ASDP Buka Rute Jakarta–Malahayati untuk Perkuat Logistik Nasional
ASDP membuka lintasan Jakarta–Malahayati untuk memperkuat logistik nasional dan meningkatkan konektivitas wilayah barat Indonesia.
ASDP membuka rute penyeberangan Jakarta–Malahayati untuk mendukung efisiensi logistik dan konektivitas Aceh.
INFOBRAND.ID, Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi membuka lintasan baru Jakarta–Malahayati, Aceh, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas logistik di wilayah barat Indonesia. Kehadiran rute penyeberangan tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tempuh dan biaya distribusi logistik sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Marciano, mengatakan pengembangan lintasan Jakarta–Malahayati merupakan bagian dari transformasi layanan ASDP dalam memperkuat ekosistem Long Distance Ferry (LDF) yang lebih efisien dan terintegrasi.
“Lintasan ini diharapkan menjadi katalis penguatan distribusi logistik nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan perdagangan, pariwisata, dan ekonomi Aceh maupun kawasan barat Indonesia secara lebih luas,” ujar Yossi dalam keterangannya, Minggu (24/5).
Menurutnya, ASDP bersama Pemerintah Aceh akan mengembangkan layanan penyeberangan tersebut secara berkelanjutan. Pengembangan mencakup pengoperasian armada kapal, pengelolaan layanan, penetapan tarif sesuai regulasi, pengembangan fasilitas pelabuhan, promosi pasar pengguna jasa, hingga peningkatan standar keselamatan dan kualitas pelayanan transportasi penyeberangan.
Sekretaris Daerah Aceh, Muhammad Nasir, menyampaikan dukungan terhadap kerja sama tersebut guna memperluas akses transportasi laut melalui layanan kapal ferry RoRo. Ia menilai sinergi antara Pemerintah Aceh dan ASDP menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan daerah sekaligus memperkuat konektivitas nasional.
"Kerja sama ini akan membuka berbagai peluang pengembangan baru yang dapat terus dievaluasi dan diperluas demi mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih komprehensif di masa mendatang," ujarnya.
Pengembangan layanan Long Distance Ferry dinilai sejalan dengan transformasi bisnis ASDP dalam menghadirkan sistem transportasi logistik yang lebih kompetitif. Melalui skema distribusi berbasis penyeberangan jarak jauh, perusahaan menargetkan efisiensi biaya distribusi, pengurangan waktu tempuh logistik, serta peningkatan efektivitas operasional.
Yossi menambahkan, langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan ASDP terhadap target pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional hingga 8 persen melalui sistem distribusi yang lebih efisien dan berdaya saing.
Saat ini, ASDP mengoperasikan tiga lintasan penyeberangan utama di Aceh, yakni Ulee Lheue–Balohan, Ulee Lheue–Lamteung, dan Ulee Lheue–Serapung. Layanan tersebut didukung armada KMP Aceh Hebat 2, KMP BRR, dan KMP Papuyu.
Sepanjang Januari hingga April 2026, ASDP Cabang Banda Aceh melayani sebanyak 128.034 penumpang dan 63.428 kendaraan melalui ketiga lintasan tersebut. Data tersebut menunjukkan peran transportasi penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Aceh.
“Ke depan, ASDP berkomitmen terus memperkuat konektivitas nasional melalui layanan transportasi penyeberangan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik serta pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” tambahnya.


