Jum'at, 03 Juli 2026

Follow us:

infobrand

Ketika Pelestarian Budaya Menjadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

Ketika Pelestarian Budaya Menjadi Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Permainan Musik Gedhogan atau Lesung yang menjadi ciri khas Desa Sejahtera Astra Kemiren.

INFOBRAND.ID - Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata dan modernisasi, menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat menjadi tantangan yang tidak mudah. Namun, hal tersebut berhasil diwujudkan oleh masyarakat Desa Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, yang dikenal sebagai pusat budaya Osing, suku asli Banyuwangi. Melalui kolaborasi bersama Astra dalam program Desa Sejahtera Astra (DSA), budaya lokal tidak hanya tetap lestari, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Setiap wisatawan yang berkunjung ke Desa Sejahtera Astra Kemiren akan disambut suasana khas pedesaan Osing. Irama musik tradisional yang dihasilkan dari bunyi lesung, rumah-rumah berarsitektur khas Osing, hingga berbagai tradisi budaya yang masih dijaga secara turun-temurun menjadi daya tarik utama desa wisata ini.

Masyarakat Kemiren secara konsisten melestarikan beragam warisan budaya Osing, mulai dari upacara adat Barong Ider Bumi dan Tumpeng Sewu, Tari Gandrung, musik tradisional, kuliner khas, hingga arsitektur tradisional yang menjadi identitas desa. Berbagai potensi budaya tersebut kemudian diperkuat melalui program Desa Sejahtera Astra yang mulai dijalankan sejak 2024 dengan fokus pada empat pilar utama, yaitu kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga bertujuan menciptakan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat. Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 300 warga dan memperkuat peran masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan desa wisata.

Perkembangan sektor pariwisata di Kemiren juga menunjukkan hasil yang menggembirakan. Saat ini terdapat 50 homestay dengan total 92 kamar yang dikelola masyarakat, 40 pelaku usaha lokal yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan, dan kopi, serta 40 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif mengelola destinasi wisata sekaligus menjaga kelestarian budaya Osing.

Dampak ekonomi yang dihasilkan pun semakin terasa. Pendapatan rata-rata anggota Pokdarwis meningkat sekitar 33 persen, dari sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Capaian ini menunjukkan bahwa budaya lokal yang dikelola secara berkelanjutan mampu menjadi sumber penghidupan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, mengatakan bahwa Desa Sejahtera Astra Kemiren menjadi contoh bagaimana pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan.

“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam implementasinya, Astra melakukan pendampingan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Pada sektor kesehatan, program difokuskan pada penguatan layanan Posyandu, penyediaan sarana kesehatan dasar, dukungan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi kesehatan bagi masyarakat.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Sementara pada bidang pendidikan, Astra mendukung penguatan pendidikan anak usia dini melalui penyediaan sarana belajar, alat permainan edukatif, hingga pengenalan budaya Osing kepada generasi muda. Upaya ini dilakukan untuk memastikan nilai-nilai budaya lokal tetap diwariskan kepada generasi penerus sejak usia dini.

Di sisi lingkungan, meningkatnya aktivitas wisata turut diimbangi dengan penguatan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Masyarakat mendapatkan pendampingan dalam pengelolaan sampah organik dan non-organik, pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik, pengembangan fasilitas biogas, pembentukan kelompok sadar lingkungan, serta penyediaan sarana pengelolaan sampah dan kompos.

Adapun pada sektor kewirausahaan, Astra mendorong pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha lokal, penguatan sarana penunjang wisata, pengembangan homestay, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kompetensi Pokdarwis dalam mengelola destinasi wisata berbasis budaya.

Komitmen masyarakat dalam menjaga budaya dan mengembangkan potensi desa telah menghasilkan berbagai prestasi. Sejak 2019, Desa Kemiren berhasil meraih sejumlah penghargaan bergengsi, di antaranya Wonderful Indonesia Impact, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), hingga ASEAN Tourism Award 2025. Pada tingkat global, desa ini juga terpilih dalam The Best Tourism Village Upgrade Programme 2025, yang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata budaya berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Tidak hanya berfokus pada sektor pariwisata, Astra juga menjalankan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pembinaan kelompok tani buah naga di Desa Sumbermulyo, wilayah binaan Desa Sejahtera Astra Banyuwangi. Melalui Yayasan Astra–Yayasan Dharma Bhakti Astra bersama Pusat Pengembangan UMKM (PPU), para petani mendapatkan pendampingan mulai dari penguatan organisasi kelompok, peningkatan kompetensi budidaya organik, perbaikan kualitas pascapanen, hingga fasilitasi akses pemasaran dan pembiayaan.

Hasilnya, kelompok tani tersebut berhasil memperoleh sertifikasi budidaya organik dan mencatat pertumbuhan yang signifikan. Total produksi buah naga meningkat dari 316 ton pada 2021 menjadi 595 ton pada 2025. Sementara omzet kelompok tani melonjak dari Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar pada periode yang sama.

Produk buah naga segar maupun olahan kini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor, termasuk ke Singapura dan Hong Kong. Selain buah segar, para petani juga mengembangkan berbagai produk bernilai tambah seperti sale buah naga dan buah naga dehidrasi yang semakin memperluas peluang pasar.

Keberhasilan Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat mampu menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan menjadikan budaya sebagai fondasi pengembangan desa, masyarakat tidak hanya mampu menjaga identitas lokal, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi yang memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Astra dalam mewujudkan cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia melalui pengembangan desa yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan.


Tag: -

Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV