Berawal dari Klinik, Theraskin Perluas Akses Perawatan Kulit Berstandar Dermatologi
Theraskin memperkuat posisinya sebagai dermocosmetic lokal melalui inovasi dermatologi, edukasi digital, dan produk aman bagi kulit Indonesia.
Theraskin menghadirkan solusi perawatan kulit berbasis ilmu dermatologi yang aman dan mudah diakses masyarakat Indonesia.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Theraskin terus memperkuat posisinya sebagai brand dermocosmetic lokal dengan menghadirkan rangkaian perawatan kulit berbasis ilmu dermatologi. Berada di bawah naungan PT L’Essential, brand ini mengembangkan produk untuk membantu menangani berbagai kondisi kulit masyarakat Indonesia, sekaligus menjaga keamanan penggunaan dalam jangka panjang.
Didirikan pada 2009, Theraskin mengawali perjalanannya melalui jalur distribusi eksklusif di klinik dokter dan apotek. Pengalaman panjang mendampingi praktik klinis tersebut kemudian menjadi fondasi dalam pengembangan formula dan perluasan rangkaian produknya.
Brand Manager Theraskin, Vanesha Wijaya, mengatakan bahwa sejak awal pengembangan produk dilakukan bersama dokter kulit untuk menghadirkan solusi yang efektif sekaligus aman.
“Theraskin merupakan brand dermocosmetic di bawah naungan PT L'Essential, perusahaan kosmetik dan cosmeceutical Indonesia yang berfokus pada pengembangan produk berbasis ilmu dermatologi. Sejak awal, Theraskin dikembangkan bersama dokter kulit untuk menghadirkan solusi perawatan kulit yang tidak hanya efektif mengatasi berbagai permasalahan kulit, tetapi juga aman digunakan dalam jangka panjang,” ujar Vanesha kepada INFOBRAND (20/7/2026).
Saat ini, Theraskin memiliki rangkaian produk yang mencakup facial cleanser, toner, serum, moisturizer, sunscreen, body care, hingga eye care. Produk-produknya dirancang untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perawatan kulit berjerawat dan sensitif hingga hiperpigmentasi, gangguan skin barrier, serta tanda-tanda penuaan dini.
Beberapa rangkaian yang dikembangkan antara lain Perfect Glow Series dengan kandungan seperti niacinamide dan licorice, Oil Control Series untuk membantu mengontrol produksi sebum, serta Advanced Acne Series bagi kulit yang rentan berjerawat. Seluruh produk diproduksi melalui fasilitas modern yang telah memenuhi standar Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik atau Good Manufacturing Practice.
Keamanan produk juga diperkuat melalui registrasi resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan serta sertifikasi halal. Dengan pendekatan tersebut, Theraskin berupaya menghadirkan perawatan berstandar dermatologi yang dapat diakses masyarakat dengan harga terjangkau.
Perkembangan brand juga didukung oleh perluasan distribusi. Selain tetap hadir melalui dokter, klinik, apotek, dan jaringan reseller, Theraskin kini semakin aktif menjangkau konsumen melalui official store di marketplace serta berbagai kanal digital.
“Dengan pendekatan omnichannel tersebut, Theraskin kini lebih mudah diakses oleh konsumen di seluruh Indonesia,” ujar Vanesha.
Penerimaan pasar terhadap Theraskin tercermin dari ratusan ribu transaksi di marketplace dan ratusan ribu ulasan konsumen. Brand ini juga mempertahankan rating rata-rata yang mendekati angka sempurna, didukung puluhan ribu pengikut official store. Di mesin pencari dan halaman internet, Theraskin turut memperoleh ribuan pencarian serta puluhan ribu ulasan dan pembahasan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kehadiran Theraskin tidak hanya didukung oleh ketersediaan produk, tetapi juga oleh pengalaman konsumen dan konsistensi brand dalam membangun komunikasi di ranah digital.
Dalam membangun kedekatan dengan konsumen, Theraskin menempatkan edukasi sebagai salah satu strategi utama. Materi yang disampaikan mencakup kesehatan kulit, penggunaan bahan aktif, perawatan skin barrier, serta pentingnya memilih produk legal dan telah diuji keamanannya.
“Bagi Theraskin, kepercayaan dibangun melalui edukasi yang konsisten dan berbasis ilmu pengetahuan,” kata Vanesha.
Edukasi tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan dokter kulit, tenaga kesehatan, dan komunitas kecantikan. Media sosial dan kanal digital juga dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi yang kredibel dengan bahasa yang lebih mudah dipahami masyarakat.
“Melalui pendekatan tersebut, Theraskin ingin membangun hubungan jangka panjang dengan konsumen sebagai partner dalam menjaga kesehatan kulit, bukan sekadar sebagai penjual produk.”
Untuk mempertahankan daya saing, Theraskin terus mengembangkan formula baru dengan bahan aktif yang mengikuti perkembangan ilmu dermatologi. Pengembangan juga diarahkan pada penyempurnaan tekstur, kenyamanan penggunaan, dan solusi yang lebih spesifik untuk setiap kondisi kulit.
Selain inovasi produk, transformasi digital dan peningkatan pengalaman konsumen menjadi fokus perusahaan. Perluasan jaringan distribusi turut dilakukan agar produk semakin mudah diperoleh di berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Vanesha, konsumen skincare saat ini semakin kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya mempertimbangkan popularitas, tetapi juga dasar ilmiah, keamanan, dan manfaat yang dapat dirasakan.
“Kami percaya bahwa kepercayaan konsumen akan selalu dibangun melalui kualitas dan hasil nyata, bukan hanya melalui tren sesaat.”
Dengan rekam jejak di jalur klinis, rangkaian produk yang lengkap, serta komunikasi digital berbasis edukasi, Theraskin menjaga popularitas dan keterpilihannya di tengah pertumbuhan industri skincare. Konsistensi dalam inovasi, kualitas produk, dan pelayanan konsumen menjadi bagian penting dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap brand dermocosmetic lokal tersebut.


