Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Semester I 2026, Kredit Tumbuh Dua Digit

Laba BRI Tembus Rp31,2 Triliun di Semester I 2026, Kredit Tumbuh Dua Digit Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang enam bulan pertama 2026. Laba BRI 2026 pada semester I mencapai Rp31,2 triliun, meningkat 17,5% secara tahunan atau year-on-year (yoy) dibandingkan Rp26,53 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut menunjukkan kemampuan BRI menjaga momentum bisnis di tengah dinamika industri perbankan. Tidak hanya berasal dari peningkatan pendapatan, efisiensi pada biaya pendanaan turut memberikan kontribusi terhadap peningkatan profitabilitas perseroan.

Mengacu pada laporan keuangan perusahaan seperti diberitakan Kontan, beban bunga BRI selama semester I 2026 turun 5,87% yoy menjadi Rp27,39 triliun. Pada saat yang sama, pendapatan bunga meningkat 5,41% menjadi Rp107,92 triliun.

Perbaikan tersebut turut mendorong pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) BRI tumbuh 6,64% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp48,5 triliun. Sementara itu, pendapatan bunga bersih bank ditambah pendapatan jasa asuransi tercatat sebesar Rp81,18 triliun, meningkat 10,13% yoy.

Kredit BRI Capai Rp1.646 Triliun

Selain peningkatan profitabilitas, ekspansi bisnis BRI terlihat dari pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai dua digit.

Hingga akhir semester I 2026, kredit yang disalurkan BRI mencapai Rp1.646 triliun. Angka tersebut tumbuh 16,2% secara tahunan. Pertumbuhan kredit tersebut juga berjalan seiring dengan kenaikan total aset BRI sebesar 11,57% menjadi Rp2.352 triliun.

Peningkatan kredit menjadi salah satu indikator penting bagi BRI yang selama ini memiliki basis bisnis kuat pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ekspansi intermediasi yang tetap tumbuh memberikan ruang bagi perseroan untuk memperbesar pendapatan sekaligus mempertahankan posisi di industri perbankan nasional.

Jika dibandingkan dengan kinerja pada kuartal I 2026, tren pertumbuhan tersebut juga menunjukkan kesinambungan. Pada tiga bulan pertama tahun ini, BRI membukukan laba bersih Rp15,5 triliun atau meningkat 13,7% yoy, sementara total kredit ketika itu mencapai sekitar Rp1.562 triliun.

Dana Murah BRI Semakin Kuat

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BRI pada semester I 2026 tercatat sebesar Rp1.581 triliun atau meningkat 6,7% yoy.

Menariknya, pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh dana murah yang meningkat 10,1%. Komposisi dana murah terhadap keseluruhan DPK BRI kini mencapai 67,6%.

Besarnya porsi dana murah menjadi faktor strategis bagi perbankan karena dapat membantu menjaga biaya dana sekaligus memperkuat ruang untuk menghasilkan margin dari aktivitas penyaluran kredit. Kondisi ini sejalan dengan penurunan beban bunga yang dicatatkan BRI sepanjang semester pertama tahun ini.

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross BRI turun menjadi 3,15%. Namun demikian, NPL net tercatat berada di level 1,04%.

Dengan kombinasi pertumbuhan laba, ekspansi kredit dua digit, peningkatan aset, serta semakin besarnya kontribusi dana murah, BRI menunjukkan fundamental bisnis yang tetap kuat memasuki paruh kedua 2026.

Performa tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan efisiensi dan pertumbuhan bisnis dapat berjalan beriringan. Bagi BRI, kemampuan mempertahankan momentum tersebut akan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan hingga akhir tahun.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV