Senin, 04 Mei 2026

Follow us:

infobrand

Sayang Hijab Dorong Awareness Deterjen Ramah Kulit

Sayang Hijab dorong edukasi penggunaan deterjen ramah kulit untuk cegah iritasi dan jaga kesehatan kulit sehari-hari.

Sayang Hijab Dorong Awareness Deterjen Ramah Kulit Kampanye edukasi deterjen ramah kulit oleh Sayang Hijab untuk pengguna hijab.

INFOBRAND.ID, Jakarta – Deterjen Sayang Hijab mulai menyoroti pentingnya penggunaan deterjen ramah kulit sebagai bagian dari kampanye edukasi sejak 2025. Langkah ini sejalan dengan meningkatnya keluhan iritasi dan beruntusan di kalangan pengguna hijab. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi faktor lingkungan, tetapi juga berkaitan dengan pemilihan deterjen yang digunakan dalam mencuci pakaian sehari-hari.

Melalui berbagai inisiatif edukasi, brand ini mengaitkan kebersihan pakaian dengan upaya menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh. Fokus tersebut didasarkan pada temuan bahwa sebagian konsumen telah menjaga kebersihan pakaian, namun masih mengalami masalah kulit akibat kandungan tertentu dalam deterjen.

Brigitta D Pricillia, Brand Manager Deterjen Sayang, menjelaskan bahwa masih banyak konsumen yang belum menyadari pentingnya memilih deterjen yang tepat. Ia menyoroti kandungan seperti SLS dan paraben yang berpotensi memicu iritasi, khususnya pada kulit sensitif.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

“Kami berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit dengan memilih deterjen yang benar dan aman. Kami hadir di berbagai event untuk menyebarkan awareness tentang pentingnya menjaga kebersihan pakaian dan memilih deterjen yang aman di kulit,” ujar Brigitta.

Dari perspektif medis, dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Tirta, menyampaikan bahwa penggunaan deterjen yang tidak sesuai dapat menjadi salah satu faktor pemicu iritasi kulit. Reaksi seperti kemerahan dan gatal dapat muncul akibat sensitivitas terhadap kandungan tertentu dalam deterjen.

“Beruntusan bisa timbul karena penggunaan deterjen yang tak cocok, terutama pada kulit yang sensitif terhadap kandungan seperti SLS dan paraben,” jelas dr. Tirta.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa perawatan kulit tidak hanya bergantung pada penggunaan produk skincare, tetapi juga pada kebersihan pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit. Oleh karena itu, pemilihan deterjen ramah kulit menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, Deterjen Sayang Hijab mengembangkan formula yang tidak mengandung SLS dan paraben. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada fungsi membersihkan pakaian, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan bagi kulit sensitif. Produk ini kemudian diposisikan sebagai bagian dari langkah preventif dalam menjaga kesehatan kulit melalui kebersihan pakaian.

Dalam implementasinya, perusahaan juga menjalankan berbagai program edukasi, seperti talk show dan kampanye berbasis komunitas. Kegiatan ini melibatkan figur publik untuk memperluas jangkauan komunikasi kepada masyarakat. Kehadiran dr. Tirta dan Ria Ricis sebagai brand ambassador dalam sejumlah aktivitas dinilai mendukung penyampaian pesan kepada segmen ibu dan perempuan muda yang aktif di media sosial.

Ke depan, Sayang Hijab menyatakan akan melanjutkan kampanye edukasi terkait pentingnya memilih deterjen ramah kulit. Upaya ini mencerminkan perubahan pendekatan dalam kategori produk rumah tangga, yang tidak hanya berfokus pada fungsi dasar, tetapi juga mulai dikaitkan dengan aspek kesehatan dan gaya hidup.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV