Senin, 14 September 2026

Follow us:

infobrand

10 Produk UMKM Pangan Binaan Kemendag Masuk 19 Gerai AEON Indonesia

Akses pasar produk UMKM pangan kemasan ke jaringan ritel AEON Indonesia membuka peluang baru bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.

10 Produk UMKM Pangan Binaan Kemendag Masuk 19 Gerai AEON Indonesia Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID – Peluang produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjangkau pasar ritel modern kembali terbuka. Sebanyak 10 produk pangan UMKM binaan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berhasil lolos kurasi dan akan dipasarkan melalui 19 gerai AEON Indonesia.

Akses pasar tersebut secara resmi diluncurkan melalui kegiatan Launching Akses Pasar UMKM Pangan Kemasan ke AEON Indonesia yang berlangsung di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai masuknya produk UMKM ke jaringan ritel modern menunjukkan bahwa pelaku usaha lokal memiliki peluang untuk memenuhi standar pasar yang lebih luas. Kolaborasi antara pemerintah dan peritel juga dinilai penting untuk membuka kanal pemasaran baru bagi produk dalam negeri.

“Sinergi Kemendag dengan ritel modern menjadi upaya menjawab tantangan pembukaan pasar yang lebih luas bagi UMKM kita yang berkualitas,” ujar Budi.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag dan PT AEON Indonesia. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan kontrak dagang antara 10 UMKM pangan terpilih dengan AEON Indonesia.

Lolos Kurasi dari 121 UMKM

Sepuluh produk yang mendapatkan akses ke jaringan AEON terdiri dari beragam produk pangan, mulai dari keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, rendang kemasan, granola, brownies panggang, stik keju, kentang mustofa oven, hingga kraker vegan panggang.

Produk-produk tersebut merupakan hasil proses kurasi terhadap 121 UMKM unggulan binaan Kemendag yang berasal dari pemenang UKM Pangan Award dan peserta Pangan Nusa Expo. Proses seleksi tidak hanya mempertimbangkan kualitas produk, tetapi juga aspek legalitas serta kemampuan pelaku usaha menjaga ketersediaan dan konsistensi pasokan.

Bagi UMKM, kemampuan memenuhi standar tersebut menjadi salah satu faktor penting ketika ingin memperluas distribusi melalui jaringan ritel modern. Pasalnya, peningkatan permintaan harus diikuti dengan kemampuan produksi yang konsisten agar ketersediaan produk tetap terjaga.

Antusiasme pelaku usaha terhadap peluang tersebut juga cukup tinggi. Dalam proses open call kurasi yang berlangsung pada 26 Agustus hingga 1 September 2026, lebih dari 1.200 UMKM dari sektor makanan, minuman, kecantikan, dan kesehatan mendaftarkan diri sebagai calon pemasok AEON Indonesia.

Saat ini, lebih dari 77% produk yang tersedia di supermarket AEON Indonesia merupakan produk dalam negeri. Hal tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang bagi produk lokal untuk masuk ke jaringan ritel modern dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Kerja sama dengan UMKM juga bukan hal baru bagi AEON Indonesia. Perusahaan telah menjalin kemitraan dengan pelaku UMKM sejak 2015 dan saat ini lebih dari 100 mitra UMKM dengan lebih dari 500 SKU telah dipasarkan melalui jaringan AEON Indonesia.

Dari sisi pelaku usaha, masuknya produk ke ritel modern bukan hanya memberikan tambahan kanal penjualan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan visibilitas dan memperkenalkan produk lokal kepada konsumen yang lebih luas.

Kemendag berharap kolaborasi tersebut dapat menjadi contoh bagi pengembangan kemitraan antara UMKM dan jaringan ritel modern lainnya. Dengan peningkatan kualitas, legalitas, kapasitas produksi, serta konsistensi pasokan, semakin banyak produk UMKM diharapkan mampu memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun menuju pasar global.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV