup. Kemampuan untuk terus bergerak, belajar, beradaptasi, dan bertahan menghadapi tekanan menjadi modal penting bagi seorang entrepreneur maupun profesional.
Bagi Matthew, endurance menjadi salah satu kualitas yang membantu seseorang tetap bertahan ketika menghadapi persaingan dan berbagai kegagalan dalam perjalanan bisnis.
Brand Kuat Dibangun, Bukan Sekadar Dipromosikan
Pelajaran dari strategi membangun brand yang disampaikan Matthew menunjukkan bahwa kekuatan sebuah bisnis tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar anggaran promosinya. Ada fondasi yang perlu dibangun mulai dari purpose, diferensiasi, konsistensi, relevansi terhadap generasi baru, hingga kualitas sumber daya manusia.
Bagi pelaku bisnis kopi maupun sektor lainnya, pendekatan tersebut menjadi pengingat bahwa brand yang kuat membutuhkan proses panjang. Mengikuti tren mungkin bisa mendatangkan perhatian, tetapi purpose dan konsistensi yang kuatlah yang berpotensi membuat konsumen bertahan.
Pada akhirnya, bisnis yang mampu menjawab alasan mengapa mereka hadir, memberikan nilai nyata, dan terus relevan bagi konsumennya memiliki peluang lebih besar untuk membangun brand yang tidak mudah tergantikan.

