TBIG Perluas Edukasi Kesehatan, Sasar 16 Desa di Pulau Jawa
Melalui Bangun Sehat Bersama, TBIG menunjukkan bahwa kontribusi sosial perusahaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan.
INFOBRAND.ID - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) kembali memperkuat komitmennya dalam memberikan dampak sosial berkelanjutan melalui program Bangun Sehat Bersama. Kali ini, perusahaan memperluas edukasi kesehatan ke 16 desa dan kelurahan di Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Mengusung fokus pada sanitasi sehat, pola konsumsi sehat, dan personal hygiene, program tersebut dirancang tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi juga membangun pengetahuan dan kesadaran masyarakat agar perilaku hidup sehat dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan.
Inisiatif ini menjadi bagian dari 81 aksi Bangun Sehat Bersama yang digelar TBIG dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia. Melalui rangkaian aksi tersebut, TBIG berupaya menjadikan edukasi sebagai fondasi penting dalam menciptakan dampak sosial yang lebih panjang bagi masyarakat.
Dari 16 lokasi, edukasi Pola Sanitasi Sehat digelar di sembilan wilayah, yakni Kelurahan Tamanbaru dan Kelurahan Cipare di Kota Serang, Banten; Desa Cikahuripan, Kabupaten Bogor; Kelurahan Harapan Jaya, Kota Bekasi; Desa Kawunganten, Kabupaten Cirebon; Kelurahan Pataruman, Kota Banjar; Desa Jagoan, Kabupaten Boyolali; Desa Menganti, Kabupaten Kebumen; serta Desa Nusawungu, Kabupaten Cilacap.
Sementara edukasi Pola Konsumsi Sehat menjangkau Desa Campakasari dan Desa Bojongkapol di Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Adapun edukasi Personal Hygiene dilaksanakan di Desa Pamanukan Sebrang dan Kelurahan Wanareja, Kabupaten Subang, Jawa Barat; Desa Tambaksari, Kabupaten Kendal; Desa Karangasem, Kabupaten Cilacap; serta Desa Giriharjo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, mengatakan edukasi kesehatan merupakan bagian penting dari strategi perusahaan dalam membangun manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Melalui Bangun Sehat Bersama, kami ingin kesehatan tidak hanya dipahami sebagai akses terhadap layanan medis, tetapi juga sebagai kebiasaan yang dibangun bersama. Karena itu, edukasi mengenai sanitasi, konsumsi sehat, dan personal hygiene kami hadirkan secara langsung di tengah masyarakat agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Lie Si An.
Menurutnya, implementasi program di berbagai wilayah juga menjadi momentum bagi TBIG untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih tepat sasaran.
Komitmen serupa ditegaskan Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi. Ia mengatakan, program sosial perusahaan tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan manfaat secara langsung, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat agar mampu menjaga kesehatan secara mandiri dalam jangka panjang.
“Kami percaya bahwa dampak sosial yang berkelanjutan dimulai dari hal-hal sederhana yang dapat dilakukan masyarakat setiap hari. Melalui edukasi kesehatan, kami ingin membantu membangun pengetahuan dan kebiasaan yang dapat memperkuat kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungannya,” kata Herman.
Ia menambahkan, perluasan program ke berbagai daerah merupakan bagian dari komitmen TBIG untuk terus hadir dan membangun kolaborasi bersama masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“81 aksi Bangun Sehat Bersama menjadi bagian dari semangat kami untuk terus memberikan manfaat bersama masyarakat. Kami berharap program ini tidak berhenti ketika kegiatan selesai, tetapi pengetahuan yang dibagikan dapat terus diterapkan dan memberikan dampak positif dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Herman.
Melalui Bangun Sehat Bersama, TBIG menunjukkan bahwa kontribusi sosial perusahaan tidak berhenti pada penyaluran bantuan. Lebih jauh, perusahaan mendorong perubahan perilaku melalui edukasi dan pemberdayaan, sehingga manfaat program diharapkan dapat terus dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat arah CSR TBIG yang menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari proses membangun keberlanjutan. Dengan mendorong kebiasaan hidup sehat dari lingkungan terkecil, perusahaan berharap dampak sosial dapat tumbuh dan menjadi praktik baik yang terus dilanjutkan oleh masyarakat.

