Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

Kontrak Baru WIKA Gedung Melonjak 568% Jadi Rp775 Miliar

Kontrak Baru WIKA Gedung Melonjak 568% Jadi Rp775 Miliar Dok. Foto : Istimewa

INFOBRAND.ID, JAKARTA – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatat lonjakan perolehan kontrak baru sepanjang 2026. Hingga Agustus 2026, emiten konstruksi tersebut mengantongi kontrak baru senilai Rp775 miliar, tumbuh 568 persen dibandingkan Rp116 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan WIKA Gedung Purba Yudha Tama mengungkapkan, kontrak yang diperoleh perseroan pada periode tersebut didominasi proyek pemerintah dengan kontribusi mencapai 83 persen. Sementara 17 persen lainnya berasal dari perusahaan BUMN.

Berdasarkan jenis proyeknya, fasilitas publik menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 63 persen, sedangkan proyek residensial menyumbang 37 persen.

Pertumbuhan kontrak WEGE ditopang oleh berbagai proyek pembangunan di sejumlah wilayah Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah pembangunan Hunian Sementara atau Huntara Aceh Tamiang, Hunian ASN Aceh, proyek pascadarurat di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, BRT Sumatera Utara atau Mebidang, hingga Sekolah Garuda Kalimantan Utara melalui skema joint operation.

Perseroan juga mendapatkan proyek RSUD Rupit, pembangunan poliklinik di Temanggung, Hunian Puskesmas Lokop Aceh, Huntara Tamiang 4 Danantara, hingga pembangunan rumah sakit di Kalimantan Selatan.

Deretan proyek tersebut memperkuat posisi segmen fasilitas publik sebagai salah satu sumber kontrak utama WEGE pada 2026.

Di tengah ekspansi proyek, WIKA Gedung juga mempertahankan struktur keuangan yang relatif terjaga.

Per Juni 2026, debt to equity ratio atau DER perseroan tercatat sebesar 0,98 kali. Sementara rasio utang berbunga hanya sebesar 0,07 kali.

Perseroan juga tidak memiliki utang obligasi maupun sukuk. Rendahnya porsi utang berbunga memberikan ruang bagi perusahaan untuk mengelola modal kerja sekaligus menangkap peluang proyek baru tanpa tekanan biaya pendanaan yang terlalu besar.

Selain meningkatkan perolehan kontrak, WEGE menjalankan transformasi untuk memperkuat likuiditas dan memfokuskan bisnis pada sektor konstruksi.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah optimalisasi dan divestasi sejumlah aset dengan nilai lebih dari Rp1 triliun.

Aset yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Fave Hotel Karawang, beberapa lantai Menara MTH, de Braga Bandung, Graha Mantap, serta sejumlah aset tanah yang berada di Lombok, Samarinda, dan lokasi lainnya.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset sekaligus membuat perusahaan dapat lebih fokus pada bisnis inti konstruksi.

Dengan pertumbuhan kontrak baru sebesar 568 persen dan struktur utang berbunga yang rendah, WEGE memiliki ruang untuk melanjutkan ekspansi proyek pada semester II 2026 sekaligus memperkuat fundamental bisnis perusahaan.

 


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV