Selasa, 05 Mei 2026

Follow us:

infobrand

Kolaborasi P&G Health dan Kampus Perkuat Peran Apoteker

Kolaborasi P&G Health Indonesia dan kampus perkuat peran apoteker melalui edukasi, riset, dan pengabdian masyarakat.

Kolaborasi P&G Health dan Kampus Perkuat Peran Apoteker Kolaborasi P&G Health Indonesia dengan kampus untuk meningkatkan kompetensi apoteker.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Momentum Hari Pendidikan Nasional dimanfaatkan P&G Health Indonesia untuk memperkuat peran apoteker melalui kolaborasi dengan dunia akademik. Kerja sama ini melibatkan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Padjadjaran sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kesehatan yang lebih terintegrasi.

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan edukasi, tetapi juga dirancang sebagai pendekatan strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dan dunia pendidikan. Dalam konteks tersebut, apoteker ditempatkan sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Peran ini dinilai penting karena apoteker merupakan tenaga kesehatan yang mudah diakses dan memiliki interaksi langsung dengan pasien.

Brand Director Health Care P&G Indonesia, Caroline Herlina, menyampaikan bahwa apoteker memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar penyedia obat. Ia menjelaskan bahwa apoteker juga berperan sebagai konselor kesehatan yang memberikan informasi dan pendampingan kepada masyarakat. Oleh karena itu, program yang dijalankan dirancang agar materi pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga relevan dengan kondisi nyata yang dihadapi pasien sehari-hari.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Melalui kerja sama ini, P&G Health Indonesia mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu edukasi, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Implementasi ketiga pilar tersebut dilakukan melalui berbagai kanal, seperti platform e-learning, video edukasi, serta modul pembelajaran dalam bentuk e-book dan buku cetak. Pendekatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan pembelajaran sekaligus meningkatkan efektivitas transfer pengetahuan.

Hingga Juni 2026, program ini menargetkan partisipasi lebih dari 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan alumni apoteker. Di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, lebih dari 340 mahasiswa telah terlibat dalam program ini, menunjukkan tingkat adopsi awal yang cukup tinggi di lingkungan akademik.

Dari sisi akademisi, kolaborasi ini dinilai memberikan nilai tambah dalam metode pembelajaran. Dekan Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kesehatan Unika Atma Jaya, Dr. dr. Felicia Kurniawan, menyatakan bahwa kerja sama ini membuka ruang baru dalam pendidikan farmasi, terutama dalam menghubungkan teori dengan praktik profesional di lapangan.

Sementara itu, Universitas Padjadjaran menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif berbasis model ABG (Academics, Business, Government). Model ini dipandang sebagai fondasi dalam memperkuat ekosistem kesehatan secara berkelanjutan. Pada tahap awal, program difokuskan pada peningkatan kompetensi “patient counseling” serta penggunaan obat secara rasional, khususnya dalam penanganan rhinitis akut. Ke depan, kolaborasi ini direncanakan untuk berkembang ke bidang riset dan pengabdian masyarakat.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari regulator dan organisasi profesi. BPOM RI menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendorong inovasi berbasis riset. Di sisi lain, Ikatan Apoteker Indonesia melihat program ini sebagai model kerja sama industri dan kampus yang lebih aplikatif.

Data menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 115 program studi apoteker dengan jumlah lulusan mencapai 14.000 orang setiap tahun. Dalam konteks tersebut, peningkatan kualitas lulusan melalui pendekatan yang lebih praktis menjadi kebutuhan yang relevan dengan perkembangan industri kesehatan.

Kolaborasi antara P&G Health Indonesia dan institusi pendidikan ini menggambarkan bagaimana strategi komunikasi merek dapat berjalan seiring dengan pengembangan kapasitas tenaga kesehatan. Program ini juga menunjukkan upaya membangun keterkaitan antara dunia industri dan akademik dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.

Di sisi lain, pendekatan ini memperkuat hubungan jangka panjang antara perusahaan dan calon tenaga kesehatan sebagai bagian dari ekosistem yang saling mendukung.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV