Kamis, 17 September 2026

Follow us:

infobrand

Kalbe Farma Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Dimulai Hari Ini

Kalbe Farma Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham, Dimulai Hari Ini Gedung Kalbe Farma. (Foto: Dok. Kalbe Farma)

INFOBRAND.ID – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) kembali mengambil langkah korporasi melalui program pembelian kembali saham atau buyback. Emiten sektor kesehatan tersebut menyiapkan dana maksimal Rp500 miliar untuk menyerap kembali saham perseroan yang beredar di pasar.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, aksi buyback tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 16 September hingga 16 Desember 2026. Namun, pelaksanaannya dapat dihentikan lebih awal sesuai dengan pertimbangan dan keputusan manajemen.

Program ini dilakukan dalam kondisi pasar modal yang mengalami fluktuasi cukup signifikan. Sebelumnya, saham KLBF tercatat mengalami tekanan sepanjang 2026. Pada perdagangan 15 September 2026, saham KLBF ditutup di level Rp770 per saham, setelah sempat mengalami penurunan sekitar 36% sejak awal tahun.

Gunakan Dana Internal

Kalbe Farma menyatakan bahwa pembiayaan aksi korporasi tersebut akan bersumber dari kas internal perseroan. Dengan demikian, pelaksanaan buyback tidak berasal dari tambahan pendanaan eksternal.

Perseroan memperkirakan penggunaan dana untuk pembelian kembali saham secara penuh akan berdampak terhadap pendapatan bunga. Kalbe memperkirakan potensi penurunan pendapatan bunga sekitar Rp8,4 miliar setelah periode buyback berakhir.

Meski demikian, perseroan menyampaikan bahwa dampak tersebut dinilai tidak material terhadap kondisi perusahaan.

Selain itu, biaya yang berkaitan dengan transaksi buyback, termasuk biaya perantara pedagang efek dan biaya lainnya, diperkirakan maksimal sekitar 0,1% dari total nilai pembelian kembali saham.

Berpotensi Meningkatkan Laba per Saham

Salah satu dampak yang diperhitungkan dari aksi buyback adalah perubahan jumlah saham beredar. Jika seluruh anggaran Rp500 miliar digunakan untuk membeli kembali saham, Kalbe memperkirakan laba per saham atau earnings per share (EPS) secara proforma dapat meningkat.

Berdasarkan perhitungan perseroan, EPS secara proforma diperkirakan naik dari sekitar Rp80,51 menjadi Rp81,44 per saham, dengan memperhitungkan dampak penurunan pendapatan bunga dan berkurangnya jumlah saham beredar.

Program ini juga menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengelola struktur permodalan dan memberikan fleksibilitas terhadap pengelolaan saham treasuri di masa mendatang.

Bukan Buyback Pertama Kalbe Farma di 2026

Aksi yang dimulai September ini bukan merupakan program buyback pertama yang dilakukan Kalbe Farma sepanjang 2026.

Sebelumnya, perseroan telah menjalankan program pembelian kembali saham dengan nilai hingga Rp500 miliar pada periode 2 April hingga 2 Juli 2026. Dengan adanya program terbaru, Kalbe kembali mengalokasikan dana dengan nilai maksimal yang sama untuk pembelian saham perseroan.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa buyback menjadi salah satu instrumen yang digunakan Kalbe Farma dalam pengelolaan modal di tengah dinamika pasar saham.

Adapun berdasarkan ketentuan yang menjadi dasar pelaksanaan, program buyback kali ini dapat dilakukan tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), dengan mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan terkait pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi secara signifikan.

Dengan dimulainya periode buyback pada 16 September 2026, perkembangan realisasi pembelian saham KLBF dalam tiga bulan ke depan akan menjadi salah satu informasi yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV