IKEA Indonesia Perluas Program Pengelolaan Sampah dan Dukungan UMKM
IKEA Indonesia perluas pengelolaan sampah dan dukungan UMKM melalui Waste Diversion, Zona Daur Ulang, TERAS Indonesia, dan I-SEA.
IKEA Indonesia memperluas inisiatif pengelolaan sampah dan dukungan bagi pelaku usaha lokal.
INFOBRAND.ID, Jakarta – IKEA Indonesia memperluas inisiatif keberlanjutan melalui program pengelolaan sampah dan dukungan terhadap pengusaha lokal. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah serta kebutuhan untuk menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
“Di IKEA, kami terus berupaya untuk menciptakan kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang. Kami percaya bahwa keberlanjutan tidak seharusnya menjadi sesuatu yang rumit atau hanya dapat dilakukan oleh segelintir pihak. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan berbagai solusi yang memudahkan pelanggan, komunitas, dan mitra untuk ikut andil dalam menciptakan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat,” ujar Ahmad Alhamid, Sustainability Business Partner IKEA Indonesia, mengutip dari siaran pers.
Salah satu inisiatif yang dijalankan IKEA Indonesia adalah program Waste Diversion di seluruh toko IKEA Indonesia. Program ini menjadi bagian dari target perusahaan untuk mencapai 80 persen pengalihan sampah dari tempat pembuangan akhir (TPA) pada 2030. Upaya tersebut dilakukan melalui pendekatan recycling, composting, dan recovery.
Hingga saat ini, sebagian besar sampah operasional IKEA Indonesia telah dialihkan dari TPA melalui pengelolaan sampah yang dilakukan secara konsisten. Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan strategi keberlanjutan perusahaan dalam kegiatan operasional sehari-hari.
Upaya pengelolaan sampah tersebut turut membawa IKEA Indonesia meraih empat penghargaan dalam Indonesia Sustainability Awards (ISA) 2026. Penghargaan yang diterima meliputi Best ESG in Retail, ESG Excellence – Multinational Corporation, Sustainable Innovation Award, dan ESG Leadership Excellence Award.
Penghargaan tersebut diberikan melalui proses penilaian yang mencakup verifikasi dokumen, presentasi, serta panel interview. Dewan juri dalam ajang tersebut terdiri dari akademisi, perwakilan pemerintah, dan profesional di bidang keberlanjutan.
Selain menjalankan pengelolaan sampah di toko, IKEA Indonesia juga mengembangkan Zona Daur Ulang IKEA Kota Baru Parahyangan di wilayah Bandung bersama Duitin. Fasilitas ini mulai berjalan sejak 2023 dan telah mengumpulkan lebih dari 63 ton material yang dikembalikan ke rantai daur ulang.
Inisiatif tersebut dikembangkan untuk membantu masyarakat memulai kebiasaan daur ulang dengan cara yang lebih mudah. Melalui fasilitas ini, masyarakat juga dapat memperoleh manfaat langsung melalui skema insentif yang disediakan.
IKEA Indonesia juga memperluas partisipasi masyarakat melalui dukungan kepada pelaku usaha lokal. Salah satunya dilakukan lewat program TERAS Indonesia yang telah berjalan sejak 2014.
Melalui program tersebut, lebih dari 1.000 UMKM mendapat kesempatan untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya secara gratis di area toko IKEA Indonesia. Sepanjang 2025, program TERAS Indonesia menghasilkan estimasi penjualan sekitar Rp5 miliar bagi UMKM yang berpartisipasi.
Dukungan terhadap pengusaha lokal juga dilakukan melalui IKEA Social Entrepreneurship Accelerator (I-SEA), program yang dijalankan IKEA Indonesia bersama Instellar. Program ini ditujukan untuk mendukung pertumbuhan social enterprise yang menghadirkan solusi bagi tantangan sosial dan lingkungan.
Sejak 2023, I-SEA telah mendukung 30 social enterprise melalui pelatihan, mentoring, bootcamp, dan penguatan strategi bisnis. Program ini juga disebut telah menjangkau lebih dari 14.000 penerima manfaat, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, IKEA Indonesia menyatakan bahwa perubahan dapat dilakukan melalui langkah kecil yang dilakukan bersama. Perusahaan juga menilai bahwa akses terhadap solusi sederhana dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dapat memperluas manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Ke depan, IKEA Indonesia akan melanjutkan kolaborasi dengan pelanggan, mitra, komunitas, UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk menghadirkan lebih banyak solusi yang mendukung kehidupan sehari-hari yang lebih baik bagi banyak orang.


