Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

Bisnis Digital Makin Kuat, Telkomsel Raup Pendapatan Rp55,6 Triliun di Semester I 2026

Telkomsel mencatat pendapatan Rp55,6 triliun pada Semester I 2026. Laba bersih tumbuh 8,3% menjadi Rp10,4 triliun ditopang bisnis digital dan mobile.

Bisnis Digital Makin Kuat, Telkomsel Raup Pendapatan Rp55,6 Triliun di Semester I 2026 Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID – Kinerja bisnis Telkomsel menunjukkan tren positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Di tengah kebutuhan konektivitas dan layanan digital masyarakat yang terus berkembang, perusahaan berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas.

Pada Semester I 2026, Telkomsel mencatat pendapatan sebesar Rp55,6 triliun, meningkat 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut diikuti peningkatan EBITDA sebesar 8,6% menjadi Rp26,1 triliun.

Sementara itu, laba bersih Telkomsel mencapai Rp10,4 triliun, atau tumbuh 8,3% secara tahunan. Margin EBITDA perusahaan juga meningkat dari 44,6% menjadi 46,9%.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan Telkomsel tidak hanya berasal dari peningkatan pendapatan, tetapi juga dibarengi dengan penguatan tingkat profitabilitas dan efisiensi bisnis.

Bisnis Digital Jadi Mesin Pertumbuhan

Salah satu penopang kinerja Telkomsel selama Semester I 2026 datang dari meningkatnya kontribusi bisnis digital.

Pendapatan dari bisnis mobile tercatat tumbuh 5,6% menjadi Rp42,8 triliun, sedangkan pendapatan Digital Business meningkat lebih tinggi, yakni 11% menjadi Rp40,8 triliun.

Pertumbuhan ini berlangsung seiring dengan semakin tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet dan layanan berbasis digital untuk mendukung berbagai aktivitas, mulai dari bekerja, belajar, menjalankan bisnis hingga menikmati hiburan.

Konsumsi data di jaringan Telkomsel sepanjang periode tersebut mencapai sekitar 11,8 juta terabyte, meningkat 0,8% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tren tersebut menunjukkan bahwa layanan data semakin menjadi bagian utama dari bisnis operator telekomunikasi. Di sisi lain, perusahaan dituntut mampu mengubah peningkatan trafik menjadi pertumbuhan bisnis yang sehat tanpa mengorbankan kualitas layanan kepada pelanggan.

ARPU Mobile Naik 9 Persen

Indikator lain yang mencerminkan peningkatan kualitas bisnis Telkomsel terlihat dari Average Revenue Per User atau ARPU pelanggan mobile.

Hingga Semester I 2026, rata-rata pendapatan per pelanggan mobile Telkomsel mencapai Rp45.600, tumbuh 9% secara tahunan.

Pada periode yang sama, basis pelanggan mobile perusahaan tercatat sekitar 153,5 juta pelanggan.

Peningkatan ARPU menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis Telkomsel tidak semata-mata bertumpu pada penambahan jumlah pengguna. Perusahaan juga berupaya meningkatkan nilai dari setiap pelanggan melalui penyederhanaan produk, strategi penawaran yang lebih disiplin serta peningkatan adopsi layanan dengan nilai tambah.

Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyampaikan bahwa kinerja perusahaan selama Semester I 2026 tidak terlepas dari kepercayaan pelanggan serta kontribusi seluruh insan Telkomsel.

Perusahaan juga melanjutkan transformasi bisnis sejalan dengan arah Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah pengelolaan Danantara Indonesia.

Perkuat Jaringan hingga 301 Ribu BTS

Kinerja bisnis yang tumbuh turut dibarengi investasi dalam peningkatan kualitas jaringan.

Hingga akhir Juni 2026, Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu Base Transceiver Station (BTS) di Indonesia. Infrastruktur tersebut terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G dan 49 ribu BTS 2G.

Pengembangan jaringan dilakukan secara terukur untuk menjaga kualitas konektivitas sekaligus menyesuaikan investasi dengan potensi pertumbuhan bisnis.

Strategi tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya ketergantungan pelanggan terhadap konektivitas digital, terutama untuk layanan yang membutuhkan kualitas jaringan stabil dan berkecepatan tinggi.

Pertumbuhan bisnis mobile Telkomsel juga menjadi salah satu faktor yang menopang kinerja segmen Business to Consumer (B2C) TelkomGroup pada Semester I 2026.

Telkom mencatat pemulihan bisnis mobile yang didukung strategi komersial, optimalisasi portofolio produk dan pengelolaan nilai pelanggan sebagai salah satu pendorong pertumbuhan kinerja grup.

IndiHome Fokus Bangun Basis Pelanggan Berkualitas

Selain bisnis mobile, Telkomsel juga melanjutkan penguatan layanan fixed broadband melalui IndiHome.

Perusahaan melakukan kalibrasi terhadap basis pelanggan agar memiliki kualitas dan produktivitas yang lebih sehat dalam jangka panjang.

Jumlah pelanggan fixed broadband tercatat sekitar 9,5 juta pelanggan. Pada saat yang sama, rata-rata pendapatan per pelanggan meningkat 3,4% menjadi sekitar Rp210.800, sementara penetrasi layanan konvergensi telah mencapai sekitar 65%.

Strategi tersebut memperlihatkan pendekatan Telkomsel yang semakin berorientasi pada kualitas pertumbuhan dibandingkan sekadar mengejar jumlah pelanggan.

Integrasi layanan mobile dan fixed broadband juga membuka peluang bagi Telkomsel untuk memperkuat bisnis konvergensi. Konsumen dapat memperoleh layanan konektivitas rumah dan mobile dalam satu ekosistem, sementara perusahaan memiliki peluang meningkatkan nilai pelanggan dalam jangka panjang.

Profitabilitas Jadi Indikator Transformasi Bisnis

Pertumbuhan laba bersih yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan menjadi salah satu indikator menarik dari kinerja Telkomsel sepanjang Semester I 2026.

Ketika pendapatan naik 3,3%, laba bersih mampu tumbuh 8,3% dan EBITDA meningkat 8,6%.

Hal tersebut menunjukkan bahwa upaya efisiensi operasional, optimalisasi investasi dan pengelolaan pelanggan mulai memberikan dampak terhadap kualitas profitabilitas perusahaan.

Bagi industri telekomunikasi, tantangan pertumbuhan ke depan semakin kompleks. Operator tidak hanya menghadapi kebutuhan investasi jaringan yang besar, tetapi juga perubahan perilaku konsumen, kompetisi harga serta perkembangan berbagai layanan digital.

Karena itu, penguatan ARPU, peningkatan kontribusi bisnis digital dan optimalisasi jaringan menjadi faktor penting untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.

Dengan pendapatan Rp55,6 triliun dan laba bersih Rp10,4 triliun pada enam bulan pertama 2026, Telkomsel menunjukkan strategi pertumbuhannya semakin diarahkan pada keseimbangan antara peningkatan bisnis, efisiensi dan kualitas pengalaman pelanggan.

Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat jaringan, meningkatkan kualitas layanan dan mengembangkan solusi digital yang relevan untuk kebutuhan individu, rumah tangga maupun pelaku bisnis di Indonesia.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV