Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

NHM Perkuat Daur Ulang Air di Tambang Emas Gosowong, Dorong Operasi Lebih Berkelanjutan

NHM Perkuat Daur Ulang Air di Tambang Emas Gosowong, Dorong Operasi Lebih Berkelanjutan Dok. Istimewa

INFOBRAND.ID– PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) memperkuat strategi pengelolaan sumber daya air di Tambang Emas Gosowong, Halmahera Utara, Maluku Utara, melalui pengembangan sistem pemulihan dan pemanfaatan kembali air.

Inisiatif tersebut dijalankan melalui DST Water Recovery & Recycling Project, yang diarahkan untuk mengurangi ketergantungan kegiatan pertambangan terhadap air sungai sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air dalam proses operasional.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun sistem pengelolaan air yang lebih terintegrasi dan mendukung keberlanjutan operasi tambang dalam jangka panjang.

Kebutuhan Air Gosowong Capai 5.400 Meter Kubik per Hari

Operasional pengolahan Tambang Emas Gosowong saat ini membutuhkan sekitar 5.400 meter kubik air proses setiap hari.

NHM menargetkan efisiensi penggunaan air sebesar 20–30% melalui pengembangan sistem daur ulang tersebut. Dalam keterangan perusahaan, volume pemanfaatan kembali air yang ditargetkan melalui sistem ini disebut berada pada kisaran 1.680 hingga 1.920 meter kubik per hari.

Pada tahap awal, optimalisasi difokuskan pada pengurangan konsumsi air baku atau Raw Water Mill Process.

Perusahaan selanjutnya melakukan kajian untuk memperluas pemanfaatannya pada kebutuhan UG Water Consumption dan Clean Up Mill Process Area.

Untuk mendukung sistem tersebut, sejumlah infrastruktur seperti jaringan pipa, valve, dan fitting juga dipersiapkan secara bertahap.

Air Daur Ulang Digunakan Sesuai Standar Kualitas

Salah satu prinsip yang diterapkan NHM adalah menyesuaikan sumber air dengan standar kualitas yang dibutuhkan pada masing-masing proses.

Air hasil pengolahan dari fasilitas DST, Polishing Pond, dan RSPK diintegrasikan untuk mendukung sebagian kebutuhan operasional tambang.

Air hasil pengolahan DST, misalnya, terlebih dahulu melewati proses penjernihan sebelum digunakan untuk mendukung mesin penggiling utama.

Namun, tidak semua kegiatan dapat langsung menggunakan air hasil daur ulang.

Kebutuhan domestik di area camp dan kantor serta proses Elution atau Gold Recovery masih menggunakan air sungai karena kedua kebutuhan tersebut mensyaratkan kualitas air tertentu.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mengurangi penggunaan air dengan kualitas tinggi untuk kegiatan yang sebenarnya dapat memanfaatkan air hasil pemulihan.

Daur Ulang Air Kurangi Ketergantungan pada Sungai

Pengelolaan sumber daya air menjadi faktor penting bagi keberlangsungan kegiatan pertambangan.

Dengan memanfaatkan kembali air yang telah melalui proses pengolahan, kebutuhan terhadap pengambilan air baru dapat ditekan.

Bagi NHM, langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan efisiensi operasional, tetapi juga dengan upaya mempertahankan ketahanan pasokan air dalam jangka panjang.

Hal ini menjadi relevan mengingat kegiatan tambang membutuhkan ketersediaan air yang stabil pada berbagai tahapan produksi.

Optimalisasi pemanfaatan air juga dapat membantu mengurangi tekanan terhadap sumber air alami di sekitar area operasional.

Implementasi Dilakukan Bertahap

Pengembangan sistem pemulihan air di Gosowong tidak dilakukan sekaligus.

NHM menjalankannya melalui sejumlah tahapan mulai dari perencanaan, desain teknis, pembangunan fasilitas, pengujian, hingga penyempurnaan sistem.

Implementasi di lapangan juga menghadapi sejumlah tantangan teknis.

Perbedaan elevasi permukaan tanah, panjang jalur distribusi air, kualitas air hasil pengolahan, kapasitas fasilitas penyimpanan, serta keandalan sistem menjadi beberapa aspek yang perlu diperhitungkan.

Pada saat yang sama, pembangunan dan penyempurnaan sistem harus dilakukan tanpa mengganggu kegiatan produksi yang tetap berjalan.

Kondisi tersebut membuat manajemen air di kawasan pertambangan membutuhkan kombinasi antara infrastruktur, rekayasa teknis, pemantauan kualitas, dan perencanaan operasional.

DST Tak Lagi Sekadar Fasilitas Pengeringan Limbah

Pengembangan proyek ini juga memperluas fungsi fasilitas DST di kawasan Gosowong.

Fasilitas tersebut sebelumnya berkaitan dengan proses pengeringan limbah tambang. Melalui pengembangan sistem baru, DST mulai ditempatkan sebagai salah satu bagian dari ekosistem pengelolaan dan pemulihan air.

Air yang masih dapat dimanfaatkan tidak langsung diperlakukan sebagai keluaran akhir, melainkan masuk kembali ke sistem untuk mendukung proses yang memungkinkan penggunaan air hasil olahan.

Konsep semacam ini menjadi bagian penting dari pendekatan efisiensi sumber daya dalam kegiatan industri.

Dukung Target Lingkungan NHM

Selain memberikan manfaat bagi kegiatan operasional, DST Water Recovery & Recycling Project diarahkan untuk mendukung program konservasi dan pengelolaan lingkungan NHM.

Perusahaan menyebut optimalisasi daur ulang air turut mendukung capaian dalam program PROPER Hijau.

Bagi industri pertambangan, pengelolaan lingkungan semakin menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan bisnis.

Penggunaan sumber daya secara efisien, pengelolaan limbah, perlindungan sumber air, reklamasi, dan pengendalian dampak operasional menjadi elemen penting dalam praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Melalui optimalisasi sistem tersebut, NHM berupaya menjadikan air hasil pengolahan sebagai sumber daya yang dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan operasional.

Upaya ini sekaligus memperlihatkan bagaimana pengelolaan air Tambang Emas Gosowong diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan produksi saat ini, tetapi juga menjaga ketersediaan sumber daya air dalam jangka panjang.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV