Halocoko Manfaatkan Piala Dunia 2026 untuk Perluas Pasar Es Krim Cokelat
Halocoko memanfaatkan FIFA World Cup 2026 untuk memperluas pasar es krim cokelat melalui distribusi, inovasi produk, dan aktivasi pemasaran.
Halocoko memanfaatkan kemitraan FIFA World Cup 2026 untuk memperkuat ekspansi pasar es krim cokelat di Indonesia.
INFOBRAND.ID, Jakarta – Merek es krim cokelat asal Indonesia, halocoko, memperkuat strategi ekspansi pasar setelah ditunjuk sebagai Official Ice Cream FIFA World Cup 2026. Kemitraan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan pengenalan merek, memperluas jangkauan konsumen, dan memperkuat posisinya di industri es krim nasional.
Senior Brand Manager halocoko, Viona Lie, mengatakan bahwa kemitraan tersebut menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas.
“FIFA World Cup 2026 bukan sekadar ajang olahraga. Ia merepresentasikan persatuan, pengalaman bersama, dan momen yang menyatukan orang-orang lintas budaya dan batas negara. Kemitraan ini menandai langkah penting bagi halocoko dalam terus tumbuh bersama salah satu acara olahraga paling berpengaruh di dunia, sekaligus memperkenalkan produk kami kepada audiens global,” ujar Viona Lie di Jakarta.
FIFA World Cup 2026 diproyeksikan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraan turnamen tersebut. Sebanyak 48 negara akan berpartisipasi dalam 104 pertandingan yang digelar di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat. Skala penyelenggaraan tersebut dinilai memberikan peluang besar bagi merek konsumen untuk memperluas eksposur di tingkat global.
Di tengah upaya ekspansi pasar, halocoko menyatakan tetap mempertahankan strategi harga yang terjangkau. Perusahaan menilai pendekatan tersebut penting untuk menjangkau konsumen dari berbagai segmen tanpa mengabaikan kualitas produk.
Sebagai pemain yang berfokus pada kategori es krim cokelat, halocoko mengembangkan diferensiasi melalui inovasi produk, variasi rasa, harga yang kompetitif, serta penguatan jaringan distribusi. Perusahaan menyebut spesialisasi pada kategori es krim cokelat menjadi salah satu pembeda di tengah persaingan pasar es krim di Indonesia.
Menurut Viona, perusahaan akan terus memperluas pasar sekaligus memperkuat posisinya sebagai spesialis es krim cokelat melalui pengembangan produk yang mengikuti tren dan preferensi konsumen.
“Ini merupakan langkah yang cukup berani. Kami berani memposisikan diri sebagai spesialis es krim cokelat. Fokus kami lebih kepada pengembangan produk, inovasi, dan varian yang berkaitan dengan es krim cokelat,” katanya.
Dari sisi distribusi, halocoko menyatakan telah memiliki sekitar 100 ribu titik distribusi yang mencakup kanal modern maupun tradisional. Perusahaan menempatkan distribusi sebagai salah satu faktor penting dalam memperluas penetrasi pasar dan meningkatkan ketersediaan produk di berbagai wilayah.
Dalam jangka pendek, perusahaan akan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan perluasan jaringan distribusi. Sementara itu, pemerataan distribusi menjadi salah satu target yang ingin dicapai pada 2027.
“Strategi kami dalam jangka pendek adalah memperluas kualitas layanan dan titik distribusi. Saat ini kami memiliki sekitar 100 ribu titik distribusi. Harapannya, pada 2027 dan seterusnya distribusi tersebut bisa lebih merata,” ujar perwakilan halocoko.
Momentum FIFA World Cup 2026 juga akan dimanfaatkan untuk menjalankan berbagai program pemasaran di Indonesia. Rencana tersebut mencakup peluncuran produk edisi terbatas, promosi eksklusif, aktivasi interaktif, hingga pengalaman merek yang ditujukan untuk mendekatkan konsumen dengan produk halocoko.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, perusahaan akan menggelar perayaan kemitraan resmi dalam ajang Jakarta Fair 2026. Sejumlah program yang disiapkan antara lain produk edisi khusus FIFA World Cup 2026, aktivasi penggemar, booth pengalaman, dan berbagai aktivitas merek yang bersifat imersif.
Selain aktivitas pemasaran, halocoko juga menjalankan program sosial bertajuk “Menyebarkan Kebahagiaan ke Setiap Sudut Negeri”. Salah satu kegiatannya berupa pembagian es krim gratis kepada anak-anak di berbagai daerah dengan melibatkan komunitas lokal dan sekolah.
Viona menjelaskan bahwa program tersebut menjadi salah satu cara perusahaan untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat sekaligus membangun interaksi dengan konsumen.
“Pada saat kami melakukan pembagian es krim gratis, kami juga menghadirkan permainan kecil bersama anak-anak. Kami juga akan menyasar sekolah-sekolah dan mengundang komunitas lokal di berbagai daerah untuk berkolaborasi,” ujarnya.
Dari sisi produksi, halocoko menyebut telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan Cargill sebagai produsen kakao dan cokelat global. Perusahaan menyatakan seluruh produknya diproduksi di fasilitas modern yang memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan internasional.
Ke depan, halocoko menyatakan akan terus memperkuat inovasi produk, memperluas distribusi nasional, dan meningkatkan aktivitas pemasaran. Perusahaan juga melihat pasar es krim cokelat di Indonesia masih memiliki peluang pertumbuhan seiring meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk yang memiliki diferensiasi, mudah diakses, dan terjangkau.
“Kami merupakan pemain baru, sehingga masih banyak yang harus kami pelajari dan benahi. Namun, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan es krim cokelat berkualitas yang sesuai dengan selera konsumen,” ucap Viona.


