Budidaya Maggot Garudafood Buka Peluang Usaha dari Sampah Organik
Garudafood mengembangkan budidaya maggot untuk mengolah sampah organik rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha bagi warga Depok.
Warga mengelola sampah organik melalui budidaya maggot di Rumah Maggot Garudafood, Depok.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Budidaya maggot menjadi salah satu alternatif pengelolaan sampah organik rumah tangga yang dapat memberikan nilai ekonomi. Sisa makanan yang sebelumnya dibuang ke tempat pembuangan dapat dimanfaatkan sebagai pakan larva Black Soldier Fly atau BSF, kemudian diolah menjadi pakan ternak dan pupuk organik.
Potensi tersebut mendorong PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk meresmikan Rumah Maggot Garudafood di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok. Fasilitas ini menjadi bagian dari Program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood yang ditujukan untuk membantu masyarakat mengelola sampah organik sekaligus mengembangkan kegiatan usaha berbasis lingkungan.
Melalui program tersebut, warga memperoleh pelatihan mengenai proses budidaya maggot, mulai dari pengumpulan dan pemilahan sampah organik, pemeliharaan larva BSF, hingga proses panen. Kelompok masyarakat yang terlibat juga mendapatkan pendampingan agar kegiatan budidaya dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana, mengatakan program tersebut dirancang untuk menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan.
"Rumah Maggot Garudafood merupakan wujud komitmen Garudafood dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV), dengan menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat, lingkungan, dan perusahaan," ujar Dian.
Salah satu penerima manfaat program, Hadijah, mengatakan kelompoknya telah mencatat hasil panen perdana sebanyak 20 kilogram maggot. Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan atau dipasarkan, keberadaan Rumah Maggot Garudafood juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.
"Yang paling mengharukan adalah melihat antusiasme warga sekitar yang kini secara mandiri membawa sampah organik mereka ke sini. Rumah Maggot Garudafood ini terbukti hadir sebagai solusi nyata dalam mengurai permasalahan sampah organik di lingkungan kami," katanya.
Program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood telah berjalan sejak 2024. Hingga saat ini, pelaksanaannya telah menjangkau tujuh kelurahan di Kota Depok dan melibatkan lebih dari 60 kepala keluarga.
Berdasarkan catatan perusahaan hingga Juni 2026, program tersebut telah menghasilkan 9,7 ton maggot BSF. Kegiatan budidaya maggot itu juga telah mengolah lebih dari 100 ton sampah organik rumah tangga serta berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon hingga 325 ton CO₂e.
Data tersebut menunjukkan jumlah sampah organik yang telah dialihkan dari proses pembuangan dan dimanfaatkan sebagai sumber pakan maggot. Hasil budidayanya dapat digunakan sebagai pakan ternak, sedangkan sisa proses penguraian dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.
Garudafood berencana memperluas pelaksanaan program ke sejumlah daerah. Perusahaan juga akan mengembangkan ekosistem budidaya maggot yang lebih terintegrasi, mulai dari pengumpulan sampah organik, proses produksi, hingga pemanfaatan dan pemasaran hasil budidaya.
Melalui pengembangan tersebut, Program Kampung Wirausaha Maggot Garudafood diharapkan dapat menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat. Budidaya maggot juga dapat menjadi salah satu pilihan bagi warga untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

