BFIN dan Bank Jago Bantah Rumor Merger
BFIN dan Bank Jago membantah rumor merger serta menegaskan belum memiliki informasi mengenai rencana penggabungan kedua perusahaan.
BFI Finance dan Bank Jago memberikan klarifikasi terkait rumor merger kedua perusahaan.
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) membantah rumor merger yang melibatkan kedua perusahaan. Klarifikasi tersebut disampaikan secara terpisah oleh masing-masing manajemen melalui keterbukaan informasi kepada publik.
Manajemen BFI Finance menyatakan perseroan belum memiliki informasi mengenai isu penggabungan usaha dengan Bank Jago. Perusahaan juga menegaskan bahwa keputusan atau aktivitas yang dilakukan pemegang saham berada di luar kewenangan manajemen.
"BFI Finance belum memiliki informasi terkait isu penggabungan usaha dan BFI Finance tidak dapat memberikan tanggapan terkait aktivitas atau keputusan para pemegang saham," tulis manajemen BFI Finance dalam keterbukaan informasi, Rabu (15/7).
BFI Finance memastikan perusahaan tidak sedang menjalankan proses merger seperti yang beredar dalam pemberitaan. Rumor tersebut juga disebut tidak memberikan dampak terhadap kegiatan operasional maupun kelangsungan usaha perseroan.
Manajemen menegaskan setiap rencana aksi korporasi yang bersifat material akan disampaikan kepada publik sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
Bank Jago turut memberikan penjelasan mengenai rumor merger BFIN dan ARTO. Manajemen Bank Jago menyatakan perseroan tidak memiliki informasi yang dapat diungkapkan terkait rencana penggabungan usaha dengan BFI Finance.
Perseroan juga tidak memiliki informasi mengenai kabar adanya pendekatan dari investor asing maupun institusi keuangan tertentu sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan.
"Informasi berkaitan dengan aktivitas atau keputusan pemegang saham merupakan ranah masing-masing pemegang saham dan berada di luar kewenangan perusahaan untuk memberikan tanggapan lebih lanjut," demikian tulis Manajemen Bank Jago.
Rumor merger BFIN dan Bank Jago sebelumnya muncul setelah beredar laporan mengenai kelompok investor yang dipimpin Jerry Ng bersama Goldman Sachs Group Inc. Laporan tersebut menyebut para investor sedang meninjau sejumlah opsi strategis terkait kepemilikan saham mereka di BFI Finance dan Bank Jago.
Salah satu opsi yang disebut sedang dipertimbangkan adalah penggabungan kedua perusahaan. Apabila skenario tersebut terealisasi, entitas hasil merger diperkirakan memiliki kapitalisasi pasar sekitar Rp25 triliun atau setara US$1,4 miliar.
Jerry Ng merupakan pemegang saham pengendali BFI Finance melalui Trinugraha Capital & Co. Perusahaan tersebut menguasai sekitar 51 persen saham BFI Finance. Pemegang saham lain dalam Trinugraha antara lain Northstar Group dan Garibaldi Thohir.
Di Bank Jago, Jerry Ng tercatat menguasai sekitar 30 persen saham. Pemegang saham Bank Jago lainnya meliputi GIC Pte Ltd, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, serta Presiden Direktur GoTo Patrick Walujo.
Rumor merger BFIN dan Bank Jago turut menjadi perhatian pelaku pasar. Hingga perdagangan Rabu (15/7) pukul 15.22 WIB, saham ARTO tercatat menguat 7,76 persen menjadi Rp1.255 per saham. Pada periode yang sama, saham BFIN turun 1,28 persen ke posisi Rp770 per saham.
Meski kabar penggabungan usaha telah beredar, BFI Finance dan Bank Jago menegaskan belum memiliki informasi mengenai rencana merger tersebut. Kedua perusahaan juga menyatakan bahwa aktivitas maupun keputusan pemegang saham berada di luar kewenangan manajemen perseroan.

