Jum'at, 04 September 2026

Follow us:

infobrand

Bank QNB Indonesia Perkuat Corporate Banking, Bidik Peluang Bisnis Lintas Negara

Bank QNB Indonesia memperkuat Corporate & Institutional Banking, bisnis lintas negara dan transformasi digital setelah laba semester I 2026 tumbuh 178%.

Bank QNB Indonesia Perkuat Corporate Banking, Bidik Peluang Bisnis Lintas Negara Bank QNB Indonesia

INFOBRAND.ID, JAKARTA – PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW) semakin serius memperkuat bisnis Corporate & Institutional Banking sebagai salah satu motor pertumbuhan perusahaan. Memasuki semester II 2026, perseroan membidik peluang yang lebih besar dari perusahaan berskala besar, korporasi multinasional hingga badan usaha milik negara (BUMN).

Strategi tersebut sekaligus mempertegas positioning Bank QNB Indonesia sebagai mitra keuangan yang mampu menghubungkan kebutuhan perusahaan di Indonesia dengan jaringan bisnis regional dan internasional.

Langkah ini ditopang oleh kekuatan jaringan global QNB Group, pengembangan teknologi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia serta penerapan manajemen risiko yang prudent.

Direktur Utama PT Bank QNB Indonesia Tbk, Nick Groene, menilai keberadaan jaringan internasional QNB Group menjadi salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bisnis nasabah.

Bank QNB Indonesia pun akan semakin mengoptimalkan kolaborasi dengan jaringan kantor cabang maupun perusahaan yang berada di bawah QNB Group di berbagai negara. Strategi tersebut diharapkan membuka lebih banyak akses terhadap peluang transaksi dan pengembangan bisnis lintas negara atau cross-border business.

Teknologi Jadi Penggerak Transformasi Bisnis

Tidak hanya memperluas pasar korporasi, Bank QNB Indonesia turut menempatkan teknologi sebagai bagian penting dari transformasi bisnis perusahaan.

Pengembangan kapabilitas digital diarahkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah sekaligus menciptakan proses operasional yang semakin efisien.

Fokus terhadap digitalisasi sebenarnya telah menjadi bagian dari pengembangan Corporate & Institutional Banking Bank QNB Indonesia. Sebelumnya, perseroan juga mengembangkan solusi seperti Corporate Internet Banking, pengelolaan kas melalui API hingga layanan virtual account untuk mendukung kebutuhan transaksi nasabah perusahaan.

Transformasi tersebut menjadi semakin relevan ketika kebutuhan perusahaan terhadap layanan perbankan tidak lagi sebatas pembiayaan. Korporasi membutuhkan layanan transaksi yang terintegrasi, cepat serta mampu mendukung aktivitas bisnis yang semakin terkoneksi secara global.

Di sisi lain, investasi terhadap sumber daya manusia juga terus dilakukan agar penguatan teknologi berjalan beriringan dengan peningkatan kapabilitas organisasi.

Laba Bank QNB Indonesia Melonjak 178%

Strategi pertumbuhan Bank QNB Indonesia turut ditopang kinerja positif sepanjang semester I 2026.

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp29,6 miliar, meningkat 178% dibandingkan periode sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung momentum bisnis yang positif, disiplin dalam strategi pricing serta upaya menjaga kualitas portofolio pembiayaan.

Sementara itu, total aset Bank QNB Indonesia hingga 30 Juni 2026 meningkat sekitar 9% menjadi Rp14,4 triliun, dibandingkan Rp13,2 triliun pada akhir 2025.

Penyaluran pinjaman bruto juga bertumbuh sekitar 2%, dari Rp9,8 triliun pada akhir 2025 menjadi Rp10 triliun pada semester pertama 2026.

Pertumbuhan tersebut menjadi modal bagi Bank QNB Indonesia untuk memperbesar kontribusinya dalam mendukung kebutuhan pembiayaan sektor korporasi di tengah kondisi pelaku usaha yang masih cenderung berhati-hati menghadapi dinamika ekonomi.

Kualitas Kredit dan Likuiditas Terjaga

Selain pertumbuhan bisnis, Bank QNB Indonesia mencatat perbaikan dari sisi kualitas kredit.

Rasio non-performing loan (NPL) berada di level 1,84% pada semester I 2026, membaik dibandingkan 3,31% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga atau DPK tumbuh sekitar 4% menjadi Rp8,5 triliun, dari Rp8,1 triliun pada akhir tahun 2025. Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pinjaman ikut memperkuat posisi likuiditas perseroan.

Bank QNB Indonesia juga memiliki tingkat permodalan yang relatif kuat. Capital Adequacy Ratio (CAR) pada semester I 2026 tercatat sebesar 53,85%.

Sementara Liquidity Coverage Ratio (LCR) mencapai 144,33% dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 129,83%.

Dengan fundamental tersebut, Bank QNB Indonesia memiliki ruang untuk melanjutkan strategi pertumbuhan dengan tetap mengedepankan pengelolaan risiko dan prinsip kehati-hatian.

Penguatan Corporate & Institutional Banking, pemanfaatan jaringan internasional QNB Group serta transformasi teknologi selanjutnya akan menjadi tiga elemen penting dalam strategi Bank QNB Indonesia untuk menangkap peluang pertumbuhan bisnis, termasuk dari meningkatnya kebutuhan transaksi dan ekspansi korporasi lintas negara.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV