Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

Pekan Halal Indonesia 2026 Hadirkan Ekosistem Halal, Edukasi hingga Teknologi di JICC

Pekan Halal Indonesia 2026 Hadirkan Ekosistem Halal, Edukasi hingga Teknologi di JICC Pekan Halal Indonesia 2026

Jakarta, INFOBRAND.ID – Pekan Halal Indonesia 2026 yang digelar bersamaan dengan EduNation Festival 2026 hadir sebagai wadah kolaborasi industri halal, pendidikan, teknologi, tekstil, komunitas hingga gaya hidup dalam satu ekosistem terintegrasi.

Pameran ini berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, dengan menghadirkan berbagai pelaku industri, institusi pendidikan, komunitas serta mitra strategis.

Menjelang penyelenggaraan acara, PT Debindomulti Adhiswasti menggelar press conference pada Rabu (26/8/2026) di Dream Dates Artisan Bakery & Restaurant, Senopati, Jakarta.

Sejumlah mitra turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Glamlocal, Halal Kulture dan Deatextile, serta iFortepay sebagai Official Payment dan Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai Supported Partner.

Pekan Halal Indonesia Bangun Ekosistem Halal Terintegrasi

Direktur Utama PT Debindomulti Adhiswasti, Vibiadhi Swasti Pradana, mengatakan Pekan Halal Indonesia diinisiasi untuk membangun ekosistem industri halal yang lebih luas dan terintegrasi.

Menurutnya, industri halal saat ini tidak lagi terbatas pada produk makanan dan minuman maupun aktivitas perdagangan.

“Melalui PHI, kami ingin membangun sebuah ekosistem yang terintegrasi dan dapat menjadi one-stop solution. Industri halal tidak hanya berbicara mengenai perdagangan, tetapi juga pendidikan, gaya hidup, keterampilan, teknologi, dan berbagai sektor lainnya,” ujar Vibiadhi.

Konsep tersebut membuat Pekan Halal Indonesia 2026 tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga tempat bertemunya berbagai stakeholder yang memiliki keterkaitan dengan perkembangan industri halal di Indonesia.

Pendidikan Jadi Bagian Penting Ekosistem Halal

Pengembangan industri halal juga dinilai perlu berjalan beriringan dengan sektor pendidikan.

Ketua KOPIN, Ustadz Ali Saman Hasan, menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang memiliki kemampuan bersaing secara global sekaligus memiliki fondasi nilai dan akhlak yang kuat.

“Ketika seseorang memiliki daya saing global, dia juga harus memiliki kesadaran terhadap nilai-nilai halal. Pendidikan tidak hanya menggabungkan knowledge, tetapi juga akhlak,” ujarnya.

Menurut Ali, kesadaran halal perlu diperkenalkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari sejak lingkungan pendidikan.

Penerapan konsep halal tidak hanya berkaitan dengan makanan dan minuman, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai kebutuhan pendukung pendidikan, mulai dari seragam, buku hingga produk lainnya.

Digitalisasi Transaksi Dukung Pelaku UMKM

Teknologi juga menjadi salah satu bagian dari ekosistem yang dihadirkan dalam Pekan Halal Indonesia dan EduNation Festival 2026.

Chief Executive Officer iForte, Valerino Wijaya, mengatakan digitalisasi dapat membantu pelaku usaha mendapatkan proses transaksi yang lebih praktis dan efisien.

Salah satu solusi yang diperkenalkan adalah QRIS Soundbox, perangkat yang memberikan notifikasi suara setelah transaksi QRIS berhasil dilakukan.

“Pada saat terjadi pembayaran, akan muncul suara notifikasi. Dari sisi penjual, ini membantu mengetahui bahwa transaksi sudah dilakukan. Di sisi lain, pembayar juga dapat menerima konfirmasi dan merasa yakin bahwa pembayarannya sudah berhasil,” jelas Valerino.

Teknologi tersebut dinilai dapat membantu mempercepat proses transaksi sekaligus mengurangi antrean, terutama bagi pelaku usaha mikro dan UMKM yang memiliki volume transaksi cukup tinggi.

Dalam kegiatan tersebut disampaikan bahwa jumlah unit usaha mikro di Indonesia mencapai lebih dari 30,2 juta unit usaha, sehingga transformasi transaksi digital memiliki peluang penerapan yang luas.

Halal Lifestyle Semakin Diterima Pasar Global

Sementara itu, Direktur Mumtaz Creative sekaligus Halal Kulture, Agung Mulyawan Paramata, melihat perkembangan industri halal semakin erat dengan komunitas dan gaya hidup masyarakat.

Halal menurutnya tidak lagi hanya dipandang sebagai kebutuhan masyarakat Muslim, tetapi telah berkembang sebagai bagian dari industri global.

“Secara industri, segmen Muslim dan industri halal ini merupakan salah satu segmen yang sangat besar. Semakin ke sini, hal-hal yang berkaitan dengan halal ternyata tidak hanya relevan untuk Muslim,” kata Agung.

Melalui Halal Kulture, sejumlah komunitas akan dilibatkan dalam Pekan Halal Indonesia 2026, termasuk komunitas otomotif dan muslim bikers.

Berbagai program juga dipersiapkan, antara lain Sunday Morning Hype, serta diskusi mengenai cryptocurrency, ekonomi syariah, bisnis dan keuangan syariah.

Kehadiran aktivitas berbasis komunitas tersebut diharapkan dapat membuat konsep halal semakin dekat dengan gaya hidup masyarakat sehari-hari.

Industri Tekstil Ikut Masuk Ekosistem Produk Halal

Tak hanya makanan, minuman dan sektor keuangan, industri tekstil juga mulai menjadi bagian dari pengembangan ekosistem produk halal.

CEO Deatextile, Adwil Yusuf, mengatakan produk tekstil dapat dikembangkan dengan memperhatikan proses produksi dan persyaratan sertifikasi halal.

“Produk halal tentunya bukan sesuatu yang sederhana. Produk tersebut harus memiliki sertifikasi halal. Dalam event ini, kami akan membawa produk halal yang berbeda, yaitu produk tekstil,” ujar Adwil.

Deatextile sendiri telah mengembangkan kerja sama dengan sejumlah institusi pendidikan.

Di antaranya dengan Universitas Indonesia dalam pembuatan seragam serta sejumlah perguruan tinggi lain untuk memenuhi kebutuhan jas, almamater, toga dan berbagai produk tekstil lainnya.

Pekan Halal Indonesia 2026 Jadi Ruang Kolaborasi Bisnis

Melalui kolaborasi antara industri halal dan sektor pendidikan, Pekan Halal Indonesia in Conjunction with EduNation Festival 2026 diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi pelaku bisnis, institusi pendidikan, komunitas dan masyarakat.

Selain mendapatkan informasi mengenai perkembangan industri halal, pengunjung juga berkesempatan menemukan produk, teknologi, komunitas hingga membuka peluang kerja sama dan kolaborasi baru.

Pekan Halal Indonesia & EduNation Festival 2026 berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Tiket masuk acara dibanderol Rp20.000.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV