Deft Barber Jadikan SDM sebagai Mesin Pertumbuhan Bisnis
Raden Riki, CEO Deft Barbershop
INFOBRAND.ID – Bisnis barbershop selama ini kerap dipandang sebagai bisnis jasa yang sederhana. Namun, ketika sebuah brand mulai membangun puluhan hingga ratusan outlet, persoalannya berubah. Tantangan terbesar bukan lagi sekadar mendatangkan pelanggan, melainkan bagaimana menjaga kualitas layanan tetap konsisten di tengah ekspansi.
Deft Barber membaca tantangan tersebut dari sisi yang berbeda. Brand barbershop thematic ini menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai infrastruktur pertumbuhan bisnis.
Strategi tersebut terungkap dalam wawancara Tim Redaksi INFOBRAND.ID bersama Owner Deft Barber, Raden Riki Wira Saputra. Dalam wawancara tersebut, Riki menjelaskan bahwa penguatan SDM menjadi salah satu perhatian utama Deft Barber dalam mengembangkan bisnis.
“Keunggulan kami dibanding mitra lain adalah kami mempunyai sekolah barbershop dengan siswa paling banyak di antara franchise barbershop lainnya. Jadi untuk SDM dijamin ketersediaannya oleh kami karena ini adalah kunci utama,” ujar Riki.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Deft Barber tidak menempatkan SDM hanya sebagai kebutuhan operasional, tetapi sebagai bagian dari strategi pertumbuhan bisnis.
Bukan Sekadar Cari Barber
Dalam bisnis barbershop, barber merupakan ujung tombak perusahaan. Pelanggan dapat tertarik karena lokasi, harga maupun desain outlet, tetapi keputusan untuk kembali sangat dipengaruhi oleh pengalaman ketika mendapatkan layanan.
Karena itu, persoalan SDM menjadi semakin strategis ketika jaringan bisnis bertambah.
Melalui Deft Barber School, perusahaan membangun jalur pengembangan SDM secara internal. Hingga 2026, Deft Barber menyebut sekolah tersebut telah menghasilkan lebih dari 700 lulusan.
Strategi ini memberikan perusahaan ruang untuk membangun talent pipeline sendiri. Kebutuhan tenaga barber tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan tenaga kerja di pasar, tetapi dapat dipersiapkan melalui ekosistem pendidikan yang dibangun brand.
Dalam konteks bisnis, langkah tersebut dapat menjadi keunggulan kompetitif karena pertumbuhan outlet dapat lebih mudah diimbangi dengan kesiapan SDM.
SDM sebagai Competitive Advantage
Bisnis jasa memiliki karakter yang berbeda dengan bisnis berbasis produk. Kualitas produk dapat dikontrol melalui proses produksi, sementara kualitas jasa sangat dipengaruhi oleh orang yang memberikan layanan.
Pada bisnis barbershop, kemampuan barber dalam memahami keinginan pelanggan, memberikan rekomendasi gaya rambut dan menciptakan pengalaman pelayanan menjadi bagian penting dari nilai brand.
Karena itu, Deft Barber menjadikan pendidikan dan pelatihan sebagai bagian dari strategi bisnis.
Bukan hanya mencari barber berpengalaman, perusahaan juga memiliki ruang untuk membentuk tenaga profesional sesuai standar yang dibutuhkan.
Pendekatan ini membuat SDM memiliki fungsi ganda: sebagai tenaga operasional sekaligus sebagai brand ambassador yang berinteraksi langsung dengan konsumen.
Menjaga Konsistensi Saat Bisnis Membesar
Deft Barber kini telah mengembangkan jaringan lebih dari 90 cabang. Pertumbuhan tersebut membawa tantangan baru, terutama bagaimana menjaga standar layanan di berbagai lokasi.
Semakin banyak outlet, semakin besar pula potensi terjadinya perbedaan kualitas pelayanan.
Karena itu, standardisasi menjadi bagian penting dalam pengelolaan bisnis. SOP, pelatihan, pengembangan kemampuan barber dan pengawasan operasional diperlukan agar pengalaman konsumen tetap konsisten.
Dalam wawancara bersama Tim Redaksi INFOBRAND.ID, perhatian terhadap SDM tersebut menjadi salah satu poin penting yang disampaikan Deft Barber dalam menjelaskan strategi pertumbuhan brand.
Bagi perusahaan, pertumbuhan jaringan harus berjalan seiring dengan kesiapan orang dan sistem yang berada di belakangnya.
Thematic Jadi Diferensiasi Brand
Selain kekuatan SDM, Deft Barber membangun diferensiasi melalui konsep thematic barbershop.
Konsep tersebut memberikan karakter tersendiri pada outlet sekaligus menciptakan pengalaman yang berbeda bagi pelanggan.
Strategi ini menjadi relevan di tengah semakin banyaknya barbershop yang menawarkan layanan serupa. Ketika produk utamanya relatif sama, pengalaman pelanggan dapat menjadi pembeda.
Desain outlet, suasana, pelayanan dan karakter brand kemudian menjadi bagian dari value proposition yang ditawarkan kepada konsumen.
Dari sisi komunikasi pemasaran, konsep thematic juga memberikan keuntungan karena karakter visual outlet dapat menjadi materi konten yang memperkuat eksistensi brand di media sosial.
Dari Haircut Menuju Ekosistem Grooming
Deft Barber juga tidak berhenti pada layanan potong rambut. Perusahaan mengembangkan Deft Barber School dan produk grooming seperti pomade.
Langkah ini memperlihatkan upaya perusahaan membangun ekosistem yang lebih luas di industri grooming pria.
Outlet menjadi titik interaksi langsung dengan konsumen, sekolah menjadi bagian dari pengembangan SDM, sementara produk grooming memperluas hubungan brand dengan konsumen di luar outlet.
Dengan pendekatan tersebut, Deft Barber memiliki sejumlah titik untuk membangun brand awareness sekaligus memperkuat positioning di pasar grooming pria.
Pertumbuhan Bukan Sekadar Tambah Outlet
Bertambahnya jumlah outlet memang menunjukkan adanya ekspansi. Namun, bagi bisnis yang ingin tumbuh berkelanjutan, ekspansi harus didukung oleh sistem yang mampu direplikasi.
Deft Barber menempatkan SDM sebagai salah satu komponen utama dalam sistem tersebut.
Sekolah barber membangun talent pipeline. Pelatihan meningkatkan kompetensi. SOP menjaga standar layanan. Sementara konsep thematic memperkuat diferensiasi.
Seluruh komponen tersebut kemudian bekerja untuk satu tujuan: membangun bisnis yang mampu tumbuh tanpa kehilangan kualitas dan karakter brand.
SDM sebagai Mesin Growth
Strategi Deft Barber menunjukkan bahwa bisnis barbershop telah berkembang jauh dari sekadar bisnis potong rambut.
Dalam industri yang semakin kompetitif, kekuatan brand tidak hanya ditentukan oleh jumlah outlet atau banyaknya pelanggan. Kemampuan membangun sistem, menjaga kualitas SDM dan menciptakan pengalaman konsumen menjadi faktor yang semakin menentukan. Terlihat bahwa Deft Barber menjadikan SDM sebagai salah satu fondasi utama pertumbuhan.
Bagi Deft Barber, barber bukan sekadar tenaga operasional. Mereka adalah bagian dari pengalaman pelanggan dan representasi langsung dari brand. Dengan membangun SDM, sistem dan diferensiasi secara bersamaan, Deft Barber berupaya menciptakan bisnis barbershop yang bukan hanya tumbuh secara jumlah, tetapi juga memiliki fondasi untuk berkembang secara berkelanjutan.

