Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

IFRA 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 250 Brand dan Peluang Bisnis Waralaba di ICE BSD

IFRA 2026 resmi dibuka di ICE BSD pada 28–30 Agustus 2026. Pameran waralaba ini menghadirkan 250 brand dari 175 perusahaan dan berbagai peluang bisnis.

IFRA 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 250 Brand dan Peluang Bisnis Waralaba di ICE BSD IFRA 2026 Resmi Dibuka

INFOBRAND.ID, TANGERANG – Industri waralaba dan kemitraan di Indonesia kembali menunjukkan potensi pertumbuhan seiring meningkatnya konsumsi domestik, aktivitas perdagangan, serta berkembangnya berbagai model bisnis baru. Momentum tersebut turut mendorong hadirnya The 25th International Franchise, License and Business Concept Expo & Conference (IFRA) 2026, yang resmi dibuka pada Jumat (28/8/2026) di Hall 7, Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang.

Pameran waralaba yang diselenggarakan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) bersama Dyandra Promosindo tersebut berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 secara hibrida, baik daring maupun luring.

Penyelenggaraan IFRA 2026 berlangsung di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan atau year on year (yoy) pada triwulan II 2026.

Kondisi tersebut membuka ruang semakin luas bagi berbagai sektor usaha untuk melakukan ekspansi, termasuk melalui skema waralaba maupun kemitraan yang didukung sistem, standar operasional, dan strategi bisnis yang terukur.

IFRA 2026 Hadirkan 250 Brand dari 175 Perusahaan

Menginjak penyelenggaraan ke-25, IFRA 2026 menghadirkan 250 merek dari 175 perusahaan yang menawarkan berbagai peluang bisnis bagi masyarakat, calon entrepreneur, investor, hingga pelaku usaha yang ingin mengembangkan portofolio bisnisnya.

Beragam sektor usaha hadir dalam pameran ini, mulai dari makanan dan minuman, pendidikan, kesehatan, ritel, hingga berbagai konsep bisnis dan layanan lainnya.

IFRA 2026 sekaligus menjadi titik temu antara pemilik brand dengan calon mitra dan investor untuk mengeksplorasi peluang kerja sama serta model bisnis yang berpotensi dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia.

Tahun ini, IFRA mengangkat tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising”, yang menekankan pentingnya membangun industri waralaba dan kemitraan secara beretika, bertanggung jawab, serta berkelanjutan.

Keunikan konsep bisnis, kualitas sistem, transparansi, hingga tata kelola yang baik dinilai menjadi fondasi penting agar sebuah bisnis dapat berkembang secara sehat dalam jangka panjang.

IFRA 2026 secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Iqbal Shoffan Shofwan, didampingi Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar, Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung, serta Deputy Director of the Thai Trade Center Nassaree Pathan.

Brand Lokal Semakin Mendominasi Waralaba Indonesia

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan, waralaba menjadi salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan kewirausahaan nasional sekaligus memperkuat posisi brand lokal di tengah persaingan dengan merek asing.

“Waralaba adalah salah satu skema distribusi dalam Undang-Undang Perdagangan untuk mendorong kewirausahaan, yang rasionya di Indonesia baru 3,29 persen, masih tertinggal dari negara tetangga. Waralaba memberi peluang bagi pelaku usaha untuk tidak memulai dari nol, meski tetap ada risiko seperti usaha lainnya,” ujar Iqbal.

Perkembangan positif juga terlihat dari semakin kuatnya posisi merek lokal dalam industri waralaba nasional.

Iqbal mengungkapkan, apabila sekitar sepuluh tahun lalu sebanyak 70 persen Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) masih didominasi merek asing, kondisi tersebut kini mulai berbalik.

“Yang menggembirakan, jika sepuluh tahun lalu 70 persen Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) didominasi merek asing, kini merek lokal sudah unggul dengan 169 pendaftaran dibanding jumlah 163 dari luar negeri,” jelasnya.

Menurut Iqbal, pemerintah akan terus mengambil posisi sebagai fasilitator untuk mendukung perkembangan ekosistem waralaba Indonesia.

“Pemerintah akan terus hadir sebagai fasilitator, bukan untuk mendikte ekosistem ini. Untuk itu, tiap tahunnya kami bekerja sama dengan AFI mengadakan pameran waralaba ini untuk mendorong wirausaha,” tambahnya.

Waralaba dan Kemitraan Memiliki Konsep Berbeda

Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar menekankan pentingnya pemahaman mengenai konsep waralaba agar perkembangan industri dapat berjalan sesuai koridor yang tepat.

Menurutnya, waralaba dan kemitraan tidak sekadar aktivitas membeli sebuah peluang usaha. Di dalamnya terdapat sistem, proses, standar, serta komitmen yang harus dijalankan seluruh pihak yang terlibat.

“Kemitraan itu bentuknya KSO atau Kerja Sama Operasi, PIR atau Perusahaan Inti Rakyat, dan subkontrak. Sementara franchise itu konsep pemasaran sekaligus strategi perusahaan. Banyak pengusaha menganggap waralaba itu kemitraan. Secara tata bahasa memang ada benarnya, sama-sama soal kerja sama, tapi konsepnya beda,” kata Anang.

Ia melihat Indonesia memiliki potensi besar untuk melahirkan lebih banyak bisnis waralaba berkualitas, salah satunya didukung kekayaan produk dan kuliner dari berbagai daerah.

“Dari sini saya melihat Indonesia mempunyai potensi yang besar sekali untuk membangun bisnis waralaba, misalnya dari keragaman kuliner yang ada,” ujarnya.

IFRA 2026 Hadirkan Edukasi Bisnis hingga Kompetisi Entrepreneur

Tidak hanya menghadirkan pameran peluang usaha, IFRA 2026 juga menyiapkan berbagai program edukasi dan inspirasi bisnis selama tiga hari penyelenggaraan.

Beberapa program yang dapat diikuti pengunjung antara lain Business Talkshow, IFRA Women's Talk, Celebpreneur Talkshow, Retirees Seminar, hingga The 10th IFBCC atau IFRApreneur Business Concept Competition, yang menjadi ajang kompetisi pengembangan konsep bisnis bagi calon entrepreneur.

Sejumlah aktivitas interaktif juga tersedia melalui IFRA Content Clash, Interactive Quiz & Lucky Draw, hingga Business Mascot Competition.

Pada hari pertama, IFRA 2026 menghadirkan Business Presentation oleh Oxygen serta Celebpreneur Talkshow bersama Edho Zell dari Social Bread.

Pengunjung juga dapat mengikuti Business Talkshow bertajuk “How Your Brand Stand Out In The Crowd” bersama Priscilla Charista dari Melon Branding.

Aspek fundamental dalam menjalankan bisnis waralaba turut dibahas melalui sesi “Mastering Franchise Contract: Kunci Keamanan & Pertumbuhan Bisnis Waralaba” bersama Naufal Sudharmawan dari Kontrak Hukum.

Sementara peluang pengembangan produk lokal menuju pasar yang lebih luas dibahas melalui sesi “Menyeduh Peluang Bisnis Kopi Lokal: Mengangkat Kopi SH Tangerang ke Panggung Kemitraan Global” bersama Sartono dari UMKM Tangerang Raya.

IFRA Didorong Jadi Business Meeting Point Pemilik Brand dan Calon Mitra

Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung mengatakan, IFRA 2026 tidak hanya dirancang sebagai sebuah pameran, tetapi juga menjadi business meeting point antara pemilik brand, pelaku usaha, investor, dan calon mitra.

“IFRA 2026 kami hadirkan sebagai business meeting point yang mempertemukan pemilik merek dengan calon mitra dan pelaku usaha,” ujar Daswar.

Ia berharap interaksi selama tiga hari penyelenggaraan dapat berkembang menjadi kerja sama yang memiliki nilai jangka panjang.

“Kami berharap pertemuan yang terjadi selama tiga hari penyelenggaraan tidak hanya menghasilkan transaksi, tetapi juga membuka kolaborasi dan kemitraan yang memiliki fondasi bisnis yang sehat dan transparan serta memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh pihak,” lanjutnya.

Harga Tiket IFRA 2026 dan Promo Pengunjung

IFRA 2026 berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Hall 7 ICE BSD City dan dibuka mulai pukul 10.00 hingga 20.00 WIB.

Tiket masuk dibanderol Rp60.000 per orang dan dapat diperoleh melalui situs resmi IFRA Indonesia maupun secara langsung di lokasi acara.

Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-63 Kompas Gramedia, IFRA 2026 juga menghadirkan program “Gebyar Promo 63”.

Melalui promo tersebut, sebanyak 63 pengunjung pertama setiap harinya selama 28–30 Agustus 2026 berkesempatan memperoleh tiket gratis menggunakan kode IFRAKG63FREE.

Selain itu, tersedia diskon tiket sebesar 63 persen sehingga harga tiket menjadi Rp22.200, menggunakan kode IFRAKG63DISC. Promo tersebut tersedia untuk 630 pengunjung setiap hari selama periode penyelenggaraan.

Kehadiran IFRA 2026 diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang bisnis waralaba dan kemitraan, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi antara pemilik brand dan mitra usaha dengan fondasi bisnis yang sehat, transparan, serta berkelanjutan.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV