MPXL Cetak Laba Rp4,11 Miliar di Semester I 2026, Efisiensi Operasional Perkuat Kinerja
MPX Logistics International (MPXL) membukukan laba bersih Rp4,11 miliar pada Semester I 2026 setelah sebelumnya rugi. Pendapatan dan margin juga meningkat.
Dok. Istimewa
INFOBRAND.ID– PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) menunjukkan perbaikan kinerja yang signifikan sepanjang enam bulan pertama 2026. Emiten yang bergerak di bidang logistik dan transportasi tersebut berhasil keluar dari zona rugi dan membukukan laba bersih Rp4,11 miliar pada Semester I 2026.
Perubahan kinerja tersebut berlangsung seiring meningkatnya pendapatan, membaiknya margin usaha, serta strategi efisiensi yang dijalankan perusahaan.
Sepanjang Semester I 2026, MPXL mencatat pendapatan Rp73,12 miliar, tumbuh 28,8% dibandingkan periode sama 2025 yang sebesar Rp56,77 miliar. Jasa ekspedisi menjadi salah satu kontributor penting dengan pendapatan Rp50,98 miliar atau meningkat sekitar 54,5% secara tahunan.
MPXL Berbalik dari Rugi Menjadi Laba
Salah satu pencapaian utama MPXL pada Semester I 2026 terlihat pada lini laba bersih.
Perusahaan sebelumnya masih membukukan rugi bersih Rp3,50 miliar pada Semester I 2025. Setahun kemudian, posisi tersebut berbalik menjadi laba bersih sebesar Rp4,11 miliar.
Sebelum memperhitungkan pajak, MPXL membukukan laba Rp4,69 miliar. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan masih mencatat rugi sebelum pajak sekitar Rp3 miliar.
Capaian ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis MPXL tidak hanya tercermin dari kenaikan pendapatan, tetapi juga mulai diterjemahkan menjadi peningkatan profitabilitas.
Laba Kotor Melonjak, Margin MPXL Membaik
Perbaikan kinerja MPXL semakin terlihat pada laba kotor.
Laba kotor perusahaan mencapai Rp15,09 miliar pada Semester I 2026, meningkat 96,5% dari Rp7,68 miliar pada Semester I tahun sebelumnya.
Sejalan dengan peningkatan tersebut, gross profit margin MPXL naik menjadi 20,6%, dari sebelumnya 13,5%.
Peningkatan margin memberikan sinyal bahwa pertumbuhan pendapatan berlangsung bersamaan dengan pengendalian biaya pokok yang semakin efektif.
Bagi perusahaan logistik, pengelolaan biaya menjadi faktor penting mengingat bisnis ini sangat dipengaruhi oleh utilisasi armada, bahan bakar, pemeliharaan kendaraan, pembiayaan, dan efektivitas rute operasional.
EBITDA MPXL Tembus Rp16,44 Miliar
Indikator operasional lainnya juga menunjukkan perbaikan.
EBITDA MPXL mencapai Rp16,44 miliar, tumbuh 101,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA margin pun meningkat dari 14,3% menjadi 22,5%.
Kenaikan tersebut menunjukkan semakin besarnya kontribusi bisnis utama perusahaan dalam menghasilkan arus pendapatan operasional.
Pada saat bersamaan, MPXL menjaga beban umum dan administrasi agar tetap terkendali. Beban keuangan juga turun menjadi sekitar Rp4,17 miliar, sejalan dengan optimalisasi struktur pembiayaan dan pengelolaan kewajiban.
Kombinasi pertumbuhan pendapatan dan efisiensi biaya inilah yang menjadi salah satu faktor penting di balik perubahan posisi keuangan MPXL pada semester pertama tahun ini.
Jasa Ekspedisi Menjadi Motor Pertumbuhan
Dari sisi bisnis, jasa ekspedisi tampil sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan MPXL.
Pendapatan segmen ini mencapai Rp50,98 miliar, meningkat sekitar 54,5% dibandingkan Semester I 2025.
Kinerja tersebut memperlihatkan besarnya peluang pada industri logistik nasional seiring kebutuhan distribusi barang, pembangunan infrastruktur, aktivitas industri, hingga pergerakan komoditas yang terus membutuhkan dukungan transportasi.
MPXL sendiri berupaya meningkatkan utilisasi armada sekaligus memperkuat layanan logistik untuk menjaga momentum pertumbuhan.
MPXL Perluas Sumber Pendapatan
Setelah mencatat perbaikan kinerja, MPXL tidak hanya mengandalkan bisnis eksisting.
Perusahaan menyiapkan sejumlah strategi untuk memperluas portofolio usahanya, termasuk meningkatkan kontribusi jasa ekspedisi serta mengembangkan bisnis penyewaan alat berat.
Selain itu, MPXL juga mengembangkan peluang usaha pada perdagangan batu bara dan layanan transportasi laut menggunakan kapal tongkang.
Diversifikasi tersebut dapat membuka sumber pendapatan baru sekaligus memperluas ekosistem bisnis perusahaan dari transportasi darat menuju layanan logistik yang semakin terintegrasi.
Fundamental Keuangan Jadi Perhatian
Perbaikan profitabilitas juga berjalan bersamaan dengan upaya memperkuat neraca perusahaan.
MPXL melaporkan total liabilitas yang menurun dibandingkan posisi akhir 2025, sementara ekuitas meningkat sejalan dengan laba yang dihasilkan sepanjang Semester I 2026.
Bagi MPXL, penguatan struktur keuangan menjadi penting untuk menyediakan ruang bagi ekspansi tanpa mengabaikan pengelolaan risiko dan kewajiban perusahaan.
Dengan pertumbuhan pendapatan 28,8%, perbaikan gross profit margin menjadi 20,6%, serta perubahan dari rugi menjadi laba bersih Rp4,11 miliar, Semester I 2026 menjadi periode penting dalam proses pemulihan sekaligus ekspansi bisnis MPXL.
Momentum tersebut selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan mempertahankan efisiensi operasional, meningkatkan utilisasi aset, serta mengembangkan sumber pendapatan baru secara berkelanjutan.

