Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

Produksi Tumbuh, Petrokimia Gresik Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan

Produksi Tumbuh, Petrokimia Gresik Perkuat Strategi Bisnis Berkelanjutan Dok. Petrokimia Gresik

INFOBRAND.ID – Petrokimia Gresik terus memperkuat transformasi bisnis untuk menjaga pertumbuhan perusahaan sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap sektor pertanian nasional. Strategi tersebut dijalankan melalui peningkatan kapasitas dan fleksibilitas produksi, penguatan rantai pasok, pengembangan infrastruktur, hingga penerapan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan perusahaan.

Kinerja produksi menjadi salah satu indikator positif. Sepanjang 2025, produksi pupuk Petrokimia Gresik mencapai 4.683.477 ton, dibandingkan 4.474.914 ton pada 2024 atau tumbuh sekitar 4,66%.

Tren pertumbuhan berlanjut pada semester pertama 2026. Hingga Juni, perusahaan mencatat produksi pupuk sebesar 2.716.141 ton, meningkat sekitar 11,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 2.431.506 ton.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menilai kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan untuk menghadapi perubahan industri. Tantangan mulai dari kondisi geopolitik, perubahan iklim, hingga fluktuasi harga energi dan bahan baku mendorong perusahaan untuk terus memperkuat fondasi bisnis dan daya saingnya.

Transformasi Produksi Perkuat Daya Saing Petrokimia Gresik

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah memodifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan teknologi Flex-Phos. Teknologi tersebut memberikan fleksibilitas bagi satu fasilitas untuk memproduksi beberapa jenis produk, mulai dari NPK Phonska, NPK Solid Granulation hingga pupuk fosfat.

Fleksibilitas produksi tersebut menjadi penting karena memungkinkan perusahaan merespons kebutuhan pasar secara lebih adaptif sekaligus memperkuat ketahanan industri pupuk nasional.

Penguatan juga dilakukan pada sisi bahan baku. Petrokimia Gresik membangun dua tangki penyimpanan asam sulfat dengan total kapasitas 40.000 ton. Setelah pengembangan selesai, kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan diproyeksikan mencapai 100.000 ton.

Sementara pada sektor logistik, perusahaan tengah mengembangkan Dermaga A yang dirancang dapat melayani kapal hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT), dengan kemampuan bongkar muat mencapai 4 juta ton setiap tahun. Infrastruktur tersebut diharapkan mendukung efisiensi distribusi dan meningkatkan keandalan operasional perusahaan.

Petrokimia Gresik juga memperkuat kepastian pasokan energi melalui kerja sama penyediaan gas dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura serta Wilayah Kerja Ketapang di perairan utara Pulau Madura.

Kerja sama tersebut berpotensi memberikan tambahan pasokan sekitar 30–35 MMSCFD dan mendukung kebutuhan operasional perusahaan hingga 2035.

Pertumbuhan Berkelanjutan Jadi Bagian Transformasi Bisnis

Ekspansi dan peningkatan kemampuan produksi dijalankan bersamaan dengan agenda keberlanjutan. Pada 2025, Petrokimia Gresik ditunjuk menjadi proyek percontohan implementasi teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU) oleh Kementerian Perindustrian.

Program tersebut menjadi bagian dari roadmap dekarbonisasi Petrokimia Gresik periode 2025–2030 dan menunjukkan bahwa transformasi industri perusahaan tidak semata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga efisiensi serta keberlanjutan jangka panjang.

Perusahaan juga terus mendorong budaya inovasi. Melalui Konvensi Inovasi Petrokimia Gresik (KIPG) 2026, berbagai inovasi yang dikembangkan karyawan tercatat menghasilkan direct financial benefit Rp68 miliar serta value creation Rp154 miliar.

Pertumbuhan Bisnis Diimbangi Kontribusi Sosial

Prinsip keberlanjutan juga diterapkan melalui kontribusi sosial perusahaan. Bersama Pupuk Indonesia dan Relawan Bakti BUMN, Petrokimia Gresik menyalurkan bantuan kebutuhan dasar senilai Rp75 juta kepada masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.

Bantuan berupa beras, gula, minyak, dan selimut tersebut didistribusikan secara bertahap pada 16–19 Agustus 2026 setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.

Program Relawan Bakti BUMN sebelumnya direncanakan berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengembangan pertanian melalui program TAJUMASE (Tani Maju Makmur Sejahtera) di Ruteng, Kabupaten Manggarai. Namun, kondisi bencana membuat kegiatan tersebut dialihkan menjadi dukungan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak.

Berbagai langkah tersebut memperlihatkan strategi Petrokimia Gresik dalam membangun pertumbuhan yang tidak hanya mengandalkan peningkatan volume produksi. Penguatan teknologi, infrastruktur, pasokan energi, inovasi, dekarbonisasi, dan kontribusi sosial menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun daya saing yang lebih berkelanjutan sekaligus memperkuat perannya dalam mendukung pertanian dan ketahanan pangan Indonesia.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV