Bank of Korea Naikkan Suku Bunga ke 3%, Inflasi Jadi Perhatian Utama
Bank of Korea Naikkan Suku Bunga ke 3%
INFOBRAND.ID – Bank of Korea (BOK) kembali mengambil langkah pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3% pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Keputusan tersebut menjadi kenaikan suku bunga untuk kedua kalinya secara beruntun. Reuters mencatat level 3% menjadi yang tertinggi sejak Februari 2025. Dari 35 ekonom dalam survei Reuters, sebanyak 18 sebelumnya memperkirakan BOK akan menaikkan suku bunga sebesar seperempat poin persentase.
Kebijakan tersebut ditempuh ketika tekanan inflasi Korea Selatan masih berada di atas target bank sentral dan risiko terhadap stabilitas keuangan belum sepenuhnya mereda.
BOK juga menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sepanjang 2026 menjadi 3,3%, dari proyeksi sebelumnya sebesar 2,6%. Sementara proyeksi inflasi tahun ini dipertahankan pada 2,7%.
Industri Semikonduktor Topang Ekonomi Korea Selatan
Membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tidak terlepas dari kuatnya sektor teknologi dan semikonduktor.
Permintaan terhadap komponen yang digunakan dalam pengembangan artificial intelligence (AI) turut memberikan dorongan bagi ekspor Korea Selatan. Perusahaan teknologi besar seperti Samsung Electronics dan SK Hynix berada pada posisi strategis dalam rantai pasok global tersebut.
Di sisi lain, penguatan pertumbuhan belum menghilangkan tantangan inflasi.
Core inflation Korea Selatan tercatat tumbuh 2,6% pada Juli 2026, menjadi kenaikan tercepat sejak Desember 2023. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memperkuat alasan BOK mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Pasar properti juga menjadi perhatian. Harga hunian yang meningkat dan tingginya utang rumah tangga membuat bank sentral harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan stabilitas sistem keuangan.
Kebijakan Moneter Masih Berpotensi Ketat
Kenaikan suku bunga menjadi sinyal bahwa BOK belum sepenuhnya mengendurkan kewaspadaan terhadap inflasi.
Ekspektasi pasar juga mulai mengarah pada kemungkinan adanya kenaikan tambahan. Median proyeksi analis yang dihimpun Reuters memperkirakan satu kenaikan lagi dapat terjadi pada kuartal pertama 2027 sebelum suku bunga dipertahankan untuk periode berikutnya.
Bagi dunia usaha, arah kebijakan tersebut menjadi faktor penting karena suku bunga berpengaruh terhadap biaya pendanaan, ekspansi perusahaan, konsumsi, pasar properti hingga keputusan investasi.
Di tengah booming AI yang mendorong industri chip Korea Selatan, tantangan BOK berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi yang kuat tidak berkembang menjadi tekanan harga yang semakin sulit dikendalikan.

