Rabu, 01 Juli 2026

Follow us:

infobrand

Tak Cukup Akademik, Orang Tua Prioritaskan Kesiapan Karier Anak di Perguruan Tinggi

Tak Cukup Akademik, Orang Tua Prioritaskan Kesiapan Karier Anak di Perguruan Tinggi Ilustrasi mahasiswa siap kerja/Istimewa

INFOBRAND.ID, JAKARTA - Kekhawatiran orang tua terhadap masa depan karier anak kini semakin besar di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat. Jika dahulu memilih perguruan tinggi lebih banyak didasarkan pada reputasi akademik atau popularitas kampus, kini pertimbangan itu bergeser. Banyak orang tua mulai mencari universitas yang tidak hanya menawarkan pendidikan berkualitas, tetapi juga mampu membantu mahasiswa lebih siap memasuki dunia profesional setelah lulus.

Perubahan lanskap industri yang dipicu perkembangan teknologi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) membuat kesiapan kerja menjadi isu utama dalam pendidikan tinggi. Bagi banyak keluarga, kuliah tidak lagi semata dipandang sebagai proses memperoleh gelar akademik, melainkan investasi jangka panjang agar anak memiliki kompetensi yang relevan, kemampuan beradaptasi, serta daya saing di masa depan.

Kondisi tersebut bukan tanpa alasan. Survei global yang dilakukan ManpowerGroup menunjukkan sekitar 77 persen perusahaan masih menghadapi kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. Artinya, tantangan dunia kerja saat ini bukan hanya ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi juga kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.

IKLAN INFOBRAND.ID

inject article ibos 1 - 2026

Di sisi lain, laporan World Economic Forum memprediksi sekitar 22 persen jenis pekerjaan global akan mengalami transformasi sebelum 2030. Situasi ini menuntut generasi muda untuk memiliki keterampilan yang lebih dinamis, kemampuan belajar berkelanjutan, serta pengalaman yang relevan dengan perubahan industri.

Melihat tantangan tersebut, perguruan tinggi dituntut menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga dekat dengan kebutuhan dunia kerja. Hal inilah yang terus diperkuat oleh BINUS University melalui pendekatan pembelajaran yang fleksibel, berbasis teknologi, dan terhubung dengan industri.

Rektor BINUS University, Nelly, mengatakan pendidikan tinggi saat ini harus mampu menjadi bekal jangka panjang bagi mahasiswa untuk menghadapi perubahan masa depan. Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 2 -2026

“Oleh karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujarnya.

Menurutnya lagi, pengalaman belajar yang fleksibel dan terintegrasi dengan dunia nyata menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa membangun kesiapan kariernya sejak dini.

“Mahasiswa, perlu memperoleh kesempatan memperluas kompetensi, mendapatkan paparan global, sekaligus membangun pengalaman profesional selama masa studi,” jelas Nelly lagi.

IKLAN INFOBRAND.ID

Inject Article IBOS 3 - 2026

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, BINUS University terus memperkuat pemanfaatan teknologi digital dan AI di berbagai aspek pendidikan. Kehadiran AI tidak hanya diterapkan dalam pembelajaran di kelas, tetapi juga mendukung aktivitas riset, layanan akademik, pengembangan mahasiswa, hingga kolaborasi dengan industri.

Dalam proses pembelajaran, mahasiswa didorong untuk memahami AI secara produktif, kritis, dan bertanggung jawab. Teknologi ini dimanfaatkan untuk membantu mahasiswa mengeksplorasi ide, menganalisis data, menyelesaikan persoalan, hingga mengembangkan solusi yang relevan dengan tantangan masa depan.

Ekosistem pembelajaran digital tersebut diperkuat melalui sejumlah platform seperti Binusmaya, Neksus, dan BINUS Support. Platform-platform ini dirancang untuk mendukung kebutuhan pembelajaran, layanan akademik, pengembangan diri, hingga perencanaan karier mahasiswa secara lebih terintegrasi.

Melalui Binusmaya, mahasiswa dapat mengakses berbagai kebutuhan akademik secara fleksibel. Sementara Neksus membantu mahasiswa merancang perjalanan belajar dan arah pengembangan kompetensi sesuai minat serta tujuan karier. Adapun BINUS Support hadir untuk memberikan pengalaman layanan mahasiswa yang lebih responsif dan mudah diakses.

Tak hanya pada aspek pembelajaran, pemanfaatan AI juga diperkuat dalam bidang riset guna mendorong pendekatan penelitian berbasis data yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan industri. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan yang tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan solusi nyata.

Kesiapan karier mahasiswa juga diperkuat melalui kolaborasi industri dan program employability. Mahasiswa diperkenalkan dengan dinamika kebutuhan dunia kerja, termasuk penerapan teknologi di berbagai sektor profesional. Dengan demikian, AI tidak hanya dipahami sebagai konsep teoritis, tetapi juga sebagai alat yang digunakan secara nyata dalam dunia kerja.

Untuk memperluas pengalaman belajar mahasiswa, BINUS University juga menghadirkan berbagai program fleksibel seperti Minor Program, Mobility Program, hingga Multi-Campus Program.

Melalui Minor Program, mahasiswa dapat mempelajari disiplin ilmu lain di luar program utama guna memperluas kompetensi lintas bidang. Sementara Mobility Program memberi kesempatan mahasiswa belajar di kampus BINUS lain maupun institusi mitra internasional guna memperoleh pengalaman lintas budaya dan paparan global.

Selain itu, Multi-Campus Program memungkinkan mahasiswa merasakan pengalaman belajar di berbagai kampus BINUS dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing. Penguatan kesiapan karier juga dilakukan melalui program “2,5 Tahun Kuliah, Siap Berkarier” yang membuka peluang mahasiswa memperoleh pengalaman profesional lebih awal melalui enrichment program, mulai dari magang (internship), kewirausahaan, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengalaman internasional.


Share This Article!

Video Pilihan dari INFOBRAND TV