Bisnis Parkir Indonesia Makin Kompetitif, Centrepark dan Secure Parking Adu Teknologi dan Jaringan
Centrepark dan Secure Parking Adu Teknologi dan Jaringan
INFOBRAND.ID, JAKARTA – Bisnis parkir di Indonesia kini tidak lagi sekadar berbicara soal menyediakan ruang bagi kendaraan. Di tengah pertumbuhan mobilitas perkotaan dan semakin tingginya ekspektasi konsumen, industri ini bergerak menuju pengelolaan yang lebih modern dengan mengandalkan teknologi, data, keamanan, serta pengalaman pengguna.
Persaingan tersebut terlihat dari langkah dua pemain besar di industri pengelolaan parkir, Centrepark dan Secure Parking Indonesia, yang sama-sama memperkuat jaringan sekaligus meningkatkan kapabilitas teknologi di berbagai lokasi.
Centrepark saat ini tercatat mengelola lebih dari 800 lokasi parkir di lebih dari 60 kota di Indonesia. Jaringannya mencakup lebih dari 300.000 ruang parkir dengan sekitar 350 juta transaksi parkir setiap tahun.
Skala tersebut menunjukkan bahwa bisnis parkir telah berkembang menjadi bagian dari ekosistem pelayanan properti. Bagi pengelola pusat perbelanjaan, rumah sakit, gedung perkantoran hingga kawasan komersial, kualitas layanan parkir bahkan dapat menjadi salah satu titik awal yang membentuk pengalaman konsumen.
Teknologi Jadi Pembeda dalam Persaingan Bisnis Parkir
Head of Marketing Communication Centrepark, Prima Diani, menilai kebutuhan pemilik properti terhadap perusahaan pengelola parkir kini semakin kompleks. Kemampuan operasional saja tidak cukup. Operator juga dituntut menyediakan teknologi yang andal, pelayanan yang baik, serta data yang dapat mendukung pengelolaan properti.
Perubahan kebutuhan tersebut mendorong Centrepark memperkuat transformasi digital melalui berbagai solusi, mulai dari sistem pembayaran non-tunai, License Plate Recognition (LPR), pemantauan operasional hingga otomatisasi parkir.
Centrepark juga mengembangkan ekosistem smart mobility dengan sejumlah layanan digital. Perusahaan menyebut teknologi digunakan untuk mendukung pembayaran yang lebih cepat, pemantauan kapasitas secara real-time hingga sistem operasional yang lebih terhubung.
Transformasi ini sekaligus memperlihatkan perubahan posisi layanan parkir. Parkir bukan lagi hanya fasilitas pelengkap sebuah gedung, melainkan bagian dari perjalanan konsumen ketika berinteraksi dengan sebuah kawasan atau properti.
Kelancaran ketika kendaraan masuk, kemudahan menemukan tempat parkir, sistem pembayaran, keamanan hingga proses keluar dari kawasan dapat ikut memengaruhi penilaian konsumen terhadap sebuah pusat perbelanjaan, rumah sakit maupun gedung komersial.
Secure Parking Agresif Tambah Lokasi
Di sisi lain, Secure Parking Indonesia juga terus memperluas skala operasionalnya.
Perusahaan saat ini mengelola sekitar 1.700 lokasi parkir di Indonesia. Hingga Juli 2026, Secure Parking tercatat telah menambah sekitar 117–118 lokasi baru.
Managing Director Secure Parking Indonesia, Rustam Rachmat, mengatakan perusahaan menangani beragam kendaraan mulai dari sepeda motor dan mobil hingga bus, truk serta trailer. Secara keseluruhan, volume kendaraan yang dilayani mendekati 2 juta kendaraan per hari.
Portofolionya juga semakin beragam, mencakup pusat perbelanjaan, perkantoran, hotel, kawasan hiburan, convention center hingga fasilitas transportasi.
Ekspansi jaringan tersebut berjalan beriringan dengan digitalisasi. Secure Parking mengembangkan sejumlah teknologi seperti Flaplock, Epsilon Parking System (EPS), eNOS berbasis License Plate Recognition, serta sistem penghitung kapasitas parkir.
Pada 2026, perusahaan juga menempatkan konsistensi implementasi layanan digital sebagai salah satu fokusnya. Dengan jaringan yang besar, tantangannya bukan hanya menghadirkan teknologi baru, tetapi memastikan sistem dapat memberikan pengalaman yang stabil di berbagai karakter lokasi.
Bisnis Parkir Bergeser Menjadi Bisnis Customer Experience
Perkembangan Centrepark maupun Secure Parking menggambarkan perubahan yang lebih besar di industri ini.
Persaingan bisnis parkir ke depan berpotensi tidak lagi ditentukan semata-mata oleh siapa yang mempunyai jumlah lokasi terbanyak. Kemampuan mengelola customer experience, teknologi, data, keamanan dan efisiensi operasional akan semakin menentukan daya saing sebuah brand.
Terlebih, perkembangan pembayaran digital dan otomatisasi membuat konsumen semakin terbiasa dengan proses parkir yang cepat dan minim hambatan.
Bagi pemilik properti, hal tersebut juga memberikan nilai tambah. Data mengenai arus kendaraan, tingkat okupansi hingga pola penggunaan parkir dapat menjadi informasi yang membantu proses pengambilan keputusan dan pengelolaan kawasan.
Tren ini membuat perusahaan pengelola parkir bergerak semakin dekat dengan konsep smart building dan smart mobility, bukan lagi sebatas penyedia tenaga maupun sistem keluar-masuk kendaraan.
Peluang Bisnis Parkir Masih Terbuka
Prospek industri juga masih ditopang oleh tingginya penggunaan kendaraan pribadi di berbagai kota Indonesia.
Pengamat transportasi Djoko menilai bisnis parkir perkotaan masih memiliki ruang untuk berkembang. Namun, persaingan operator tidak cukup hanya mengandalkan luas jaringan. Aspek kepastian layanan, keamanan, kenyamanan serta inovasi akan semakin penting bagi pengguna kendaraan.
Dengan kondisi tersebut, ekspansi Centrepark dan Secure Parking memperlihatkan bahwa arena persaingan bisnis parkir Indonesia tengah memasuki fase baru.
Operator dengan jaringan besar memang memiliki keuntungan dari sisi skala. Namun, kemampuan mengubah parkir menjadi layanan yang cepat, terkoneksi, aman dan berbasis data berpotensi menjadi faktor yang semakin menentukan pilihan pemilik properti maupun pengguna.
Pada akhirnya, pertarungan di industri parkir bukan hanya soal berapa banyak kendaraan yang dapat ditampung, tetapi seberapa baik sebuah brand mampu mengelola setiap titik interaksi dengan pengguna. Di sinilah teknologi dan customer experience akan semakin menentukan siapa yang mampu memenangkan persaingan bisnis parkir di Indonesia.

