Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

IMMF Connect 2026 Satukan Ekosistem Furnitur Indonesia dari Material hingga Pasar Global

IMMF Connect 2026 Satukan Ekosistem Furnitur Indonesia dari Material hingga Pasar Global IMMF Connect 2026

INFOBRAND.ID – Industri furnitur Indonesia memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing dan memperluas penetrasinya di pasar internasional. Tidak hanya memiliki basis material dan manufaktur yang kuat, Indonesia juga didukung perkembangan sektor desain serta industri kreatif yang semakin terintegrasi.

Dalam keterangan penyelenggara, ekspor mebel pada 2025 disebut menempati posisi kedua pada subsektor kerajinan dengan kontribusi sekitar 12,2 persen. Namun, di tengah besarnya nilai pasar furnitur global, pangsa Indonesia disebut masih berada di bawah satu persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan industri furnitur nasional.

Tantangan yang dihadapi industri pun bukan semata pada ketersediaan potensi. Konektivitas antara material, teknologi produksi, standardisasi, inovasi, desain hingga akses pasar internasional menjadi bagian penting yang perlu terus diperkuat agar produk furnitur Indonesia mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saingnya.

IMMF Connect 2026 Hadirkan Ekosistem Industri Terintegrasi

Menjawab kebutuhan tersebut, Amara Group bersama Koelnmesse GmbH menghadirkan Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect atau IMMF Connect 2026, sebuah platform industri yang mengintegrasikan sektor material, manufaktur, furnitur, dan interior.

Rangkaian pameran tersebut akan berlangsung secara co-located pada 23–27 September 2026 di NICE PIK 2 dan JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Penyelenggara menargetkan sekitar 800 exhibitor dan 15.000 pengunjung, dengan keterlibatan peserta dari lebih dari 20 negara. Kehadiran pelaku industri lintas negara tersebut diharapkan mampu mempertemukan industri nasional dengan buyer, pemasok material, mitra produksi, desainer hingga jaringan distribusi internasional.
Melalui konsep tersebut, IMMF Connect 2026 tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer produk, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri furnitur yang lebih terhubung dari hulu hingga hilir.

Empat Pameran Industri Berlangsung dalam Satu Ekosistem

Integrasi IMMF Connect 2026 mencakup sejumlah pameran industri utama, yaitu IFFINA+, interzum jakarta, International Hardware Fair Indonesia, serta IFMAC WOODMAC.

Amara Group dan Koelnmesse GmbH secara bersama mengelola IFFINA+, interzum jakarta dan International Hardware Fair Indonesia serta berkolaborasi dengan WAKENI dalam penyelenggaraan IFMAC WOODMAC.

Model co-location tersebut memberikan peluang bagi produsen, brand, supplier, desainer hingga buyer untuk mengakses berbagai bagian rantai nilai industri dalam satu rangkaian kegiatan.

Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd, Mathias Küpper, menilai integrasi lintas sektor tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan platform industri di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Menurutnya, penyatuan sektor material, manufaktur dan furnitur dalam satu ekosistem membuka peluang kolaborasi yang semakin relevan antara desain, industri dan pasar.

UMKM Furnitur Berpeluang Memperluas Akses Pasar

Integrasi ekosistem pameran juga membuka peluang bagi pelaku usaha skala kecil dan menengah untuk meningkatkan eksposur sekaligus memperluas jaringan bisnis.

Sekitar 50 persen partisipasi di IFFINA disebut berasal dari pelaku UMKM, menunjukkan besarnya peran usaha kecil dan menengah dalam ekosistem industri furnitur nasional.

Ketua ASMINDO Dedy Rochimat menilai penyelarasan berbagai platform industri tersebut sejalan dengan perkembangan cara kerja industri furnitur saat ini.

Inisiatif tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan bisnis sekaligus memperluas akses pasar melalui platform industri yang menghubungkan proses dari hulu hingga hilir.

Pendekatan kolaboratif juga menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat daya saing industri. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas kreatif, media dan investor dinilai diperlukan agar inovasi dan desain dapat diterapkan secara berkelanjutan di sepanjang rantai nilai industri.

Tren Hunian Dorong Perubahan Kebutuhan Furnitur

Peluang industri furnitur Indonesia juga semakin terbuka seiring perubahan pola hunian masyarakat.

Pertumbuhan rumah berukuran lebih kecil mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap furnitur ringkas, modular dan hemat ruang. Bagi konsumen urban maupun pemilik rumah pertama, fungsi, fleksibilitas dan efisiensi ruang kini menjadi pertimbangan penting selain aspek estetika.

Pasar tersebut turut didorong oleh perkembangan apartemen serta pemulihan sektor pariwisata.

Dalam data yang dicantumkan pada rilis penyelenggara, pasokan apartemen di Jakarta telah melampaui 230.000 unit dengan tingkat hunian mendekati 88 persen. Sementara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara disebut mencapai 13,9 juta orang, sehingga turut membuka kebutuhan furnitur dan interior untuk hotel, vila dan berbagai akomodasi.

Perubahan tersebut membuka peluang bagi brand furnitur untuk tidak hanya bersaing melalui produk, tetapi juga menghadirkan solusi yang menjawab perubahan gaya hidup masyarakat.

Dari Kekuatan Produksi Menuju Brand Furnitur Berdaya Saing Global

Bagi industri furnitur Indonesia, tantangan selanjutnya adalah mengubah keunggulan sumber daya dan kemampuan produksi menjadi produk serta brand bernilai tambah tinggi.

Penguatan kolaborasi antara material, manufaktur, teknologi, desain dan pemasaran menjadi semakin penting agar produk Indonesia tidak hanya menjadi bagian dari rantai produksi global, tetapi juga mampu membangun posisi yang lebih kuat di pasar internasional.

Melalui IMMF Connect 2026, pelaku industri akan dipertemukan tidak hanya melalui exhibition, tetapi juga program diskusi, business matching, pertukaran pengetahuan serta forum industri terkurasi.

Integrasi tersebut diharapkan menjadi momentum bagi industri furnitur nasional untuk memperkuat jaringan bisnis, mempercepat inovasi, meningkatkan nilai tambah produk serta membuka akses pasar yang semakin luas.

Dengan kekuatan material, manufaktur, kreativitas desain serta basis UMKM yang besar, peluang Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam industri furnitur global masih terbuka lebar. Tantangannya kini adalah bagaimana seluruh kekuatan tersebut dapat bergerak dalam satu ekosistem yang semakin terintegrasi.

 


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV