SMART Cetak Rekor Penjualan Rp86,9 Triliun, Bisnis Sawit Terintegrasi Jadi Mesin Pertumbuhan
PT SMART Tbk mencetak rekor penjualan Rp86,9 triliun pada 2025. Simak profil, model bisnis terintegrasi, dan strategi pertumbuhannya.
PT SMART Tbk
INFOBRAND.ID – Industri kelapa sawit masih menjadi salah satu kekuatan penting dalam sektor agribisnis Indonesia. Di tengah fluktuasi harga komoditas dan tuntutan terhadap bisnis yang semakin berkelanjutan, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk atau SMART justru berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja.
Emiten berkode saham SMART tersebut membukukan penjualan bersih sebesar Rp86,9 triliun sepanjang 2025, meningkat sekitar 10% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tidak hanya penjualan, laba bersih perusahaan juga meningkat menjadi Rp2,58 triliun.
Capaian tersebut sekaligus menjadi rekor penjualan tertinggi SMART dan memperlihatkan bagaimana model bisnis agribisnis terintegrasi dapat menjadi salah satu kekuatan perusahaan dalam menghadapi perubahan kondisi pasar.
Dari Perkebunan hingga Produk Konsumen
SMART bukan pemain baru dalam industri agribisnis nasional.
Perusahaan telah berdiri sejak 1962 dan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 1992.
Dalam perkembangannya, SMART membangun bisnis yang tidak berhenti pada perkebunan kelapa sawit. Perusahaan mengintegrasikan aktivitas bisnis mulai dari pengelolaan perkebunan, pemanenan tandan buah segar, pengolahan minyak sawit dan inti sawit, hingga produksi berbagai produk turunannya.
Saat ini, SMART mengelola sekitar 136 ribu hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia, termasuk perkebunan plasma.
Hasil dari perkebunan tersebut kemudian masuk ke berbagai fasilitas pengolahan untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Model ini membuat bisnis SMART tidak hanya bergantung pada perdagangan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Perusahaan juga menghasilkan minyak goreng, margarin, shortening, biodiesel hingga produk oleokimia.
Filma dan Kunci Mas Perkuat Bisnis Hilir
Integrasi bisnis SMART semakin terlihat pada pengembangan produk konsumen.
Di pasar Indonesia, perusahaan memiliki sejumlah brand yang telah dikenal luas, termasuk Filma dan Kunci Mas untuk kategori minyak goreng.
Keberadaan produk bermerek memberikan nilai tambah tersendiri dibandingkan apabila perusahaan hanya beroperasi di sektor komoditas.
SMART dapat menangkap nilai ekonomi dari beberapa tahapan sekaligus, mulai dari pengelolaan bahan baku hingga produk yang digunakan langsung oleh konsumen maupun industri.
Strategi hilirisasi seperti ini menjadi semakin penting karena industri kelapa sawit terus bergerak menuju produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
Apalagi sawit kini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan industri makanan.
Komoditas tersebut juga menjadi bahan penting bagi industri energi, personal care, bahan kimia hingga berbagai produk manufaktur lainnya.
Model Bisnis Terintegrasi Jadi Kekuatan SMART
Kinerja SMART sepanjang 2025 memperlihatkan besarnya peran integrasi dalam membangun daya tahan bisnis.
Menurut perusahaan, peningkatan harga pasar menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan kinerja.
Namun di luar faktor harga, keberadaan rantai bisnis dari hulu hingga hilir memberikan ruang lebih besar bagi perusahaan untuk mengelola produktivitas, efisiensi serta pengembangan produk.
Penjualan yang mencapai hampir Rp87 triliun menunjukkan skala ekonomi yang telah dibangun SMART selama puluhan tahun.
Bisnis terintegrasi juga membantu perusahaan mendiversifikasi sumber pendapatan.
Ketika kondisi salah satu segmen berubah, perusahaan masih memiliki aktivitas bisnis lain di sepanjang rantai industri kelapa sawit.
Teknologi dan Keberlanjutan Jadi Bagian Strategi Bisnis
Pertumbuhan bisnis agribisnis saat ini juga tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi.
SMART mengembangkan kegiatan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan serta efisiensi proses produksi.
Di sisi industri, perusahaan juga mendorong implementasi teknologi pada fasilitas manufakturnya.
Pada saat bersamaan, aspek keberlanjutan menjadi semakin penting mengingat konsumen, investor dan pasar ekspor menuntut rantai pasok yang dapat ditelusuri dan dikelola secara bertanggung jawab.
Bagi perusahaan dengan skala bisnis sebesar SMART, kemampuan menjaga keseimbangan antara produktivitas, efisiensi dan keberlanjutan menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing jangka panjang.
Dari Komoditas Menuju Bisnis Bernilai Tambah
Perjalanan SMART memberikan gambaran mengenai transformasi perusahaan agribisnis modern.
Kelapa sawit memang tetap menjadi sumber daya utama. Namun nilai bisnis yang lebih besar justru muncul ketika perusahaan mampu mengembangkan ekosistem di sekeliling komoditas tersebut.
Mulai dari perkebunan, pengolahan, distribusi, teknologi hingga pembangunan brand konsumen.
Dengan penjualan mencapai Rp86,9 triliun pada 2025, SMART menunjukkan bahwa kekuatan perusahaan agribisnis tidak lagi hanya ditentukan oleh seberapa luas lahan yang dikelola.
Kemampuan melakukan integrasi bisnis, hilirisasi serta menciptakan produk bernilai tambah menjadi faktor yang semakin menentukan pertumbuhan sebuah perusahaan agribisnis.

