Strategi Bumbu Bunda Memperkuat Pasar Nutrisi Anak
Bumbu Bunda memperkuat pasar nutrisi anak melalui Fat Oil, edukasi gizi, komunitas, serta pengembangan ekosistem produk MPASI.
Bumbu Bunda meluncurkan Fat Oil sebagai bagian dari pengembangan ekosistem produk nutrisi dan MPASI anak.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Bumbu Bunda memperkuat strategi bisnisnya di pasar nutrisi anak dengan mengedepankan edukasi, pengembangan produk berbasis kebutuhan pelanggan, serta kolaborasi bersama tenaga kesehatan. Pendekatan tersebut diterapkan untuk membangun kepercayaan konsumen di tengah persaingan produk ibu dan anak yang semakin berkembang.
Strategi Bumbu Bunda kembali ditunjukkan melalui peluncuran Fat Oil, minyak tambahan untuk makanan pendamping air susu ibu atau MPASI yang ditujukan bagi bayi mulai usia enam bulan. Produk ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem nutrisi anak sekaligus menyasar kelompok ibu muda kelas menengah yang memiliki perhatian terhadap pemenuhan gizi anak.
CEO Bumbu Bunda, Eko Suhendro, mengatakan setiap pengembangan produk perusahaan diawali dengan memahami kebutuhan konsumen.
“Kami mengembangkan produk berdasarkan kebutuhan para bunda. Kami berdiskusi dengan dokter dan mendengarkan langsung apa yang dibutuhkan orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak,” ujarnya kepada Media saat peluncuran Fat Oil di Mall Artha Gading, Jakarta Utara.
Pendekatan berbasis kebutuhan pelanggan tersebut menjadi dasar Bumbu Bunda dalam melakukan inovasi. Fat Oil, misalnya, dirancang sebagai minyak tambahan MPASI dengan kombinasi lemak hewani dan olive oil. Produk tersebut juga dilengkapi vitamin E untuk membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak.
Menurut Eko, diferensiasi diperlukan karena produk minyak pendamping MPASI yang tersedia di pasar umumnya masih menggunakan minyak nabati atau hanya satu jenis minyak. Melalui komposisi yang berbeda, perusahaan menawarkan pilihan produk yang dapat digunakan orang tua sebagai pelengkap menu MPASI.
Fat Oil tersedia dalam tiga varian, yaitu Chicken Oil, Beef Oil, dan Salmon Oil. Produk dikemas dalam ukuran 100 mililiter dan dipasarkan dengan harga Rp39 ribu melalui sejumlah baby shop dan platform e-commerce.
Selain mengembangkan produk, Bumbu Bunda menempatkan edukasi sebagai bagian dari strategi komunikasi merek. Materi komunikasi perusahaan tidak hanya membahas rasa dan kemudahan penggunaan, tetapi juga manfaat nutrisi, kualitas bahan baku, serta pemenuhan gizi selama masa pertumbuhan anak.
“Kami tidak hanya ingin membuat produk yang membuat anak lahap makan, tetapi juga memiliki nilai gizi yang baik,” tambah Founder Bumbu Bunda, Lia Amalia.
Strategi edukasi dijalankan melalui media sosial, webinar bersama dokter, kegiatan tatap muka, dan pembentukan komunitas tumbuh kembang anak. Program tersebut digunakan untuk mempertemukan orang tua dengan dokter spesialis serta pakar tumbuh kembang.
“Komunitas bagi kami menjadi ruang untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan sekaligus meningkatkan kredibilitas merek,” kata Lia.
Melalui kegiatan tersebut, perusahaan berupaya membangun komunikasi yang berkelanjutan dengan konsumen, sekaligus menyampaikan informasi mengenai nutrisi dan tumbuh kembang anak.
Bumbu Bunda juga melihat peluang di kategori minyak tambahan MPASI yang jumlah pemainnya belum sebanyak kategori makanan anak lainnya. Perusahaan memanfaatkan kondisi tersebut untuk mengembangkan posisi di segmen produk nutrisi MPASI.
Menurut Lia, persaingan pada kategori tersebut saat ini masih didominasi oleh sejumlah merek lokal. “Kami bermain di pasar yang lebih niche sehingga persaingannya belum terlalu banyak,” ujar Eko.
Fat Oil bukan satu-satunya produk yang disiapkan perusahaan pada tahun ini. Bumbu Bunda juga melakukan reformulasi terhadap lini produknya untuk meningkatkan kualitas nutrisi yang ditawarkan.
Setelah memperkenalkan kecap manis anak dan Fat Oil, perusahaan tengah menyiapkan produk kaldu anak serta beras khusus MPASI. Kedua produk tersebut ditargetkan meluncur pada September sebagai bagian dari pengembangan ekosistem produk nutrisi anak.
Sejalan dengan penambahan portofolio dan perluasan distribusi, Bumbu Bunda menargetkan penjualan sebesar Rp20 miliar hingga akhir tahun. Fat Oil diproyeksikan memberikan kontribusi sekitar 40% terhadap total penjualan perusahaan.
Target tersebut didukung oleh perluasan pemasaran melalui kanal digital dan jaringan ritel khusus ibu dan anak. Melalui pengembangan produk, edukasi nutrisi, dan pembentukan komunitas, Bumbu Bunda melanjutkan strateginya untuk menjangkau pasar nutrisi anak dan MPASI.


