Radaza D’MAMAM Bangun Kepercayaan Konsumen Lewat Frozen Food Sehat untuk Anak
Radaza D’MAMAM menghadirkan frozen food sehat anak dengan strategi digital, edukasi parenting, dan kualitas produk yang konsisten.
Radaza D’MAMAM menghadirkan frozen food sehat anak melalui pendekatan edukatif dan strategi digital yang dekat dengan konsumen.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Kesadaran orang tua terhadap pentingnya makanan praktis yang tetap aman dan bernutrisi untuk anak terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini turut mendorong pertumbuhan berbagai brand frozen food anak di marketplace Indonesia. Di tengah persaingan tersebut, Radaza D’MAMAM berhasil menjaga eksistensinya sebagai brand frozen food sehat untuk toddler melalui pendekatan produk, edukasi, serta komunikasi yang dekat dengan konsumen digital.
Berada di bawah naungan PT Dmamam Sehatin Indonesia, D’MAMAM telah berdiri sejak tahun 2015. Founder sekaligus Direktur Utama PT Dmamam Sehatin Indonesia, Widati Wulandari menjelaskan bahwa brand ini lahir dari keresahan seorang ibu yang bekerja yang ingin menyediakan makanan praktis namun tetap aman dan bernutrisi untuk anak.
“Berawal dari keresahan seorang ibu bekerja yang ingin menyediakan makanan praktis namun tetap aman dan bernutrisi untuk anak, D’MAMAM berkembang menjadi brand frozen food sehat untuk toddler yang bervariatif,” ujar Widati Wulandari kepada INFOBRAND (22/5).
D’MAMAM menghadirkan berbagai produk frozen food sehat seperti nugget, bento, bakso, sosis, hingga aneka lauk praktis lainnya yang diformulasikan tanpa MSG dan tanpa pengawet. Untuk menjaga kualitas dan keamanan produk, D’MAMAM juga telah melengkapi proses produksinya dengan berbagai sertifikasi seperti BPOM, Halal, HACCP, SNI, NKV, dan SKP.
Dalam perjalanannya, perkembangan brand ini menunjukkan pertumbuhan yang positif. Widati menyebutkan bahwa pertumbuhan penjualan D’MAMAM mencapai 118 persen dibanding periode sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didukung meningkatnya awareness masyarakat terhadap makanan praktis bernutrisi untuk anak, sekaligus penguatan distribusi melalui marketplace, komunitas, serta jaringan mitra di berbagai kota.
Selain pertumbuhan penjualan, perkembangan brand juga terlihat dari meningkatnya repeat order dan loyal customer yang mempercayakan menu harian anak kepada D’MAMAM. Saat ini, penjualan D’MAMAM didominasi oleh marketplace seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Blibli. Di luar marketplace, brand ini juga memanfaatkan website resmi, WhatsApp order, serta jaringan agen dan reseller untuk memperluas jangkauan konsumen.
Menurut Widati, marketplace menjadi salah satu kanal penting dalam memperluas akses terhadap konsumen baru. Sementara itu, kanal lain seperti WhatsApp dan komunitas digunakan untuk membangun hubungan yang lebih personal dengan pelanggan.
Dalam membangun awareness dan menjaga relevansi di marketplace, Widati menjelaskan bahwa D’MAMAM memilih pendekatan komunikasi yang lebih dekat dengan keseharian para ibu. Brand ini tidak hanya fokus pada penjualan produk, tetapi juga aktif menghadirkan edukasi seputar parenting, nutrisi anak, dan kehidupan ibu modern melalui berbagai konten digital.
“Kami selalu berusaha konsisten menghadirkan konten yang dekat dengan kehidupan para ibu, bukan hanya fokus pada hard selling produk,” kata Widati Wulandari.
Selain menghadirkan konten edukatif, D’MAMAM juga menjaga kualitas visual, kecepatan respons pelanggan, serta rutin menampilkan testimoni asli konsumen untuk membangun kepercayaan secara natural. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya brand dalam mempertahankan kedekatan emosional dengan konsumen digital.
Di tengah perubahan perilaku konsumen yang berlangsung cepat, D’MAMAM juga terus memperkuat pendekatan digital melalui short video content, live streaming, kolaborasi dengan expert maupun komunitas ibu, serta pengembangan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan keluarga modern.
“Kami terus mengikuti perubahan perilaku konsumen digital dengan memperkuat konten yang lebih personal, interaktif, dan edukatif. Saat ini konsumen tidak hanya membeli produk, tetapi juga mencari value dan emotional connection dengan sebuah brand,” ujar Widati.
Konsistensi kualitas produk, pendekatan edukatif, serta strategi komunikasi yang relevan dengan kebutuhan keluarga modern menjadi bagian dari langkah D’MAMAM dalam menjaga keterpilihan konsumen di marketplace Indonesia.


